Semakin kesini, anggota gowes level RT?mangkin menghilang. Baju seragam hijau simbol keakraban dan kesetiakawanan, redup seiring berjalannya waktu. Kesibukan dan tingkat prioritas di waktu libur serta gap kemampuan bersepeda menjadi penghalang kebersamaan yang pernah ditorehkan perkumpulan pesepeda Villa Tanah Baru. Alamiah dan terseleksi satu demi satu. Begitulah kenyataan kehidupan di zaman akhir.
Untaian kata kata di atas mengantarkanku untuk terus mencatatkan diri dalam bersepeda. Setidaknya menjadi ungkapan terimakasihku kepada Roda Vit. Provokasi yang berhasil kulalap dengan torehan ribuan kilometer dalam bersepeda.
Minggu, 24 Oktober 2021. Sepedaan yang kuberi judul “Roda Vit Oktober”, menempuh jarak 26 KM. Foto kenangan diatas Jalan Tol Jagorawi- Cinere, tepat akses pejalan kaki ke kampus Universitas Indonesia. Sebelumnya, pemandangan rumah indekost civitas akademika yang terlihat lengang di pagi hari.
Tak mengherankan jika wilayah kelurahan kukusan tumbuh subur bisnis indekost. Lokasi yang berbatasan langsung dengan kawasan Kampus Universitas Indonesia Depok, meneriakan peluang pundi pundi pendapatan. Setidaknya dari asumsiku tatkala sepedaan melewati gang gang kecil sebelum bertemu Jalan Raya Margonda.
Lepas Jalan Juanda, wilayah yang menarik naluri bersepeda ialah Kelapa Dua Depok. Roda sepeda melintas kembali di atas jalan tol melalui jembatan 🌉 ke arah Penjara Tahanan Militer milik Angkatan Darat. Tak jauh dari situ bertemulah dengan persimpangan, aku ambil arah pasar minggu.
Nyatanya Sepedaan, membuka wawasan gang gang penghubung antar kelurahan, antar kecamatan, bahkan antar kabupaten. Arah cipedak jakarta Selatan, menuntun laju sepeda melewati komplek Zeni AD. Setelah melintas jalan kembar (kahfi 1 dan kahfi 2), aku pun berhenti turun minum di alfamart daerah gandul krukut.
Tersisa 3 kilometer dari situ, akhirnya kembali ngopi di pantry mushola Villa Tanah Baru. Akhirnya, sepedaan kali ini meninggalkan nalarku atas tanya “sejauh mana manusia memiliki pertahanan pada komunitas kecil”. Akankah roda Vit tinggal kenangan?