Ribuan berkas inaktif yang berasal dari sub Direktorat Keselamatan Hulu dan Hilir Migas, melalui daring/jarak jauh, remote Working atau WFH dilakukan pengelompokkan data berdasarkan kelompok masalah yang sama.
Tatsa mendapatkan data dalam format Excel yang sebelumnya secara fisik dikerjakan oleh Catur dan Dinda. Pengindekan yang dilaksanakan oleh Catur dan Dinda mendasarkan pada kegiatan substantif dan fasilitatif.
Arsip substantif dikelompokkan berdasarkan jenis peralatan dan instalasi minyak dan gas bumi yang dilaksanakan oleh unit kerja di bawah Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas.
Kurang lebih 300 boks (dimensi 20X40 cm) dari kedua unit pengolah (subdit DMTE/Catur & Subdit DMTO/Dinda) berisikan 1.292 data berkas inaktif, menjadi bahan kerja WFH Tatsa.
Berdasarkan bahan kerja (data excel) tersebut, Tatsa mencermati kembali kesamaan Indek peralatan dan instalasi Migas yg terekam melalui daftar berkas inaktif dari kedua subdit (DMTE/Catur & DMTO/Dinda).
Berikut resume indek yang akan dikoreksi kembali:
Bahan peledak, cementing unit, crane, pesawat angkat, pipa, pipa penyalur, pipa PJB, pipa gas, platform, rig/pemboran, tangki timbun, tangki terapung, tangki ukur, tangki services solar, air receiver tank, volume tangki, alat monitoring BBG, alat ukur, automatic tank gauging, bejana tekan, bejana ukur, bimtek, gas orifis, plat orifis, inspection and testing, instalasi, katup pengaman, kalibrasi, kapal, kepala dan wakil kepala teknik, penyelidik, keselamatan dan kecelakaan kerja, kompensator, manufacture data report, meter gas, meter cairan, meter prover, sistem metering, pemeriksaan teknis, penutupan sumur, penghargaan, peralatan putar, peralatan listrik, pompa, prosedur pemuatan, prosedur penyerahan, serah terima migas, SILO, SIMOM, SKPI, SKPP, SPPBE, SPP, TAC, BOP, BBG, FAT, PJIT, terminal BBM, terminal operation, timbangan, WPS.
Tugas Tsatsa adalah mengelompokkan indek tersebut kedalam kelompok berkas yang telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri ESDM nomor 18 tahun 2011 tentang Jadwal Retensi Arsip Substantif Minyak dan Gas Bumi.
Untuk memudahkan dalam pemberian indek, maka diwakilkan dengan angka 🔢 yang telah tertera pada JRA termaksud.
Jika seluruh data telah dikelompokkan sesuai poin poin kelompok berkas yang tertera pada JRA, diharapkan Tsatsa dapat melakukan pengurutan data (Sort). Berdasarkan urutan berdasarkan kelompok berkas dan kurun waktu/tahun arsip, selanjutnya Tatsa akan memberikan Nomor Definifif.
Hasil kerja WFH manuver data berkas keselamatan Migas ini menjadi acuan pelaksanaan manuver fisik oleh petugas yang berada di kantor.
Alokasi belanja paket data melonjak lebih dari 100 persen. Biasanya sebulan cukup 20 GB, bulan ini sudah nambah 8 GB dan 20 GB. Begitu terasa berharga ya kehidupan kantor selama 8 – 12 jam dalam lima hari tiap pekan.
Harga paket data dapat ditopang dari jatah masuk kantor. Dengan menyambungkan smartphone kita dengan jaringan Wifi kantor, belanja paket data 20 GB tidak habis dalam sebulan.
Sejak tanggap darurat penularan Virus COVID 19 yang dimulai dari tanggal 16 Maret 2020, penggunaan paket data smartphone bervariasi dari keperluan kantor, keperluan sekolah anak, hiburan anak di rumah sampai dengan derasnya informasi dari media sosial.
Ratusan pesan di beberapa Whatsapp Grup yang aku ikuti dalam sehari, memaksa untuk mengunduh file gambar sampai dengan video. Bahkan secara otomatis, kelebihan gawai pintar, langsung menyedot data dengan diterimanya pesan.
