Thole belajar sepeda 🚵 

 “Pak besok aku mau belajar” kata Thole. Akhir perdebatanku dengannya. Dua roda kecil dipinggir roda utama belakang, akhirnya dilepas. Thole mengganti penopang keseimbangan dengan kedua kaki saat menginjak pedal sepeda.

Lepas beres dari bengkel, Thole pun tak sabar  bersepeda. Mungkin tertular demam bersepeda yang merebak dimana mana. Setelah berbulan bulan absen, hari Minggu 4 Juli 2020, Thole pun kembali naik sepeda. Terlihat keceriaan di wajahnya, layak terobati kekangenannya untuk bersepeda.

Wajar kalo Thole kangen bersepeda. Sejak pertengahan Maret, sepedanya disimpan rapi di dalam rumah. Selain kedua ban tak terisi angin, kondisi pembatasan sosial sebagai dampak Pandemi COVID19, mencegah anak anak untuk keluar rumah. Bahkan hanya untuk bersepeda. 

Pungkasan, catatan ini menjadi pengingat semangat Thole belajar bersepeda. Sepeda tanpa roda kecil di kanan dan di kiri. Sepeda roda dua. Semangat belajar bersepeda hari ini pun memantik kebanggaan ibunya. Tawa bahagia bercampur bangga, menyaksikan perkembangan anak yang mau untuk belajar.

Begitu malam tiba, sebelum tidur, perbincangan kecil antara aku dengannya pun menandaskan kembali, Thole akan belajar bersepeda esok hari. “ya, belajar sendiri aja, gk sama bapak lagi, Ta sudah Bisa” katanya

Buletin, Penjaga Rekaman Organisasi

Terbitan berkala pada Instansi Pemerintah seperti Buletin Migas, merupakan bentuk media penjaga rekaman kegiatan organisasi. Informasi organisasi  tersaji secara apik. Setiap agenda kegiatan, regulasi terbaru, perhelatan, sampai implementasi kebijakan dan rekaman pelaksanaan substansi kegiatan dibungkus dan disajikan lengkap dengan data dan visualnya. 

Misalnya pada Edisi ketiga Tahun 2015, Buletin Migas menyampaikan data Kontrak Kerja Sama (KKS) Migas yang memiliki jangka waktu 30 tahun dan dapat diperpanjang sampai dengan 20 tahun. 

  1. Wilayah Kerja Mahakam
    • WK Mahakam yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur, 6 Oktober 1966 – 11 Januari 1997 dan berakhir 31 Desember 2017, berbentuk kontrak Bagi Hasil atau Production Sharing Contract. Adalah Total E&P Indonesia dan Inpex sebagai Bentuk Usaha Tetap (BUT) atau badan usaha yang mengelola Blok Mahakam sebelum dipegang oleh Pertamina.
  2. Wilayah Kerja Muriah
    • WK Muriah terletak di Jawa Tengah, 20 Mei 1991 oleh Shell B.V sebelum akhirnya dibeli oleh Petronas Carigali Ltd di tahun 2004. WK ini memiliki dua lapangan yakni Kepodang dan Tambak Lorok. 
  3. Wilayah Kerja ONWJ
    • WK ONWJ terletak di Jawa Barat, 19 Januari 1967 oleh BP West Java sebelum akhirnya diakuisisi oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) pada 1 Juli 2009. 

Buletin menjadi satu bentuk media agar rekaman kegiatan menjadi lebih informatif dan berguna bagi organisasi. Meski memiliki ciri khas bentuk cetakan, dan dalam jangkauan distribusi yang terbatas, namun secara isi lebih lengkap dibanding dengan Website instansi pemerintah yang juga merupakan satu bentuk lain dalam penjagaan rekaman kegiatan organisasi. 

Arsiparis Transformasi 

Bertambah lebih dari 2.300 arsiparis di instansi pemerintah. Lonjakan dari bonus transformasi Jabatan baik Kementerian maupun non Kementerian sampai ke Pemerintah Daerah. Pejabat administrator dan pengawas dalam kesamaan rumpun kearsipan, ditargetkan dapat menduduki jabatan arsiparis.

