Gedung Arsip Lemigas

Rabu, 2 Oktober 2019
Tim arsip Ditjen Migas menyambangi Gedung Arsip Lemigas. Kegiatan mencari keberadaan arsip migas terus dilakukan salah satunya pada Gedung Arsip Lemigas yang berlokasi di Cipulir Jakarta Selatan. Sebanyak 164 boks tersimpan di gedung tersebut dengan arsip kurun waktu 1959 – 1991.

Dikala kebutuhan arsip semakin meningkat, unit kearsipan Ditjen Migas terus memperbaiki layanan kearsipan demi ketersediaan arsip sebagai faktor pendongkrak kinerja institusi publik. Sebagaimana tautan berikut πŸ‘‡ πŸ‘‡
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/09/29/dimanakah-arsip/
tautan tersebut menjadi ilustrasi bagaimana kebutuhan publik atas keputusan Dirjen Migas tahun 1990 sebagai referensi bagi diskusi publik. Jika melihat umur arsip, lebih dari 20 tahun lalu masih menghiasi pembicaraan terkait sub sektor minyak dan gas bumi di Indonesia.

Lemigas yang awalnya bagian dari unit kerja setingkat eselon dua dibawah Direktorat Jenderal Migas, berkembang menjadi bagian dari badan Litbang KESDM. Kini setelah menjadi Badan Layanan Umum, Lemigas bergerak dengan gesit sehingga menuntut arsip titipan dari Ditjen Migas perlu diselamatkan.

Dari kedua tuntutan yakni pertama adalah kebutuhan arsip jadul atau kurun waktu lebih 20 tahunan, serta tuntutan dari BLU yang diemban oleh Lemigas tersebut, hari ini tim arsip Ditjen Migas menjemput kembali arsip.

Arsip akan diolah kembali untuk menjadi kekayaan intelektual dan memori kolektif sehingga memperkaya Ditjen Migas dalam melaksanakan peran sebagai lembaga publik.

Saya sendiri yang telah membina hubungan baik sesama arsiparis Lemigas yakni Bu jujuk terus melakukan koordinasi sejak diketemukan arsip titipan di era tahun 1990an. Tahun 1990an lemigas di bawah Ditjen Migas dan kini dibawah koordinasi Badan Litbang tidak menjadi kendala dalam pengabdian sebagai penjaga rekaman kegiatan.

Ditemani 10 orang yang terdiri dari empat ASN, 2 pramu kantor dan 3 pegawai lepas serta dua anak magang, telah berhasil diselamatkan 82 boks arsip.

Semoga aktivitas pada hari ini menjadi manfaat sebagai usaha membangun memori kolektif organisasi Ditjen Migas.

Kesaktian PANCASILA

1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Diantara duduk dengan kepulan asap rokok dan menjajal warung jus di Jl R. Sanim (kurang dari sekilo dari lokasi rumah), mencoba mengangan angan dan berselancar dengan kata “Pancasila” untuk mengenang kembali apa itu Hari Nasional Kesaktian Pancasila.

1 Juni Lahirnya Pancasila, dan 1 Oktober kesaktian pancasila. Dua momentum yang berbeda meski judulnya Pancasila. Sebagai Dasar Negara, Pancasila yang dikenal oleh bangsa Indonesia dengan lima sila.

Dari berselancar, kudapati di akun Channel YouTube official dari Kementerian ESDM, https://youtu.be/U9bl6TrwtJw
Vidoe testimoni saat Wakil Menteri ESDM, Archandra Tahar menghadiri acara peringatan lahirnya Pancasila di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri pada 1 Juni 2019.

Pancasila yang sakti itu disimbolkan oleh burung Garuda dengan membawa pita bertuliskan Bhineka Tunggal Ika. Pun saat Wakil Menteri ESDM Menyampaikan testimoni nya pada video tersebut bahwa perbedaan menjadi modal untuk membangun bangsa Indonesia menjadi Lebih Baik.

http://indonews.id/mobile/artikel/16295/Hari-Kesaktian-Pancasila-Jonan-Pimpin-Upacara-di-Kementerian-ESDM/

Pada tautan πŸ” πŸ”, Menteri ESDM, Ignatius Jonan memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor yang beralamat di Medan Merdeka Selatan.

Meski hari ini saya tidak mengikuti jalannya upacara, namun melalui tulisan ini, berusaha memaknai konsensus Bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai Dasar Negara. Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Apa maknanya?