Hampir dua pekan ini, aku pun mengalami perubahan aktivitas kantor yang begitu padat, berpindah dengan keberadaan di rumah yang hanya berhadapan dengan anggota keluarga.
Kebiasaan di kantor, ada canda obrolan bersama rekan kerja sehingga tak terasa 8 jam kerja terlewati dengan begitu cepat. Itu tak didapati tatkala berada di rumah, bersama dengan ketiga bocahku yang baru demen menonton tayangan baik lagu anak & film anak yang bersifat edukasi dari video streaming, terang menyedot stok paket data Internet.
Belum lagi untuk WFH, absen diikuti dengan laporan kerja dan laporan kesehatan yang ketiganya dengan metode daring/jarak jauh. Perekaman kedatangan kerja melalui online pagi dan sore sampai koordinasi pekerjaan, sangat erat dengan paket data. Bahkan laporan kesehatan diri setiap hari bersama anggota keluarga pun dimonitor oleh pimpinan dengan keaktifan menyampaikan isian format yang dapat dilakukan dengan penggunaan paket data Internet.
Di akhir tulisan ini, aku pun mendapat pemandangan baru bahwa kebebasan waktu harus pula diimbangi dengan kebebasan paket data internet. Dalam kata lain, gk ngantor asal tersedia duit untuk beli paket internet.
Pun pemikiran tentang berkah nya Si Kuli yang selalu dikejar kejar waktu. Berkah dari pemaknaan kondisi Si Juragan yang punya kebebasan waktu. Perlu modal yang cukup untuk dapat mengelola waktu yang lenggang.
Identitas pengenal atau kata tangkap untuk mewakili masalah berkas kerja sering disebut dengan indek. Pada kegiatan administrasi perkantoran, para pengadministrasi sering menuliskan kata di punggung odner sebagai identitas arsip/masalah. Kata tersebut merupakan indek yang diterapkan untuk membantu dalam penelusuran arsip.
Penuangan indek atau kata tangkap di kearsipan mempunyai tata aturan tertentu. Misalnya mengindek nama orang luar negeri, nama belakang ditaroh di depan sebelum nama depan. Mengindek nama perusahaan, meletakkan kata PT/CV dibelakang nama perusahaan. Sama halnya gelar pendidikan pun diletakkan dibelakang nama orang.
Apa sih sebetulnya maksud dari beberapa tata cara mengindek tersebut di atas?? Apakah indek merupakan kelompok terkecil dari struktur klasifikasi masalah di kearsipan?
Ilustrasi berikut ini memberikan gambaran aktivitas membubuhkan indek pada data berkas inaktif. Berikut ilustrasi nya:
Della mendapatkan arahan untuk melakukan manuver data berkas inaktif yang berasal dari unit bagian keuangan, Ditjen Migas. Data berkas inaktif berjumlah nyaris 2.000 lajur /row dengan format Excel.
Ia mendapatkan arahan pertama untuk mencermati isi informasi dari setiap data berkas inaktif. Tiap data yang dibaca akan diberikan indek atau kata tangkap sebagai identitas pengenal. Kata tersebut diinput pada kolom baru dengan judul Koding. Maksimal hanya dua suku kata dan paling bagus adalah satu suku kata.
Kondisi petugas penataan arsip, tentunya tidak semua telah memahami substansi transaksi di bagian keuangan. Pun Della, untuk itu arahan dari koordinator penataan sangat diperlukan untuk memberikan masukan kepada Della atas kelompok berkas yang dihasilkan dari tugas fungsi Bagian Keuangan Ditjen Migas.
Dengan merujuk struktur organisasi bagian keuangan di Ditjen Migas, maka koordinator penataan menentukan tiga kelompok berkas inaktif bagian keuangan (masalah) dari struktur Sub Bagian Akutansi, Sub Bagian Perbendaharaan dan Sub Bagian Kekayaan Negara/BMN.