Tanpa menafikan berkurangnya arsiparis karena pensiun dan penambahan dari penerimaan CPNS Tahun 2020. Namun Program Presiden dari Penyederhanaan Birokrasi menyuntik tambahan jumlah arsiparis. 

Regenerasi arsiparis yakni pada jalur umum atau pengadaan CPNS sesuai formasi, tentu menjadi regenerasi reguler. Kemudian regenerasi pun muncul seiring kebijakan Inpassing. Kebijakan tersebut mengakomodir perpindahan jabatan ke arsiparis. 

Baca juga “arsiparis umum dan Inpassing tautan 👇 

https://wp.me/pa4ylH-ch

Selamat bergabung di habitat tumbuh dan kembang kearsipan di Indonesia bagi arsiparis transformasi. Kehadiran arsiparis transformasi menjadi suntikan sumber daya kearsipan. Ribuan pejabat administrator dan pengawas urusan ketatausahaan, umum, organisasi atau serumpun menjadi bentuk kekuatan sumber daya kearsipan yang baru.

Jika sebelum berjuluk pejabat struktur yang mengurus kearsipan,kini menjadi Arsiparis. Tentu lebih memberikan gebrakan dalam pembangunan kearsipan dengan bekal perpengalaman pada jenis pekerjaan manajerial.

Pungkasan, tiga kelompok regenerasi arsiparis yakni arsiparis sesuai formasi CPNS/jalur umum, arsiparis Inpassing dan Selamat Datang kepada Arsiparis Transformasi Jabatan. 

Pasif, istirahat, kok akuntabel

Pernah mendengar pendapat pakar kearsipan bahwa organisasi kearsipan lebih bersifat pasif? Organisasi Kearsipan yang berbentuk unit kearsipan maupun lembaga kearsipan, muara akhir siklus rekaman kegiatan. 

Meski pendekatan RCM berpandangan tiada yang akhir dari rekaman kegiatan, namun dengan pendekatan daur hidup arsip, organisasi kearsipan menjadi tempat dan atau organisasi penerima pemindahan dan penyerahan segala rekaman kegiatan organisasi negara. 

Pendekatan daur hidup arsip yang di adob oleh Undang Undang tahun 2009 tentang Kearsipan menambah nyata bahwa Organisasi Kearsipan menitikberatkan pada muara aliran rekaman kegiatan dan peristiwa kebangsaan dan kenegaraan. Dalam tulisan ini, istilah “pendekatan” bisa juga disebut “teori” 

Karakteristik organisasi kearsipan lebih bersifat pasif. Jika dibanding peran organisasi yang sama sama menangani rekaman kegiatan atau pengelolaan informasi organisasi atau dokumentasi, organisasi kearsipan lebih nyata pada penyediaan pintu dan ruang peristirahatab rekaman kegiatan. 

Sejauh pengalaman empirik sebagai arsiparis di unit kearsipan selama 10 tahun, tuntutan organisasi kearsipan adalah kehandalan dalam penyimpanan informasi/rekaman kegiatan setelah unit pengelola informasi atau dokumentasi di organisasi. 

Geliat pembangunan nasional, melalui agenda setting nasional, organisasi kearsipan diharapkan mampu menjadi dukungan akuntabilitas kinerja organisasi. Rekaman kegiatan yang reliabel dan autentik yang menjadi ciri khas arsip diharapkan mampu menjadi bukti dukung akuntabilitas termaksud.

Uraian di atas mengantarkan pada tiga poin yakni organisasi pasif, sebagai tempat peristirahatan rekaman kegiatan, bukti dukung akuntabilitas Kinerja organisasi.

JRA

Jadwal Retensi Arsip menjadi patokan masa simpan arsip. Pada jadwal tersebut terdiri kolom antara lain jenis atau seri arsip, masa simpan aktif (central file), masa simpan inaktif (records center),dan keterangan nasib akhir musnah atau permanen. 

Bagi para arsiparis, tentu sudah tidak asing lagi dengan Jadwal Retensi Arsip atau yang disingkat dengan JRA. Bahkan dari para pembaca, tentu banyak yang berpengalaman dan pernah terlibat langsung dalam penyusunan JRA. 

