Mengurus Hal Baik

Apa yang ingin Anda lakukan lebih sering setiap harinya?

Kehidupan dunia meninggalkan sampah. Tentang sesuatu yang dianggap hasil samping dari transaksi antara orang dan orang. Guguran daun dari purnanya peran menghijaukan lingkungan. Barang bekas yang dicampakkan begitu saja tanpa tempat yang jelas.

Sampah mengundang diri untuk mengurus hal yang baik. beranikah diri ini menyapu jalan demi mengantarkan daun kembali ke tanah? siapkah diri ini untuk menempatkan barang bekas di tempat yang tidak mengganggu lingkungan?

Ke Sleman sebelum Ramadhan

Selasa 21 Maret 2023 sampai dengan nanti di tanggal 25, atau hari Sabtu menjadi rencana bersua kembali dengan Sleman Yogyakarta. Agenda menyambut bulan puasa dengan Nyadran atau padusan menjustifikasi untuk meniti jalan berkendara ke Kabupaten berjuluk Sembada.

Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan berkapasitas 1300 Horse Power di KM57 arah cikampek seharga 300.000 ribu rupiah menggenapi indikator penuhnya tangki penyimpanan. Lepas pukul 17.30 gerbang tol Weleri mengakhiri perjalanan via Tol Trans Jawa. Kartu E-Money pun terpotong 311.000 rupiah dimana sebelumnya di gerbang Cikampek Utama membayar 20.000 rupiah.

Tepat jam 22.00 WIB, kepala pun terasa beputar kala tangisan rara jatuh dalam pelukanku. Perjalanan ke Sleman pun terhenti di Jabung Pandawaharjo. Tiga Belas jam perjalanan darat bersama keluarga menjelang Ramadhan 1444 Hijriyah menjadi ceritaku.

Busway TransJakarta

Usai revitalisasi, layanan transportasi terintegrasi di Ibukota manarik minatku sebagai pelanggan. Rute Ragunan ke Kuningan Madya Aini menjadi memori yang terus diukir dalam kenanganku.

Rapi dan Apik penataan terutama shelter Ragunan. Selasa, 28 Februari 2023 di pagi hari, layanan penjualan tiket berupa kartu melalui mesin itu menjadi pengalaman pertamaku. Keramahan petugasnya yang menjelaskan cara bertransaksi melalui mesin kotak penjualan tiket bus dengan pecahan Rp.20.000 telah ikut mengantar perjalanku menuju kantor.

Layanan Transportasi di Jakarta ini masih mempersyaratkan masker untuk dapat mengikuti perjalanan menuju tujuan yang telah disediakan. Aku yang kelupaan membawa masker, diberikan gratis oleh petugas berseragam bertuliskan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Antrian menuju ke busway pada jam delapan pagi, tak begitu panjang. Tak sampai lima menit, aku pun mendapati tempat duduk di bagian belakang untuk tujuan akhir Halimun. Waktu perjalanan mencatatkan 45 menit sebelum meninggalkan halte pemberhentian yang berada dibawah moda angkutan kereta LRT.

Pada perjalanan balek menuju Ragunan, laju busway sangat terhambat. Tak nampak Jalur khusus sepanjang HR Rasuna Said yang seharusnya dilengkapi pembatas sejak adanya proyek pembangunan LRT. Underpas Mampang dan beberapa jalur putar balik menyebabkan antrian busway yang tak terelakkan.

Tak ayal, perlu satu jam untuk sampai di pemberhentian kuningan timur sebagai pemberhentian transit rute yang lain. Sampai disini, kegelisahanku melihat laju kendaraan motor yang begitu kencang. dalam otak pun berkata “tau gini naik motor aja yach” hahahaha.

Pemilahan arsip untuk alih media

Isu perpindahan Ibukota ke IKN berpengaruh penentuan rencana kerja arsiparis penyelia. Satu tugas yang aku dedikasikan untuk instansiku adalah adalah menata dan menyimpan arsip inaktif.

Kemudian paradigma “peran” menjembatani dalam pencapaian kinerja unit organisasi. Berada pada indikator layanan umum, kearsipan Ditjen Migas memberikan sumbangsih dalam layanan perkantoran.

Jika dibahasakan, mewujudkan ruang kerja yang bersih dari tumpukan dokumen akan mengharmonisasi dukungan manajemen organisasi.

Dari isu IKN dan paradigma peran untuk organisasi/inatansi di atas maka tulisan ini mengantarkan pemaknaan kerja kearsipan untuk mempersiapkan akses yang lebih baik. Tatkala arsip tidak lagi berada di unit kerja, maka aksesibilitas nya diuji dengan bentuk layanan penelusuran.

Begitu pula nanti tatkala perpindahan kantor ke IKN yang berada di Pulau Kalimantan. aksesibility arsip memerlukan persiapan bukan saja menata dan menyimpan namun merubah media simpan ke dalam format digital.