Berikut hasil indek yang dilaksanakan oleh Della pada berkas inaktif Keuangan dengan tiga kelompok masalah keuangan yakni akutansi, bendahara, dan BMN
🌟Kelompok Akuntansi:
Audit, BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),Itjen (Inspektorat Jenderal), Laporan Keuangan, LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan), Monitoring, Pemeriksaan, Pengawasan, PKLN (Pinjaman Komersial Luar Negeri), Rekonsiliasi, SAI (Sistem Akuntansi Instansi), Saldo Temuan
Analisis indek:
Dari belasan indek diatas, terdapat kesamaan masalah antara lain audit, BPK, Itjen, Saldo Temuan, pemeriksaan yang dapat dilebur menjadi satu kata tangkap/indek yakni audit.
🌟 Kelompok bendahara:
APBN, RAPBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran), Anggaran, BKU (Buku Kas Umum), DIK (Daftar Isian Kegiatan), DIP (Daftar Isian Proyek), Gaji&Honor, Hutang&Piutang, KAK (Kerangka Acuan Kerja), TOR (Term Of Reference), RAB (Rancangan Anggaran Biaya), KPA (Kuasa Pengguna Anggaran), KPP WK ( Kegiatan Pelaksana Pengelola Wilayah Kerja), KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara), LPJ Bendahara, LKKL (Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga), Pajak, Penerimaan, PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), POK (Petunjuk Operasional Kegiatan), Review, Revisi, Reviu, RKAKL (Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga),RO (Rencana Operasional), SAPSK (Surat Penetapan Per Satuan Kerja), SP SABA (Surat Penetapan Satuan Anggaran BA), SPP (Surat Perintah Pembayaran), SPTJM (Surat Penyataan Tanggung Jawab Mutlak), SSBP (Surat Setoran Bukan Pajak), SSP (Surat Setoran Pajak), TKPP (Tim Koordinasi Pelaksana Program), TUP (Tambahan Uang Persediaan)
🌟 Kelompok BMN
Anjuangan Lepas Pantai, Aset, Besi Tua, Buku Barang, Distribusi, FSO Arjuna Sakti, Gedung, Hibah, Inventarisasi, jargas,Kendaraan, KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), KPB (Kuasa Pengguna Barang), labelling, laporan BMN,Lelang, Limbah, Mesin, Mobil, Mutasi, pemeriksaan BMN, Pemindahtanganan, Penghapusan / Pemusnahan,Penilaian, Penjualan, Pertamina, PGN (Perusahaan Gas Negara), PMP (Penyertaan Modal Pemerintah), PSP (Penetapan Status Pengguna),Rekonsiliasi, Revitalisasi ,Rumah, Sensus BMN, Sertifikat, Sewa, SK BM, SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas), SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), SPP (Surat Penunjukan Perumahan), Tanah
Pada akhir tulisan ini, aku pun terantuk pada pertanyaan atas ilustrasi Della dalam melaksanakan manuver data berkas inaktif. Pertanyaannya adalah “Apakah maksud aktivitas della untuk mencermati uraian berkas dengan menentukan satu suku kata sebagai indek(tanda pengenal) berkas?
Apakah tiga kata sebagai indek yakni akutansi, bendahara dan BMN yang dianggap sebagai cerminan fungsi bagian Keuangan Ditjen Migas berguna untuk melakukan penyusunan berkas secara sistem dan logis sesuai kesamaan masalah?
Penulis langsung pada kesimpulan. Tentunya pendapat pembaca akan berbeda beda sesuai dengan pengalaman kerja masing masing.
Simpulan
Indek dalam tulisan ini merupakan kata tangkap yang mewakili masalah data berkas.
Indek dalam tulisan ini untuk menggambarkan kata tangkap yang sering ditulis oleh pengadministrasi di punggung odner sebagai tanda pengenal arsip.
Kata tangkap tersebut akan dipergunakan sebagai dasar mendekatkan antar berkas atau menyatukan antar data berkas ke dalam satu nomor definifif.
Diharapkan petugas pengolah data lebih mencermati struktur kalimat uraian arsip (SPOK), kata tangkap dapat diambil dari O atau Obyek
Daftar indek pada kelompok bendahara masih harus disederhanakan. Misalnya saja penamaan atau Numenkelatur anggaran yang berkembang sesuai kurun waktu yang berbeda. DIK, DIP, RO, POK, RKAKL merupakan indek masalah yang sama.
Penyusunan berkas inaktif keuangan memiliki dua alternatif yakni apakah hanya berdasarkan kronologis /tahun untuk seluruh berkas (hampir 2000 data.