Hal yg menjadi catatan dalam penyusun JRA ialah penetapan metodologi atau pendekatan yang akan dipergunakan. Misalnya metodologi penentuan jenis atau seri arsip. Apakah jenis atau seri arsip mendasarkan daftar koleksi arsip yang disimpan atau berdasarkan analisa fungsi organisasi.

Proses meraba dan mendalami tiap jenis arsip tentu memerlukan cukup waktu. Diharapkan seluruh jenis arsip yang tercipta di suatu organisasi dapat termuat dan tertulis pada salah satu kolom JRA. Untuk menjembatani hal tersebut, agar semua jenis arsip dapat masuk pada kolom JRA, maka sering kita dengar  satu pendekatan lain yakni dengan analisa tugas dan fungsi organisasi.

Metodologi analisa tugas dan fungsi organisasi, tidak jarang menuai kritik karena akan terbentur pada numenkelatur unit kerja yang dilebur atau dihilangkan. Selain itu, pendekatan analisa organisasi tidak serta merta menyebut jenis arsip sesuai koleksi atau Bentuk yang tersebut dalam daftar arsip. Bahkan untuk tujuan implementasi lapangan, seri arsip yang terindentifikasi dengan metode analisa tugas dan fungsi organisasi, masih memerlukan penafsiran oleh para arsiparis. 

Misalnya: telah ditentukan seri “rekaman kegiatan dan peristiwa dalam pelaksanaan urusan pengelolaan informasi Direktorat Jenderal” maka Arsiparis perlu memastikan kembali jenis jenis arsip yang tercipta dari pelaksanaan kegiatan pada sub bagian pengelolaan informasi pada Bagian Rencana Laporan, Sekretariat Direktorat Jenderal. 

Jenis Naskah, dasar penomoran surat

Pak, masih sering muncul kesalahan dalam pemilihan jenis naskah dinas oleh para pegawai pada aplikasi persuratan online” kata seorang operator atau petugas surat, saat menemuiku di ruang arsip. Sembari membawa beberapa pcs boks arsip yang belum dilipat, ia pun menjelaskan masih perlunya sosialisasi kepada pada konseptor naskah (pegawai) tentang penentuan jenis naskah dinas. 

Sebagai pegawai yang berperan dalam pemeriksaan net konsep naskah dinas dan pengaturan spesimen tanda tangan elektronik sebelum disampaikan kepada pejabat yang berwenang, ia pun menyayangkan jika harus mengembalikan data net konsep kepada konseptor hanya karena kesalahan penentuan jenis naskah. 

Dari Informasi petugas surat (operator) tersebut, aku pun mendapatkan bahan masukan monitoring dan evamuasi aplikasi persuratan online. Monitoring dan evaluasi tersebut dimaksudkan agar alur data persuratan dinas via aplikasi dapat lebih efektif atau tidak memakan waktu karena harus dikembalikan oleh petugas surat (operator). Berikut beberapa hal diantaranya:

  1. Sosialisasi persuratan terkait pemilihan jenis naskah dinas dapat disampaikan dengan pesan pop up saat konseptor memilih jenis naskah
  2. Isi pesan seperti diantaranya 
    • jenis naskah akan berpengaruh pada tampilan urutan serta kode jenis naskah dinas
    • Pilihlah jenis naskah sesuai dengan format net konsep (file Pdf) yang diunggah dan akan ditandatangani
  3. Kondisi saat ini, perubahan jenis naskah dinas hanya dapat diubah oleh konseptor atau Pejabat Pemeriksa surat, hal tersebut mendesak operator atau petugas surat untuk mengembalikan data net konsep naskah dinas. Untuk itu perlu kiranya pada user operator/petugas surat dapat diberikan akses untuk mengedit jenis naskah dinas
  4. Dengan diberikannya akses user operator atau petugas surat untuk melakukan perubahan, sejatinya mendudukan fungsi unit ketatausahaan dalam pelaksanaan menjaga persuratan sesuai dengan tata naskah dinas yang berlaku. 
  5. Pengguna aplikasi persuratan online yang disebut operator atau petugas surat merupakan perpanjangan tangan unit ketatausahaan. Dimana salah satu tugas urusan ketatausahaan adalah pelaksanaan urusan persuratan sesuai kaidah dan ketentuan yang berlaku pada kearsipan. 