Kenapa format digital? Sebagaimana perundangan kearsipan bahwa alihmedia yang diantaranya ke format digital diyakini mempermudah dan membantu akses terhadap arsip. Dengan demikian pemilahan arsip inaktif untuk alihmedia menjadi penting untuk ditetapkan sebagai kinerja arsiparis penyelia.

Arsip Pensiunan

Malam mas nurul, Maaf ganggu, Punya DRH Bapak R. E. Hutagalung, infonya pensiunan Ditjen Migas” pena Agus Analis SDM Madya pada tanggal 23 Januari 2023. pertanyaan dari pengguna arsip menjadi penyubur semangat berkearsipan.

Tak sepi pelanggan, ibarat penjaja layanan, kearsipan Ditjen Migas terus memberikan penelusuran arsip. Seperti penggalan pena pengelola kepegawain untuk arsil pensiunan.

Pengabdian PNS dalam bekerja menjadi pemandangan yang perlu diungkap kembali. Setidaknya untuk pensiunan atas nama Rossip E Hutagalung yang dibacakan kala pelepasan jenazah.

PNS pada golongan terakhir IV/c, Pembina Utama Muda di Ditjen Migas. dua puluh lina tahun mengabdi dengan jabatan terakhir Kepala Sub Direktorat Pengangkutan dan Penyimpanan pada Direktorat Pengolahan dan Niaga Migas sampai dengan tahun 2003.

Ke Sleman

Kembali ke Rest Area 429, sedikit mlipir dari agenda ke Cilacap yang seharusnya telah terhenti di gerbang Tol Pejagan KM 240 an. Dengan nalar penuh resiko menyelipkan agenda menemui adik yang telah melahirkan bayinya. Kebetulan agenda Cilacap memang mundur dari jadwal 25 ke 28 November 2022.

Di Rest Area 102, dua potong ayam dan sebungkus kentang goreng menjadi pengisi perut ketiga bocah yang terpaksa harus mengikuti orang tuanya demi menjaga ikatan kekeluargaan. Laju B1171EOK terhenti di KM 318 untuk segelas kopi hitam seharga delapan ribu rupiah untuk sela kantuk.

Tujuan akhir gerbang Bawen pun terlewatkan sampai pada gerbang tol Boyolali di KM 480 an. Perjalanan malam berkendara bersama keluarga kecilku, berdurasi lebih dari 12 jam. Lepas sholat Ashar di Mushola Al Ukhuwah Villa Tanah Baru, sampai di Sucen Triharjo Sleman jam 5 pagi.

Bubur gudeg di Jalan Monjali dengan lauk sayap ayam kampung mengawal kehangatan berkengkerama atas kedatangan jabang bayi yang diberikan nama Chika. Tak lama desakan rasa kantuk berhasil menenggelamkan tubuhku di lautan kapuk. Tidur berasa di setengah jalan karena ajakan Dipta ke rumah Kakung di Jabung.

Sampai disini, rangkaian kata kata ini demi meninggalkan memori kembali ke Sleman. Akhir pekan berada di daerah istimewa. Rasa pun menggelinjang untuk perjalanan tugas kantor ke Cilacap esok hari di Minggu 27 November 2022. Pasalnya, cap dan tanda tangan pada blangko yang aku cetak di toko fotokopi akan menentukan nilaiku.

Sama halnya nilai yang aku kumpulkan di episode Bantil 16-18 November 2022. Dua kali di bulan November untuk kembali ke Sleman Yogyakarta.

Denah Penyimpanan Arsip By Desi

Susunan boks arsip yang tidak teratur telah mengelitik nalar Desi. Kondisi Penyimpanan boks arsip di dalam lemari secara acak tak mampu menahan ucapannya. “kenapa sih pak, kok menata arsipnya tidak urut? ” Ucap Desi, Mahasiswa Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi (PARI).

Pengaturan secara sistematis secara berurutan menjadi ciri kearsipan. Logika Filling System telah merasuk pada mahasiswi semester tujuh di Kampus Yogyakarta. Sistem kronologis, geografis, Alfabhetis, Numerik mencirikan pengaturan kearsipan.

Logika Desi pun menarik buatku sebagai mentor Praktek Kerja Lapangan (PKL). Aku pun segera memberikan tugas untuk membuat denah penyimpanan yang diawali dengan mentabulasi atau mengolah data ribuan boks yang berada di ruang penyimpanan arsip. Pemilihan aplikasi perkantoran MS Word untuk memulai mentabulasi data hars kuarahkan ke penggunaan Pengolah Data MS Excel.