Sebagai manusia harus berada dalam jalur ketuhanan yang adil dan beradab untuk tetap rukun dengan bermufakat demi kehidupan sosial lebik baik

Semoga bermanfaat

Arsip tokoh “pimpinan tinggi madya”

Wawancara pelaku sejarah pada pembinaan dan pengawasan minyak dan gas bumi Indonesia dari tokoh pimpinan tinggi madya “Direktur Jenderal Migas”

Hasil wawancara akan melengkapi koleksi rekaman kegiatan dan peristiwa kemigasan atawa arsip migas yang telah dikelola oleh Unit Kearsipan Ditjen Migas.

Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/16/arsip-hidup-ala-pak-aco/

Jabatan Direktur Jenderal merupakan jabatan strategis, posisi di kearsipan disposisikan menjadi arsip permanen atau arsip yang bernilai memori kolektif suatu bangsa/nilai sejarah.

Mengacu nilai rekaman kegiatan sebagai perjalanan sejarah bangsa Indonesia dari pembantu Menteri ESDM pada sub sektor Minyak dan Gas Bumi, “Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi” perlu ditangkap sebagai bagian dari pembangunan jatidiri bangsa.

Guna kepentingan memori kolektif dan memori organisasi, direncanakan pembuatan dokumentasi audio dan visual wawancara tokoh dalam jabatan Dirjen Migas dari masa ke masa.

Dokumentasi audio dan visual atau yang dikenal dengan video, direncanakan diputar dan disajikan kepada para pegawai dan pejabat di lingkungan Ditjen Migas pada Gedung Ibnu Sutowo/Gd. Migas.

Penyajian video wawancara, misalnya pada media yang tertempel pada Lift atau lobi kantor Ditjen Migas akan menumbuhkan jiwa korsa demi pembentukan jati diri bangsa.

Satu kebahagiaan bagi kami sebagai pelaksana unit Umum, Kepegawaian dan Organisasi Ditjen Migas jika diberikan perkenan oleh seorang tokoh, Dirjen Migas periode 2013-2015 untuk dapat melakukan perekaman wawancara pelaku Sejarah pembinaan dan pengawasan sektor minyak dan gas bumi di Indonesia yang pertama kalinya.

Direncanakan setelah satu tokoh diwawancara, diteruskan ke tokoh Dirjen pada periode telah lampau sehingga jangkar korsa, jangkar sejarah semakin tertangkap hingga membangun jatidiri Ditjen Migas yang seutuhnya.

Jati diri Ditjen migas sebagai bagian terkecil dari Jati Diri Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral yang akan bersatu padu dalam kebhinekaan membentuk jati diri bangsa Indonesia.

Semoga bermanfaat

LAYANAN KEARSIPAN 202O

Senin 30 September 2019.
Layanan kearsipan merupakan salah satu dari layanan umum di Sekretariat Direktorat Jenderal. Hal tersebut telah dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Tahun 2020 sebagai bagian dari dukungan manajemen internal Direktorat Jenderal.

1. Gambaran Umum
Layanan Kearsipan adalah melaksanakan pemeliharaan arsip dinamis yang terdiri dari kegiatan penataan dan penyimpanan arsip inaktif, dan penyusutan arsip. Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Kepala Arsip Nasional Nomor 9 Tahun 2018, salah satu lingkup pemeliharaan arsip adalah Penataan dan Penyimpanan arsip Inaktif.

Arsip yang dihasilkan dari seluruh unit kerja di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, saat ini telah disimpan terpusat di ruang sentral arsip inaktif atau biasa disebut Records Center. Adalah Bagian Umum Kepegawaian dan Organisasi Cq. Sub Bagian Tata Usaha yang melaksanakan pengelolaan Records Center tersebut.

Kondisi arsip di sentral arsip inaktif terbagi menjadi dua yakni arsip dengan kondisi tertata dan belum tertata. Arsip tertata ialah arsip yang telah terdaftar dan diletakkan dalam boks arsip. Sedangkan arsip belum tertata adalah arsip yang belum terdaftar dan masih berada di luar boks arsip.

Kedua kondisi arsip tersebut baik yang sudah tertata maupun yang belum tertata perlu dilaksanakan kegiatan penataan dan penyimpanan arsip inaktif.