Akhirnya semoga ulasan diatas menjadi dapat menjadi bahan yang dapat membuka perhatian dalam urusan persuratan. Laju Birokrasi yang syarat dengan proses administrasi, tentu tidak dapat dipisahkan dari struktur arsip. Struktur arsip terindentifikasi dari bentuk atau format naskah. Bentuk korespondensi yang pada umumnya berbentuk surat dinas dan nota dinas memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu juga jenis naskah dinas seperti naskah dinas arahan, naskah dinas bentuk khusus dan seterusnya. 

Baca juga

https://wp.me/pa4ylH-ix

MC Pelepasan Jenazah

Aku memandu acara pelepasan jenazah. Kesempatan dalam peran kemasyarakatan. Kebutuhan antar manusia dalam seremonial sederhana, menjadi penghargaan hubungan bertetangga. Berawal dari permintaan ketua RT bersama perwakilan tuan rumah kepadaku hari ini, menjelmakan diri sebagai seorang MC Pelepasan Jenazah.

Tanpa pikir panjang, 15 menit sebelum dimulai, aku pun menerima permintaan tersebut. Melalui gawai yang terhubung mesin pencari, aku pun menselancar pada dunia maya. Kudapati laman sebagai bahan improvisasi seni berbicara di tengah forum. Dari laman 👇 

https://www.adityaparamasetiaboedi.com/2019/02/contoh-teks-mc-naskah-acara-pelepasan.html?m=1

Kata demi kata pun terucap, kadang terlewat. Pada nalarku hanya berpendapat bahwa Pemandu Acara Pelepasan Jenazah berbeda dengan seremonial lain. Perbedaan itu berada pada kepadatan dan kesederhanaan kata demi kata. Tanpa terlalu basa dan basi, dengan tujuan segera terlaksananya prosesi pemulasaran. Acara harus lebih cepat terselesaikan. Berikut ini adalah kata kata itu:

Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh, Hadirin yang terhormat, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada hari Sabtu, tanggal 28 Juni 2020 kurang lebih jam 23.00 WIB di Rumah Sakit…….. , Jakarta Selatan, Bapak……. telah berpulang ke Ramatullah. Sebelum acara pelepasan terakhir Jenazah menuju tempat pemakaman akan dimulai, marilah kita panjatkan doa agar segala amal pengabdian almarhum diterima di sisi Allah, tak lupa segala kesalahan diampuni serta mendapat tempat di sisi Nya. 

Hadirin yang kami hormati, perkenan kan kami selaku sebagai pemandu acara pelepasan jenazah menyampaikan yakni urut urutan acara yakni sambutan tuan rumah, ucapan bela sungkawa oleh ketua lingkungan dan doa oleh Al mukarom ustad…. 

aku pun melewatkan pembacaan riwayat almarhum, Nama…. Tempat tanggal lahir… Usia…. Keluarga yang ditinggalkan, istri atas nama ibu…. , ketiga anak, ananda….. ,….. , dan….

Hadirin yang kami hormati, kami persilahkan kepada perwakilan tuan rumah untuk menyampaikan sambutan nya…. 

Hadirin yang kami hormati, selanjutnya ucapan bela sungkawa oleh ketua Lingkungan, kepada Bapak Ketua RT kami persilahkan 

Hadirin yang kami hormati, sebelum acara Doa dan nanti kan dilanjutkan dengan Sholat Jenazah yang akan dipandu oleh almukarom Ustad….. Jika terhadap salah dalam tutur kata, mohon dapat dibukakan pintu maaf yang sebesar besarnya. 

Kepada al Mukarom Ustad…… Kami persilahkan untuk melanjutkan acara doa dan nanti sampai dengan selesainya Sholat Jenazah. Akhirukalam, Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh 

Akhirnya, catatan ini akan menjadi perjalanan naik turun kedewasaan dalam kehidupan bermasyarakat. Bagiku kesempatan perdana ini menjadi momentum bahwa peran kemasyarakatan menjadi penghargaan sesama manusia. Bahwa manusia harus menjadi manfaat untuk manusia lain. 