Atau diurutkan terlebih dahulu berdasarkan kelompok berkas (masalah) kemudian disusul berdasarkan kronologis/urut tahun.
Urutan berdasarkan kedua alternatif tersebut sebagai dasar menentukan nomor definifif
Olah data SPM Infrastruktur 2016 dan 2017 oleh Tsasa
Pemilahan dan deskrepsi berkas inaktif keselamatan Hilir migas oleh dinda
Penomoran kembali berkas inaktif keselamatan Hulu Migas oleh catur, avis, dan teguh
Penomoran kembali berkas pembayaran infrastruktur tahun 2016
Mengolah data arsip keuangan oleh Della
Verifikasi dan input data laporan kajian yang (pihak ketiga) oleh kasmari
🌟 Selasa 17 Maret 2020
Penomoran kembali SPM Infrastruktur 2016 oleh Gondo
Penomoran berkas dan pemilahan serta pengelompokan berkas keselamatan Hulu oleh catur dan avis
Pengebokan berkas investasi oleh della
Menyusun boks investasi migas oleh teguh
Pembungkusan berkas SPM Infrastruktur 2016 oleh Haji Mikun
Membuat ringkasan SPM Infrastruktur (Jargas) 2009 s.d. 2015 oleh Tsatsa /WFH
Input data berkas keselamatan Hilir oleh Dinda
Input data laporan kajian oleh Kasmari
🌟 Rabu, 18 Maret 2020
Penomoran kembali SPM Lelang 2016 oleh Ella
Scan dan input surat di aplikasi arsip digital oleh Izang
Penomoran kembali berkas keuangan oleh Della
Pemilahan berkas keselamatan Hilir oleh Dinda
Pengolahan data berkas keselamatan Migas oleh Tsatsa (WFH)
Penomoran kembali berkas keselamatan Hulu oleh catur dan Avis
Penyiapan dan memasukkan kembali ke rak boks SPM lelang 2016 ke rol opek oleh teguh
Penyiangan berkas SKUP Migas 2016 oleh pak Jhon
🌟 Kamis, 19 Maret 2020
Persiapan Work From Home (WFH) sebagai dampak pembatasan jam kerja terkait antisipasi mewabahnya COVID 19
Della dan Dinda mendapatkan arahan untuk mengolah manuver data berkas inaktif dari kediaman masing masing. Menyusul Tatsa yang lebih dulu sampai dengan 2 April
Catur mengambil data berkas inaktif dari aplikasi per unit pengolah untuk persiapan pembagian data melalui WAG
Finishing penomoran berkas SPM Infrastruktur tahun 2016 oleh teguh
Perapian bahan non arsip oleh Haji Tatang
🌟 Jumat, 20 Maret
Ruang arsip ditutup full untuk dengan membagi tugas WFH misalnya berkas keselamatan (unit dmto dan dmte) dipegang oleh Tatsa, sedangkan dinda mempersiapkan gabungan data unit pengolah di lingkungan Direktorat Hilir sebanyak 4.000 an berkas
🌟 Senin, 23 Maret
Avis memberikan nomor definifif berkas keuangan
Catur melakukan pengebokan berkas investasi migas
Kasmari persiapan untuk menginput data di Aplikasi surat dengan kode unit DMIRR
Untuk WFH, fokus pengindekan atau koding kembali berkas keselamatan, berkas pembinaan Hilir, berkas keuangan,
🌟 Selasa, 24 Maret 2020
Tantangan WFH adalah keaktifan dari para petugas untuk menyampaikan pesan singkat kepada korlap. Setiap tugas yg belum terdistribusikan atau konfirmasi kembali atas penugasan pada masing masing pelaksana penataan arsip sangat diperlukan.