2. Strategi pelaksanaan kegiatan
Sesuai dengan standar pedoman pemeliharaan arsip dinamis yang telah ditetapkan lembaga kearsipan ANRI, kegiatan penataan meliputi pengolahan fisik arsip, pengolahan informasi arsip dan penyusun daftar inaktif.

Pengolah fisik arsip sangat terkait erat dengan keterbatasan ruang penyimpanan arsip di Gedung Ibnu Sutowo. Untuk itu melalui kerjasama penyimpanan arsip dengan Pusat Jasa Kearsipan ANRI sejak tahun 2012, Ditjen Migas telah mempergunakan jasa simpan sebanyak 5.300 boks.

Ketersediaan ruang sentral arsip inaktif yang berada di lantai empat gedung Ibnu Sutowo /gedung migas telah menampung 3.200 boks arsip tertata. Terdapat kondisi arsip belum tertata yang ditafsir sampai dengan 3.500 boks.

Pengolahan fisik arsip inaktif bukan hanya untuk arsip yang belum tertata, namun juga untuk arsip yang telah tertata untuk memelihara ketersediaan ruang simpan. Ketersediaan ruang simpan didukung dengan kegiatan penyusutan dengan memindahkan arsip ke Pusat Arsip Kementerian ESDM.

Secara rutin, Ditjen Migas telah memindahkan arsip ke Gedung Pusat Arsip KESDM dibawah tanggung jawab pengelolaan Biro Umum KESDM. Sampai dengan tahun 2019 kegiatan penyusutan dengan pemindahan telah mencapai sebanyak 1.114 boks.

3. Metode pelaksanaan
Penyediaan anggaran jasa lainnya dipergunakan untuk mencukupi kekurangan petugas pengolah arsip. Dengan menggandeng penyedia jasa layanan pembenahan arsip, diharapkan mampu mempercepat pengolahan fisik arsip selama dua kali pengadaan yakni pada awal tahun dan pertengahan tahun anggaran 2020.

Hasil pengolah fisik arsip berupa tertata nya arsip ke dalam boks dan tersedia daftar arsip. Hasil ini akan menjadi bahan rapat evaluasi penataan arsip dan diskusi pengolahan informasi arsip.

Rapat evaluasi dan diskusi pengolahan informasi arsip dilakukan dengan penyediaan belanja perjalanan dinas paket metting luar kota. Selain para arsiparis dan pengelola arsip di sentral arsip inaktif, diundang pula para petugas arsip yang berada di lingkungan Ditjen Migas.

Selain menjadi desimisani daftar arsip sebagai hasil pengolahan informasi arsip, paket metting tersebut sebagai sarana pembinaan urusan ketatausahaan kepada para pengadministrasi umum yang tersebar di 26 unit kerja eselon tiga dan 6 Sekretariat pimpinan eselon 2.

Sedangkan pebyediaan Honor output kegiatan dengan satuan orang per bulan selama sepuluh bulan untuk mengakomodir sifat koordinatif dari tim pemusnahan. Tim ini terdiri dari anggota yang berasal dari luar ditjen migas seperti nantinya akan diminta kesediaan pejabat urusan kearsipan pada Biro Umum KESDM dan lembaga Kearsipan maupun dari Inspektorat Jenderal KESDM.

Hubungan koordinatif antara Ditjen Migas dengan Sekretariat Jenderal KESDM cq. Biro Umum dan unit lain yang terkait dalam penyusutan arsip merupakan ketentuan dalam pelaksanaan organisasi kearsipan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.

Untuk pelaksanaan kerjasama penyimpanan arsip bersama Pusat Jasa Kearsipan ANRI dialokasikan belanja sewa. Ditjen Migas mendapatkan ruang simpan dengan satuan boks per bulan untuk menyimpan arsip inaktif yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Ruang penyimpanan tersebut dilakukan pula stock opname atau pergantian arsip simpan dari Gd Ibnu Sutowo atau Ibnu Sutowo ke ruang sewa yang berada terpisah. Untuk itu diperlakukan perjalanan dinas dalam kota untuk mendukung pelaksanaan pergantian arsip simpan.

Arsip simpan diganti kan dengan arsip lainnya dengan mendasarkan pada waktu simpan atau retensi serta hasil rapat evaluasi pengolahan informasi arsip.

Arsip yang telah masul masa Retensi akan dilakukan pengolahan fisik kembali dan menghasilkan kelompok arsip usul musnah. Daftar arsip usul musnah menjadi bahan rapat evalusai tim pemusnahan/tim penilai arsip.

