
Menariknya kearsipan. Pengelolaan informasi terekam melekat pula keterhubungan antar organisasi. Wawasan pengelola arsip terwarnai oleh luasnya jangkauan transaksi kegiatan organisasi. Informasi yang terekam dalam naskah kedinasan, terindentifikasi dalam kerangka pelaksanaan manajemen atau administrasi pada organisasi.
Contohnya, organisasi berbentuk Direktorat Jenderal, transaksi kegiatan perencanaan kegiatan dan anggaran berada di unit dukungan manajemen internal atau Sekretariat Ditjen.
Keterhubungan lembaga legislatif dan eksekutif tertangkap pada fungsi penganggaran dan pengawasan, dari informasi yang terekam di unit dukungan manajemen internal.
Unit Sekretariat Ditjen dengan unit setingkat dibawah yakni Bagian Rencana dan Laporan mengkompilasi bahan rapat dengar pendapat di DPR RI, bahan rapat kerja dengan Komisi VII (urusan energi) dalam kerangka koordinasi fungsi penganggaran dan pengawasan oleh dewan.
Jangkauan transaksi kegiatan yang identik data dukung, bagian rencana dan laporan menempa para staf dan administrator menjadi yang diandalkan. Dampak kehandalan unit kerja itu, bukan hanya pengurusan data yang valid, namun juga jenis pekerjaan koordinatif. Tak heran jika Bagian rencana dan laporan mengorbitkan staf dan pejabat administrator berada pada jalur karir PNS yg menawan.
Meski transaksi kegiatan terkesan hanya mengkompilasi data, namun di sajikan kepada manajemen bahkan sampai ke pucuk pimpinan dan untuk keperluan menteri. Pun tak terlepas saat pimpinan harus menghadiri rapat kabinet, rapat dengan wakil presiden, sampai rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator.
Bagian rencana dan laporan pada sekretariat Ditjen merupakan rumah jabatan fungsional perencana. Meski terdapat unit lain yakni Direktorat pembinaan program. Perencana yang berkolaborasi dengan jabatan Pranata komputer menjadikan bagian rencana dan laporan merupakan counterpart yang handal untuk Biro Perencanaan dan juga Pusat Data dan Informasi.
Seiring dengan perkembangannya transaksi kegiatan seperti pengukuran akuntabilitas kinerja dan reviuw anggaran yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal, mengasah kehandalan Bagian Rencana Laporan sebagai Unit counterpart.
Pun pada kegiatan penyusunan RKAKL yang diawali dari pembinaan mekanisme penyusunan ToR dan RAB. Bagian rencana laporan pun mutlak terhubung dengan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.
Akhir ulasan ini, kearsipan telah membawaku belajar mendalami kiprah unit kerja “Bagian Rencana dan Laporan” dalam keterhubungan antar lembaga atau antar instansi bahkan lintas unit organisasi.
.