Foto diambil dari Buku “Minyak & Gas bumi dari proses pembentukan hingga pemanfaatan” terbitan Subdit Pengembangan Investasi Migas, Ditjen Migas, KESDM 2009-2014
Minyak dan Gas Bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Dalam pengelolaannya, Industri Minyak dan Gas Bumi selain bersifat pada modal dan padat teknologi juga beresiko tinggi. Namun perannya sebagai sumber pendapatan negara, memenuhi kebutuhan bahan bakar dalam negeri, sumber bahan baku industri dan menciptakan multipliereffect sangat vital untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi sebagai unsur pelaksana Kementerian ESDM sebagai perumus kebijakan, juga bertindak sebagai regulator. Peran – peran regulasi antara lain meliputi Kontrak kerjasama dan Perizinan, Penetapan Harga Jual, Penetapan Harga Jual Jenis BBM Tertentu, Fasilitasi Hubungan Komersial Migas, Insentif, Pembinaan dan Pengawasan.
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas dan fungsi sebagai pembinaan dan pengawasan baik dalam kegiatan usaha hulu maupun hilir serta penunjang Migas.
Penjabaran tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi tersebut diatur lebih lanjut dalam peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Tugas dan fungsi termaksud adalah perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan NPSK
(norma, standar, prosedur dan kriteria), pemberian bimbingan teknis dan supervisi dibidang pembinaan, pengendalian, dan pengawasan pengusahaan, keteknikan, keselamatan kerja, lingkungan, dan pembangunan sarana dan prasarana tertentu, serta pengelolaan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor minyak dan gas bumi sesuai dengan perundang-undangan.
UU RI No. 22 tahun 2001 tentang Migas merupakan landasan hukum penataan atas penyelenggaraan, pembinaan, pengawasan, pengaturan terhadap pelaksanaan dari kegiatan pengusahaan migas Indonesia.
Atas landasan tersebut, institusi penyelenggara migas terbagi sesuai peran dan wewenang dalam kegiatan usaha migas yakni Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Satuan Kerja Khusus Migas (SKK Migas), dan Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas).
SKK Migas menjadi institusi pengawas dan pengendali kegiatan usaha hulu migas melalui kontrak kerjasama, agar pengambilan sumber daya minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan negara secara maksimal.
BPH Migas merupakan institusi yang mengatur penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak dan kegiatan usaha pengangkutan gas bumi melalui pipa.
Program diversifikasi bahan bakar gas untuk transportasi umum melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas. Tatkala Bahan Bakar Minyak sudah harus bergeser kepada energi ynng lebih bersih, Kementerian ESDM Cq. DITJEN Migas beserta BUMN Migas melaksanakan Proyek Strategis Nasional.
Meski masih terlihat kembang kempis, bisnis penyediaan BBG untuk transportasi Umum terus dikawal pemerintah demi menjalankan amanat Konstitusi. Menghadirkan negara untuk rakyatnya dalam penyediaan energi yg lebih bervariasi.
Berikut endapan informasi termaksud sejak tahun 2010 s.d 2016.
🌟 Palembang
2010: penentuan lokasi, FEED, UKL dan UPL pembangunan SPBG-PT surveyor indonesia
2011: pengawasan pembangunan SPBG-PT binatama wirawredha konsultan, Pembangunan SPBG CNG angkutan umum-PT markinah
🌟 Medan 2011: penentuan lokasi dan FEED pembangunan SPBG-PT daya cipta dianrancana
🌟 Bali 2011: penentuan lokasi dan FEED pembangunan SPBG LGV-PT opsi mitra integritas
🌟 Gresik
2011: penentuan lokasi dan FEED pembangunan SPBG CNG-PT Tambora Setia jaya