Menulis

Berapa ya.. pembaca tulisanku hari ini? cek ah statistik  jumlah pembaca tulisan di minggu ini ah” bisik hati. Apakah bisikan hati seperti itu juga menerpa temen2? Aku kok begitu y, di tiap harinya. Apakah itu wajar y? 

Otaku pun terus dibayang bayangi pertanyaan pertanyaan itu. Memantau jumlah pembaca tiap harinya dan menargetkan puluhan pembaca.

Membagikan tulisan ke beberapa WAG untuk meraup jumlah pembaca. Men share tulisan di Facebook demi menjaring sebanyak mungkin pembaca pun aku lakukan. Sehari tiada berlalu tanpa perhatian membuat satu tulisan mempromosikan dan memantau capaian pembaca.

Sesaat rasaku pun berbisik bahwa ini tidak baik. Nalar bergejolak menolak kebiasaan diri. Namun jarang si nalar membela rasaku, alih alih semakin mendukung kebiasaan. Disini aku sebut kebiasaan berulang tanpa mekanisme nalar. Perbuatan yang terus berulang bahkan diatas titik kesadaran. 

Hari demi hari terus terpancing untuk mengkondisikan agar tulisan yang di unggah pada blog dapat terbaca sebanyak mungkin. Fenomena apa ini? Apakah rasaku “kondisi tidak wajar” tak didukung oleh nalarku. Kenapa nalar yang notabene kondisi dalam sadar kalah telak dengan kebiasaan diluar kesadaran?

Rasa, nalar, dan kebiasaan belumlah sinkron dengan kondisi sebenarnya. Apakah ini yang disebut pengaruh media sosial? Apakah aku sudah berada pada kondisi selalu terpacu untuk menggiring orang agar sesuai dengan keinginanku? Apakah aku berada pada bangunan pencitraan, dimana yang aku mau dipandang hebat oleh orang lain? 

Tulisan ini hanya akan menjadi catatan renungan diri, atau boleh jadi sebagai bagian proses meneliti diri sendiri. 

  1. Setiap hari, aku terpacu untuk posting tulisan demi predikat “tiada hari tanpa tulisan“. Meski pada akhirnya juga harus menyerah karena tiga hari sedang ada gangguan kesehatan. 
  2. Hari hari, aku selalu penasaran akan jumlah pembaca. Fasilitas statistik jumlah pembaca pada WordPress selalu menjadi langkah saat memegang gawai. 
  3. Aku pun sudah berada pada kondisi untuk menargetkan jumlah pembaca dengan cara membagi pos baik di beberapa WAG dan Facebook. 
  4. Sesaat kembali teringat, tujuan utamaku dalam menulis di blog yakni sebagai dokumentasi pribadi. Namun terlumuri pengaruh bahwa menulis di blog menjadi bagian proses pembangunan citra diri. 
  5. Pergolakan yang terjadi antara rasa dan nalar serta kebiasaan diluar kendali diriku. Rasa ini sudah menghakimi bahwa aku menjadi korban pencitraan melalui tulisan. Nalarku pun mendukung rasa namun senantiasa lepas kontrol dalam praktik dan kebiasaan harian. 

Pungkasan, aku mulai mendefinisikan titik kewibawaanku dalam menulis berada pada ketulusan diri. Lebih tepatnya berusaha tulus. Tulus, jika aku tak mendapatkan sesuatu dari orang lain atas tulisanku. Meski tak menolak jika sesuatu itu datang kepadaku. 

Akhirnya, aku pun putuskan biarlah semua terus mengalir. Benar atau salah, jadi korban sosial media, merasa diperbudak atas jumlah pembaca, sampai menyebut diri dalam proses membangun citra diri, biarlah bercampur baur dalam kegelisahan otaku. Ini perjalananku atas kehidupan di dunia. 