Dimanakah arsip?

Manfaat apa yang bisa diberikan dari kerja kearsipan? Jangan jangan jenis pekerjaan ini tidak memberikan manfaat y???? Bagaimana pendapat pembaca yang juga berporfesi arsiparis atau pegawai arsip ???

Apakah anda sebagai arsiparis telah merasa mencukupi kebutuhan pencarian arsip? Apakah orang yang membutuhkan arsip telah dibantu? Ataukah sama sekali belum pernah membantu orang mencari arsip? Jika pernah, berapa kasus pencarian arsip yang berhasil?

Pertanyaan diatas memenuhi otaku dihari minggu ini. Sekali lagi diri ini dibuat tak berkutik saat staf di unit kerja bertanya πŸ‘‡ πŸ‘‡ πŸ‘‡
[27/9 10.05] Suciati Sdml: Mas Nurul, maaf sy suci mau menanyakan kep dirjen migas no.25k/36/DDJM/1990 mengenai mengaturan LPG dan no.16k/34/DDJM/1992 mengenai pemasaran zat aditif BBM apakah berkas tersebut ada di bagian arsip. Terima kasih ya mas.
[27/9 14.48] Suciati Sdml: Ini dari surat pembaca mas yg minta, soalnya di google banyak yg ngebahas ttg sk ini, makanya di minta ke migas
[27/9 16.40] Suciati Sdml: Mas nurul ada engga sk nya. Soalnya mas agus udah nanyain

Berbagai alibi untuk membela diri muncul diotaku.
“Aku bekerja arsip sering direcoki pekerjaan lain hingga gak fokus”. “Aku kan menerima estafet dari pegawai sebelumnya, dimana aku harus memulai lagi untuk mendata dan menyimpan bahkan mengalihmediakan”. “Ruang simpan nya saja tidak sebanding dengan jumlah arsip, manabisa menghasilkan layanan yang maksimal” .

Kejadian tidak diketemukan arsip menghakimi arsiparis meski beberapa kasus telah berhasil memberikan layanan pencarian arsip. Perasaan sedih pun melanda diri, tatkala arsip yang dicari tidak ketemu.

Aku pun jadi berfikir, jika nanti beralih profesi bukan lagi di kearsipan, apakah kejadian “tidak diketemukan arsip” akan terulang lagi????? Sekuat kuatnya niatku ingin terus berada di arsip migas, 15 tahun lagi sebelum nanti menjelang purna tugas.

Posisi kearsipan sebagai bagian dari jalan pelayanan sangat mulia untuk diemban. Tak harus diberikan apresiasi atau diposisikan menjadi program unggulan, bagiku tak menjadi soal.

Malu πŸ™ˆ kiranya, kebutuhan arsip yang akhir akhir ini semakin meningkat, masih saja sering kandas. Sejak diberikan server sebagai media simpan database di tahun 2016, belum mengoptimalkan pencarian arsip. Ratusan ribu data dan ribuan file pdf, masih saja meleng. Tak semua permintaan arsip dapat dipenuhi.

Apa yang salah????
Suatu hari kusimpulkan bahwa ketersediaan Arsip perlu jejaring hingga mampu menjawab seluruh kebutuhan arsip. Kala itu kudasarkan pada unit kerja yang memiliki fungsi dukungan administrasi sesuai dengan kedudukan pejabat penandatangan arsip.

Arsip bertandatangan menteri harus disimpan oleh TU Menteri, kemudian ke Biro Umum selaku Unit Kearsipan. Unit kearsipan direktorat jenderal pun harus menyetorkan arsip nya ke unit arsip kementerian. Mungkin kali itu, kandas nya pertemuan arsip bertanda tangan menteri olehku, mencuatkan alibi melalui ulasan tulisan yang menggambarkan kesimpulan bahwa arsip perlu jejaring.

Kini apalagi yang akan kutulis dan kuulas terkait kandas nya pertemuan arsip bertandatangan direktur jenderal yang seharusnya disimpan dengan baik oleh Unit Kearsipan Direktur Jenderal.

Samsat Masuk Desa

Tidak sampai 30 menit sejak 9.40 WIB saya memasukan berkas pada loket pendaftaran dan penetapan, dipanggil 8 menit kemudian. 9.51 bayar dan terima prinout pajak dan cap di stnk.