2012: pembangunan SPBG CNG-KSO PT nindya karya dan PT pratiwi putri sulung, Pengawasan pembangunan SPBG CNG/surabaya, gresik, sidorarjo/PT tata guna patria, bimtek pembangunan SPBG CNG/surabaya, gresik, sidoarjo/PT xcomeet media
2013: pembangunan SPBG CNG daughter station-KSO PT nindya karya dan PT pratiwi putri sulung
🌟 Jabodetabek
2011: penentuan lokasi dan FEED pembangunan SPBG CNG Jabodetabek – PT xsis dwa sinergi
2012: bimtek perawatan dan pengujian instalasi BBG/jakarta/PT xcomeet media
2013: pengadaan PMC pembangunan SPBG online/lebak bulus dan cilandak/PT bennatin surya cipta, pembangunan SPBG online cilandak-PT pratiwi putri sulung, Pembangunan SPBG online LebakBulus – PT pratiwi putri sulung, pembangungan SPBG online Ragunan – PT pratiwi putri sulung, pembangunan pipa distribusi ragunan – Lebak Bulus – PT pratiwi putri sulung, konstruksi pengadaan pembangunan pipa distribusi Blok M – PT torindo utama sakti, Pembangunan pipa distribusi Beji-Ragunan – PT nindya karya
2013: pengadaan PMC pembangunan mother Station Cibubur – PT bennatin surya cipta, pembangunan SPBG mother station/cibubur/PT ninday karya
2013: pengadaan PMC pembangunan mother Station Serpong-PT xsis dwa sinergi, pembangunan SPBG mother station/serpong/PT barata indonesia
2014: Pengadaan lahan SPBG online Ciledug – notaris H. Rodjali, pembangunan infrastruktur CNG online system KampungMelayu – KSO bre amarta, Pengadaan lahan SPBG online Pulogebang – PT kreasi teknik logistics, pembangunan infrastruktur CNG online system – Pulogebang – KSO bre amarta, UKL dan UPL pembanguna SPBG/jakarta, bogor, tang-sel dan tangerang/PT amas interconsult, pembangunan infrastruktur CNG online system Plumpang – PT ilmaru Jaya, konsultasi PMC pembangunan SPBG online/jakarta/PT tata guna patria, konstruksi pengadaan, pemabngunan infrastruktur CNG online system Sirua, ciputat dan tang-sel – PT torindo utama sakti, pengadaan lahan SPBG online Ciledug – notaris Rahmat Joni, pengadaan lahan SPBG online KampungMelayu – PT indopasifik indahtama
2015: konstruksi pembangunan infrastruktur CNG online system KampungMelayu – KSO BRE amarta, pembangunan infrastruktur CNG online system Pulogebang – KSO BRE amarta, pembangunan infrastruktur CNG online system Ciputat – PT torinda utama sakti
2016: pembangunan infrastruktur SPBG online Station Bekasi – PT wijaya karya, konstruksi pembangunan pipa pendukung SPBG – Bekasi – PT rekayasa industri, PMC pipa pendukung SPBG Bekasi – PT sucofindo, pembangunan infrastruktur SPBG-CNG paket 7 mother Station Bekasi – KSO sapta reksa utama dan amarta karya, konstruksi pembangunan pipa pendukung SPBG/jakarta/PT rekayasa industri, Pembangunan SPBG mother Station Serpong barata indonesia
🌟 Sidoarjo
2012: Pembangunan SPBG CNG – KSO PT nindya karya dan PT pratiwi putri sulung
2013: Pembangunan SPBG CNG online Station – KSO PT nindya karya dan PT pratiwi putri sulung, pengawasan pembangunan SPBG CNG/surbaya, gresik, sidoarjo/PT tata guna patria
🌟 Jawa Barat 2012: fesibility study pengembangan LNG-CNG untuk kendaraan bermotor jawa bara – PT azevedopratama consultans
🌟 Pekanbaru 2012: penentuan lokasi dan FEED pembangunan SPBG-PT azevedo pratam consultans
🌟 Surabaya 2012: pembangunan SPBG CNG mother dan daughter station-PT bina rasano Engineering, bimbingan teknis perawatan dan pengujian instalasi BBG-PT bumi harmoni indoguna
🌟 Yogyakarta 2012: penentuan lokasi dan FEED pembangunan SPBG-PT jasakons putra utama
🌟 Balikpapan
2012: penentuan lokasi dan FEED pembangunan SPBGV-PT laras respati utama
2013: pengawasan pembangunan SPBG daughter station dan pengadaan mobil storage – PT bahana nusantara, Pembangunan SPBG daughter station dan mobile storage-PT pratiwi putri sulung, Pembangunan SPBG mother dan daughter station-PT Bali graha surya