Jiwaku di Mushola 

Enggak tau apa benar atau salah. Dan enggak tau kenapa hari hari suka untuk meluangkan waktu di Mushola. Sebetulnya bukan mushola saja, tapi satu tahun terakhir ini, ada mushola di dekat rumahku. Dan tiap hari, ku rapikan mengepel dan beberes mushola. 

Sejak adanya Pandemi, aku tergerak untuk mendisinfektan lantai mushola. Bahkan tiap hari. Sebelum nya, lantai aku pel dengan air biasa, dan pada pel kedua aku pergunakan disinfektan yang dibelikan istri. Dan sudah seminggu ini, kupergunakan vakum cleaner untuk mengganti pel pertama. Alhasil, debu dan rambut serta tinggalan benang sajadah ikut tersedot mesin penyedot. 

Mushola mempertemukan jiwaku dalam kehidupan sosial. Kini bukan hanya di hari sabtu dan minggu, posisi senggang di rumah senantiasa ada mushola di waktuku termasuk di hari Jumat. 

Empat jumat terakhir, aku pun ambil WFH. Fleksibelitas hari kerja dan jam kantor, sangat memungkinkanku untuk berada di rumah pada hari Jumat. Meski tidak libur, namun keberadaan fisik di rumah menjadikan kesan bahwa hari Jumat menjadi hari lebih bebas. Di situlah bertambah hari untuk berada di Mushola

Pungkasan, jiwaku ada di Mushola, bukan sebagai tukang ibadah seperti pak haji dan ustaz atau semacamnya. Selalu meluangkan waktu di Mushola, bagiku mengalir begitu saja. Semoga ridloku menjadi ridhloNya. Menjadikan mushola menjadi tempat kedua setelah rumah. 

Deskrepsi Arsip Bag. 2

Salah satu ukuran ketrampilan kearsipan adalah ketaktisan petugas arsip/arsiparis dalam penuangan identitas atau informasi uraian arsip. Pada tulisan “Deskrepsi Arsip” sebelumnya 👇, melalui percakapan, aku mencoba mendalami keterukuran pada identifikasi satu kesatuan dalam bentuk berkas atau hanya item arsip. 

https://wp.me/pa4ylH-mH

Kali ini, aku melanjutkan cerita interaksi saling sharing tip dan trik ketrampilan kearsipan, khusus pada deskrepsi arsip. Tindak lanjut percakapan sebelumnya, aku pun meminta mereka untuk membuat suatu paragraf terkait dengan deskrepsi arsip (strategi Literasi). 

[10/6 15.49] N: terkait yg tadi kita diskusikan, Coba kalian buat ulasan terkait deskrepsi arsip, Apa saja yg harus diperhatikan, kaitkan dg arsip aktif dan arsip inaktif, Kalian buka peraturan ANRI tentang pemeliharaan arsip. 

Dalam cerita ini, kebetulan di lingkungan kerjaku, aku bersama tiga orang lulusan sekolah Vokasi UGM Yogyakarta. Mereka masih “anget angetnya” dalam semangat penyelaman kearsipan, alias belum lama lulus. 

Ketiganya aku berikan arahan yang sama yakni menuliskan ulasan terkait “Deskrepsi Arsip”. Berikut hasil ulasan dari salah satu dari mereka:

[11/6 10.16] T: Pendeskripsian arsip adalah salah satu prosedur dalam penataan arsip dinamis inaktif. Pendeskripsian arsip adalah perekaman isi informasi yang ada pada setiap item/berkas arsip. Isi informasi tersebut ditulis pada kartu deskripsi. Berdasarkan Perka ANRI Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemeliharaan Arsip Dinamis, deskripsi arsip memuat informasi unit pencipta, bentuk redaksi, isi informasi, kurun waktu/periode, tingkat keaslian, perkembangan, jumlah/volume, keterangan khusus, ukuran (arsip bentuk khusus), dan nomor sementara atau nomor definitif. Namun hal-hal yang tercantum pada kartu deskripsi dapat disesuaikan dengan kebutuhan/arsip yang dikerjakan. “Selain daftar arsip, kartu deskripsi arsip dapat menjadi salah satu sarana bantu untuk mempermudah dalam mencari fisik arsip. Informasi yang terkandung dalam arsip sudah tertulis secara garis besar pada kartu deskripsi, sehingga dalam mencari fisik arsip, arsiparis tidak perlu membuka fisik arsip satu persatu, namun cukup membaca informasi yang tertera pada kartu deskripsi.”