Lewat dari satu pekan dalam mentabulasi data boks, Desi pun mendapat giliran presentasi. Dihadapan tim arsip, presentasi untuk mahasiswi PKL membentuk kecakapan komunikasi publik. Meski pemaparan melalui file Excel yang telah disusun beberapa hari, forum pemaparan pun mengundang nalar kearsipan secara kolektif.

Himpunan seri atau jenis arsip yang berhasil diketik pada kolom Excel memerlukan editing. Satu seri arsip identik dengan satu daftar arsip. Meski lokasi simpan satu seri arsip berada di lemari atau roll opeck yang tidak berurut, namun secara cepat dapat terlacak. Sampai disini, Desi merasa terhambat dengan kode kode yang mencerminkan klasifikasi arsip dan kode unit kerja.

Bahkan ketidakkonsistenan dalam penulisan label boks, menyulitkan Desi untuk mengidentifikasi satu kesatuan seri arsip. Misalnya label “SPM Inf” Yang mewakili seri arsip pembayaran infrastruktur migas. Atau kode MG.03.08 yang menjadi salah satu seri arsip sesuai dengan Klasifikasi Kementerian ESDM.

Praktik kerja sembari belajar membawa Desi semakin cakap dalam memahami ilmu terapan kearsipan. Dengan penyusunan Denah Kearsipan maka Desi mulai mengerti apa sarana retrivel atau sarana akses penyimpanan fisik kertas sebagai media rekam informasi. Lebih dari sembilan ribu boks dan lebih dari 72 seri arsip memerlukan pendekatan praktis dalam pengelolaan nya.

Denah penyimpanan arsip tergambar melalui gambar atau simbol yang akan memandu petugas arsip dalam menelusuri lokasi penyimpanan. Denah penyimpanan memerlukan tabulasi data seri atau jenis arsip, nomor lemari, unit kerja pemilik arsip, urutan boks, urutan folder, urutan lemari, yang nanti akan mengkonfirmasi keberadaan penyimpanan fisik kertas arsip.

Pengolahan data penyimpanan arsip yang sistematis dapat menyajikan informasi yakni daftar arsip simpan sesuai jenis arsip, daftar arsip simpan sesuai lemari arsip, penyimpanan arsip sesuai unit kerja pencipta,grafik penambahan arsip, informasi ketersediaan slot penyimpanan arsip, jumlah total koleksi arsip, dan seterusnya.

Pada bagian akhir, Desi sebagai calon manajer arsip diharapkan mampu menggerakkan petugas arsip untuk menghasilkan susunan penyimpanan arsip secara sistematis. Selain kemudahan akses, perlu kiranya memperhitungkan sumber daya waktu penyelesaian pekerjaan penyusunan boks arsip ke dalam lemari.

Perpisahan Kasubag Tata Usaha

Dari dulu, wanita senantiasa mengisi hati kita, bukan karena pecinta wanita, semua pun mengangguk ada sosok ibu sebagai wanita, manusia pertama dalam hidup kita

Wanita pun menjadi pusaran cerita di tiap berita, contoh nyata, kisah tembakan senjata di duren tiga.

Kala pertama masuk kerja, aku jumpa wanita perkasa , nama evita… Lanjut dengan Direktur teknik pertama ibi surya, dan bu rini sesditjen pertama kita. Samudera ilmu dan pelajaran kehidupan nyata ada di sosok wanita

Perempuan bisa, adalah ungkapan untuk kesan bu ike kasubag tata usaha. Insinyur perminyakan Universitas Trisakti yang mengambil sumpah PNS pada tanggal 25 Maret 1986 dihadapan Kepala Lemigas, Ditjen Migas. Menduduki jabatan Penata Muda terus berkarya (37 tahun) tak pernah melewati sedikit pun peluang untuk maju meraih masa jaya.

Lepas yudisium Magister Manajemen, kepercayaan sebagai Kepala Sub Bagian Kepegawaian pada tahun 2009 tak dijadikan sia sia. Pak dani, mbak rubi, mbak Novi dan kawan kawan berhasil ke China.

Sampai di tahun ketiga tepat tahun 2012 kembali ke wilayah kerja, Direktorat yang turut menumbuhkan semangat insinyur Perminyakan Tri Sakti. Meski wanita, ketegasan dalam bimbingan tak menolehkan fokus para staf bekerja. Tak hanya kerja pun raihan sejahtera serta pembelaan kepada studi anak buahnya. Itu ceritanya waktu memberikan paraf tugas belajar untuk pak Hotma…

Singkat cerita, mampu kembali bersama kita bahkan tatkala pejabat pria yang sempat mengalami badai ujian bekerja, bagiku sangat luar biasa. Ikatan relasi dan semangatnya, menyatakan diri dalam bingkai kesetiakawanan solid begitu terbina.