🌟 Samarinda 2012: penentuan lokasi dan FEED pembangunan SPBG -PT opsi mitra integritas
🌟 Cirebon -2012: penentuan lokasi dan FEED pembangunan SPBG – PT tata guna patria
🌟 Palembang 2012: pelaksanaan bimtek perawatan dan pengujian instalasi BBG – PT xcomeet media
🌟 Bandung 2012: Penentuan lokasi dan FEED pembangunan SPBG – PT xsis dwa sinergi
🌟 Kalimantan Timur 2013: bimtek pembangunan SPBG CNG/kalimantan timur – CV pedatimas
🌟 Jawa Barat 2013: FEED pembangunan SPBG LNG – LCNG/jawa barat – PT azevedopratama konsultants
🌟 Prabumulih
2013: penentuan lokasi dan FEED pembangunan SPBG-PT azevedopratama konsultants
2016: pembangunan infrastruktur SPBG online-PT nindya karya
🌟 Surabaya 2013: pembangunan SPBG CNG mother dan daughter Station – PT bina rasano engineering
🌟 Batam 2013: FEED pembangunan SPBG dan infrastruktur pipa gas – PT daya cipta dianrancana
🌟 Semarang
2013: FEED pembangunan SPBG dan infrastruktur pipa gas – PT daya cipta dianrancana
2014: pengadaan lahan SPBG daughter Station Penggaron – Notaris Endang Lestari, pembangunan infrastruktur CNG daughter Station Penggaron PT nindya karya, pengadaan lahan SPBG mother Station Mangkang – notaris Lanny Widyawati, Pembangunan infrastruktur CNG mother Station Mangkang – PT nindya karya
Minggu, 22 Maret 2020. Berbagai infografis yang lalu lalang ke media sosial seperti Whatsapp Grup dalam penanganan mewabahnya penularan Virus Corona
Isolasi mandiri oleh Sekretariat KabinetProtokol poin penanganan COVID 19 by KemendikbudSosial DistancingPencegahan virus Corona by yayasan bhayagkariPertahanan Corona, IDN TimesPenyemprotan disinfektan oleh TMC Polda Metro
Di tahun kedua, masa pandemi. Lalu lalang infografis bermuatan edukasi terus berdatangan. Masker menjadi cara perlindungan penularan virus
Gas Kota sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dikoordinasikan oleh Kemenko Perekonomian ditetapkan melalui Perpres. Dilaksanakan oleh Kementerian ESDM cq. Ditjen Migas beserta BUMN Migas. PSN dalam wujud Gas Kota ini untuk masyarakat level rumah tangga. Kini sumber energi gas bukan hanya kemasan, namun disalurkan melalui pipa pipa transmisi sampai ke dapur rumah tangga.
Berikut endapan informasi 2009-2017:
🌟 Lhokseumawe, Aceh
2013: FEED dan DEDC – PT bennanta jasindo2
2014: UKL dan UPL – PT trans intra Asia, pembangunan-PT pratiwi putri sulung, pengawasan – PT tata guna patria
🌟 Lhoksukon, Aceh
2014: UKL dan UPL pembangunan – PT pasya mitra utama, FEED dan DEDC – PT daya cipta dian rancana
2015: pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga/Lhoksukon
🌟 Jabodetabek
2009 : Fesibility Study (FS) Jabodetabek , PT Azevedopratama Consultans,
2010: FEED dan DEDC Jabodetabek – PT Xsis Dwa Sinergi, pengawasan Depok – PT Dellasonta Moulding Internasional, pengawasan Bekasi – PT Dua Ribu Satu
2011: pembangunan Jabodetabek – PT Markinah, PT Tricomindo Cipta Mandiri, UKL dan UPL Jabodetabek – PT Infintiy Code Cosulting, pembangunan Bekasi – PT Pratiwi Putri Sulung, pengawasan Bekasi – PT Dua Ribu Satu, FEED dan DEDC, UKL dan UPL Kab. Bogor – PT Opsi Mitra Integritas
2012: pembangunan Bogor – PT Bennatin Surya Cipta, pengawasan Bogor – PT Markinah Rukan Mitra Matraman
2013: UKL dan UPL Kab. Bekasi-PT cipta sarana multiguna, FEED dan DEDC Kab. Bekasi – PT bennatin surya cipta
2014: pembangunan Kab. Bekasi -PT puncak mas utama, pengawasan Kab. Bekasi -PT tata guna patria
2015: pembangunan bekasi – PT global platinum engineer
WFH bisa jadi momentum mewujudkan elektronicoffice dalam usaha menuju elektronicgovernment. WFH sebagai akibat keadaan FORCE MAJOR, menuntut para ASN untuk mempergunakan paradigma baru dalam pengabdian kepada negara.