Cara pengisian kartu deskripsi arsip yaitu: kode pelaksana dan nomor deskripsi, uraian, kurun waktu : tahun penciptaan arsip, tingkat perkembangan : pilih Asli/Copy, media simpan : pilih Kertas/Peta, kondisi fisik : pilih Baik/Rusak, jumlah folder : satuan folder, nomor boks : nomor boks sementara, duplikasi : pilih Ada/Tidak.

[11/6 10.44] T: “Standar internasional dalam pendeskripsian arsip adalah ISAD(G) atau International Standard Archival Description (General). ISAD(G) adalah standar internasional yang berisi pedoman dalam membuat konten deskripsi arsip yang dikembangkan oleh International Council on Archives (ICA). ISAD(G) menetapkan daftar informasi apa saja yang dianggap penting dan harus ada dalam deskripsi kearsipan. Terdapat 6 informasi wajib yang ada dalam deskripsi arsip menurutu ISAD(G) yaitu : reference code (kode referensi), title (judul), name of creator (pencipta arsip), dates of creation (tanggal terciptanya arsip), extent of the unit of description (luas cakupan deskripsi), dan level of description (level deskripsi).”

Ulasan tersebut diatas, menurutku bagus y…bagiku cukup mewakili penguasaan konsep petugas arsip terkait Deskrepsi Arsip. Tantangan Literasi (membaca dan menulis informasi) berikutnya adalah bagaimana penguasaan konsep dapat dipraktikkan di pekerjaan.

[19/6 10.19] T: Assalamualaikum. Maaf pak mau tanya, ada satu map yg isinya ada ralat SPM, laporan audit, laporan keuangan, tentang PNBP, BMN, data piutang, Signature Bonus, dll. Saya bingung untuk uraian atau deskrepsi arsip, baiknya bagaimana ya pak? 

Aku pun menjawab pertanyaan tersebut dengan klise. Yang sebetulnya tidak menjawab pertanyaan New commer pada urusan kearsipan.

[19/6 10.21] N: “Kerjakan sebaik dan sebisa kamu, Kalo kamu bingung, apalagi saya, Kalo kamu yg kuliah arsip saja bingung, Apalagi yg tidak kuliah arsip, Anggep aja kamu sudah jagoan arsip, yg berada di medan pertempuran kearsipan.” 

Baru di hari ini, setelah menanyakan secara langsung, aku pun menjawab “bagian keuangan terbagi menjadi tiga yakni Perbendaharaan, Kekayaan Negara/BMN, dan Akutansi. Arsip tersebut dapat diberkaskan ke masing masing kelompok tersebut.” 

Pungkasan, melalui ulasan ini, nalarku pun sampai pada hipotesa sederhana bahwa kearsipan itu sangat terkait erat dengan ketrampilan yang menuntut pekerja arsip dapat berbuat taktis dalam penyelesaian pekerjaan. Salah satunya ketrampilan untuk melakukan deskrepsi arsip. 

Penguasaan konsep deskrepsi arsip pun masih harus diuji dengan ketrampilan yang tumbuh dari passion kearsipan. Diuji dengan praktik terus menerus. Praktik nyata dalam kesatuan kegiatan berjalannya suatu organisasi. 

Diakhir percakapan, aku pun mengajaknya untuk terus menggali kegelisahan dalam penyelesaian pekerjaan kearsipan. Dengan kegelisahan kearsipan akan memantik diskusi pada tiap tahap penyelesaian pekerjaan kearsipan. Sehingga tercipta dinamisasi pengolahan arsip menjadi Informasi, atau menguak kembali perubahan demi perubahan pada tiap urusan administrasi, dan akhirnya menyibukkan otak para pekerja arsip dalam kerangka penjagaan rekaman kegiatan organisasi. (dalam istilah tenar lain, melawan lupa) 

Semoga berguna.