Juli 2019, tata usaha pun dipertemukan Wanita Bisa. Luar biasa dalam setiap langkah dan geraknya. Tak perlu butuh waktu dalam penyesuaian, gap keteknikan ke sekretariatan memang jauh berbeda.

Bersama bimbingan kerjanya, tata usaha mampu menghadirkan eselon dua dalam acaranya. Bukan sekali tapi ketiga. Arsip Migas pun dikenalkan industri Hulu migas, waktu itu kita diajak ke PUDC pasar minggu. Rapat di Taman Tekno PND, dan di akhir taun 2021 rutin berkunjung ke Mahkamah Konstitusi, Kementerian Perhubungan, PGN, PPATK, Planologi Kehutanan.

Akhirnya, ungkapan kalimat Presiden Amerika mengakhiri kesan pesan staf kepada atasan yang Purnanhakti. “Jangan Kau tanya kan apa yang negara berikan, tapi tanyakan pada kita apa yang telah kita kerjakan demi negara.

Jangka Waktu Simpan Rekaman

Dalam pemenuhan peraturan pasal 48 Undang-Undang Nomor 43 tahun 2009 tentang JRA(jadwal retensi arsip), Ditjen Migas mengacu Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 187 tahun 2020.

Hal ini bertujuan untuk mendukung kelancaran pengelolaan arsip sebagai bukti akuntabilitas kinerja instansi dan bisa juga
dijadikan sebagai pertanggungjawaban nasional.

Keputusan tersebut menetapkan dua kategori JRA (jadwal retensi arsip), yang pertama jadwal retensi arsip substansi. Retensi arsip substantif adalah arsip yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Berbeda dengan substansi yang hanya dimiliki kementerian, arsip fasilitatif adalah arsip yang berkaitan dengan bidang fasilitatif yang meliputi keuangan, kepegawaian, perencanaan, evaluasi dan kerjasama, hukum, organisasi dan ketatalaksanaan, kearsipan, ketatausahaan dan kerumahtanggaan, hubungan masyarakat, kepustakaan, informatika/SIM/TIK, pengawasan dan perlengkapan.

Jadwal Retensi Arsip memuat jenis arsip, jangka waktu penyimpanan atau retensi dan keterangan. Retensi dibedakan menjadi dua golongan yaitu retensi aktif dan retensi inaktif. Retensi aktif adalah penetapan dengan pertimbangan di unit pengolahan dengan perhitungan waktunya sejak arsip
diciptakan dan diregistrasi.

Sedangkan retensi inaktif adalah retensi yang ditetapkan dengan pertimbangan untuk kepentingan kerja terkait dan kepentingan lembaga yang dihitung sejak arsip
selesai masa simpan aktifnya.

Kemudian terkait dengan “keterangan” dibedakan menjadi tiga yakni “musnah”, ” permanen”, dan “dinilai kembali”. Pada kterangan ” Musnah” apabila pada masa akhir retensi arsip tidak memiliki nilai guna.

Pada keterangan “permanen”, ditentukan apabila memiliki nilai guna kesejahteraan. Sedangkan untuk keterangan “dinilai kembali” ditentukan pada arsip yang berpotensi menimbulkan sengketa atau perselisihan.

Memori Pelantikan JPT

Memori pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Kementerian ESDM di hari Selasa, 9 Agustus 2022 sebagaimana telah diberitakan melalui websitenya esdm.goid adalah rotasi Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas (DME) yang semula dijabat oleh Bapak Mustafid Gunawan ke Bapak Noor Arifin Muhammad.

Pelantikan oleh Menteri ESDM pada tanggal 9 Agustus 2022 telah mengembalikan pada jabatan semula dimana sesuai SK Menteri ESDM tanggal 21 September 2018, Bapak Mustafid jabatan lama Direktur Pembinaan Program Migas.

Pergeseran JPT pada Ditjen Migas pun terlaksana dimana Bapak Noor Arifin Muhammad, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas dipercaya memimpin Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Migas.

Pada tanggal 13 September 2022, kembali terlaksana pelantikan JPT pada Direktorat Jenderal Migas dimana Ibu Soerjaningsih mutasi ke BPH Migas sebagai Direktur Gas Bumi. Bersama pegawai Ditjen Migas pada masa nya, yakni Bapak Alfon rotasi ke JPT Sekretaris BPH dan Bapak Sentot sebagai Direktur BBM.

Sejak pelantikan pada tanggal 1 Februari 2021, Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas di pimpin oleh Ibu Soerjaningsih yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM tanggal 30 Januari 2021. Akhirnya, catatan ini mengantarkan memori masa jabatan Direktur DMO 1 Februari 2021 s.d. 13 September 2022 terhitung sejak pelantikan oleh Menteri ESDM. Teranyam pula memori masa jabatan Direktur DME Pada tanggal 21 September 2018 (sesuai SK) sampai dengan 9 Agustus 2021 (sesuai pelantikan).