WFH atau bekerja dari rumah masing masing menuntut para ASN untuk tetap melakukan absen kehadiran secara online dengan sarana elektronik yang telah disediakan oleh Instansi masing masing.
Pada perkembangannya, hari keempat berlangsungnya WFH, dimana pandemi COVID 19 yang semakin meluas, bagi para ASN di Kementerian ESDM yang melaksanakan WFH diharapkan membuat laporan harian.
Link atau tautan secara online untuk mengirimkan laporan kerja harian pada alamat 👇 👇
Aku pun melaporkan pekerjaan kearsipan pada hari jumat 20 Maret 2020. Secara kearsipan, aku masih dapat melakukan tugas dengan pengolahan data arsip di rumah. Meski tidak menyentuh fisik arsip, namun data arsip perlu dikelompokkan sesuai dengan klasifikasi masalah. Pengelompokan data berkas inaktif pada komputer disesuaikan dengan kelompok arsip. Kemudian setiap kelompok arsip diberikan indek untuk mempermudah manuver data.
Hasil pengolahan data berkas inaktif pada komputer termaksud akan menjadi panduan dalam manuver fisik arsip tttkala berada di kantor.
Diakhir tulisan ini, aku pun dapat mengilhami kebaikan kebijakan WFH. Semoga pandemi COVID 19 cepat berlalu. Semoga kondisi tanggap darurat ini menjadi momentum pula sebagai usaha dalam mewujudkan elektronic office dalam kerangka elektronic government.
Di musim WFH ini, bisa jadi menulis kearsipan menjadi nostalgia dalam mendokumentasikan bukti kinerja seorang arsiparis. Namun apalah itu, perubahan sistem penilaian prestasi kinerja pegawai urusan kearsipan adalah fakta. Pegawai kearsipan hanya dapat bernostalgia.
Dulu menulis kearsipan dapat menjadi bukti kinerja seorang arsiparis. Sampai dengan diterapkan sistem penilaian SKP, aku selalu menyertakan tulisan kearsipan menjadi bukti kinerja.
Bagaimana pendapat pembaca yang juga arsiparis? Jika saja menulis masih menjadi kegiatan pokok arsiparis, sangatlah terbantu musim WFH ini.
Okelah…Yang berlalu biarlah menjadi nostalgia y, setidaknya kita alami bahwa sistem kerja kearsipan meninggalkan luka tidak diakuinya unsur pengembangan profesi sebagau tugas pokok arsiparis dengan bukti kerja artikel tulisan yang di unggah dan terbaca oleh khalayak ramai.
Bisa jadi di jabatan fungsional tertentu lainnya, menulis masih berlaku sebagai kegiatan pokok pada unsur pengembangan profesi y. Logis memang karena tulisan arsiparis tak jauh jauh dari kearsipan. Misalnya menceritakan metode yang dipergunakan dalam mengolah arsip menjadi daftar arsip. Atau membungkus capaian kinerja unit kearsipan ke dalam suatu format tulisan sederhana.
Bagiku, kearsipan itu terlalu deket dengan kegiatan tulis menulis. Karena informasi yang terekam pada arsip adalah tulisan aksara dan angka meski tergantikan dengan teknologi informasi komunikasi (sistem komputer) tetap lekat dari aktivitas kearsipan.
Selain aksara dan angka terdapat sebagian dalam bentuk gambar dan video yang kemudian disebut media baru dan telah ngetren di zaman milenial ini. Tulisan aksara bentuk media baru menjadi bacaan para arsiparis yang sangat menarik untuk menjadi bahan tulisan.
Sewaktu tulisan dapat menjadi bukti kerja seorang arsiparis pada tiap jenjang jabatan dan kelompok jabatan, aku ajukan untuk diusulkan ke tim penilai. Tak muluk muluk kok, aku pun sadar diri kualitas tulisan pun masih sebisa nya saja.
Misalnya punya 10 tulisan selama satu semester, aku ajuin 5 tulisan saja dan dengan kredit poin 1(Bukan 2)
Berikut nostalgia Beberapa dokumentasi tulisan sederhana ku berada di tautan 👇