Hari libur, Sabtu 28 September 2019 mencoba mengurus Pembayaran pajak STNK Vario 110. Jika tahun kemaren minta tolong kepada aput (security) di perumahan, kali ini jalan bersama istri sembari killing time/menghabiskan waktu libur kerja.

Sesampainya di Gedung Samsat Cinere, petugas parkir menghentikan masuk kendaraan roda empat pertanda parkir telah penuh. Sembari mengulur waktu, laju kendaraan terhenti di area depan Warteg bu Nur UPN Veteran Cinere.

Sepiring nasi yang diguyur kuah sop buncis,kol dan wortel mengisi perut dengan lauk ikan teri dan dadar telur. Bukannya balik lagi ke Samsat Cinere, kendaraan πŸš™ mengarahkan ke lokasi samsat keliling yang berada di Honda Care Sawangan.

Bertanya pada tukang mie ayam, aku pun diarahkan ke kantor kelurahan Rangkapan Jaya yang masih berada di Jalan Raya Sawangan. Berbalik arah sekitar 5 menit telah disambut petugas parkir pada loket layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Loket bertuliskan Samades atau samsat masuk desa sudah terlihat usang menandai layanan mungkin berjalan bertahun tahun. Terusik dg jenis layanan ini, aku pun bertanya kepada mbah Google.

Pada tautan dibawah πŸ‘‡ πŸ‘‡ ini, setahun yang lalu dibuka juga di kelurahan kalimulya.
https://www.depok.go.id/18/04/2018/01-berita-depok/permudah-bayar-pajak-kendaraan-bermotor-samades-hadir-di-kelurahan-kalimulya

Sudah banyak tersedia layanan SAMADES yang cukup membantu kebutuhan warga dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Internalisasi nilai Ketuhanan pada Kearsipan

Mencoba memaknai saat Indra Syafri yang mengaku diri punya dzat sepakbola menginternalisasi nilai ketuhanan. Acara kenduri cinta di bulan juli 2019 yang kudapati dari satu chanel YouTube membawa ku merangkai kata kata “bagaimana internalisasi keyakinan dari pekerja arsip”

Jika seorang pelatih sepakbola saja menemukan Tuhannya di dalam stadion, bagaimana dengan pekerja arsip atawa arsiparis??? Adakah pertemuan Ketuhanan dalam pekerjaan kearsipan????

“Gusti mboten sare”, begitu kira kira satu kalimat jawa untuk memaknai perkataan pelatih sepakbola timnas selama 17 bulan tidak diberikan gaji saat acara yang digawangi Cak Nun (Emha Ainun Nadjib). Bukan di koran, bukan pula menjelekkan orang bahkan PSSI, namun pelatih sepakbola yang begitu fenomenal hanya mengadu kepada Sang Khaliq.

Iklas dan sabar menjadi kata andalan yang menembus batas rasa penerimaannya hingga merasa diri dipertemukan dengan Sang Maha Kasih dan Sayang.

Bagaimana dengan si pekerja arsip ini???? Apakah kearsipan telah menginternalisasi nilai keTuhanan? Apakah kearsipan memberikan kepercayaan diri si pekerja arsip untuk dapat menabur benih kebaikan? Kebaikan yang membawa jalur pertemuan dengan Tuhan?

Saya coba rangkaikan dengan ceramah narasumber kearsipan pada 2 september 2019. Kapus Akreditasi Kearsipan ANRI, Rudi Anton menyampaikan sembilan nilai guna yang menjadi trigger dalam memberikan layanan.

Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/09/02/pengawasan-kearsipan/

Sembilan kegunaan arsip yakni untuk perencanaan dan pengambilan keputusan, dukungan pelayanan publik, perlindungan hak keperdataan rakyat, bahan pertanggungjawaban, perlindungan asset dan kekayaan intelektual, pembelajaran bagi anak cucu, identitas dan memori kolektif, perlindungan eksistensi bangsa, dan alat bukti hukum

Di akhir tulisan ini, semoga nilai guna arsip tersebut dapat menjadi trigger dalam menabur kebaikan untuk bekal pertemuan dengan Tuhan. Tatkala pekerja arsip dengan tulus memaknai kegunaan arsip, semoga akan membantu pihak yang mempergunakan layanan kearsipan.

Semoga bermanfaat

Arsiparis Di Pontianak

Japri via Whatsapp dari salah satu kenalan membawaku mengingat hal yang terlewat untuk dituliskan. Dia mengingatku betul saat suara sumbang dalam tembang “sewu kutho” tidak begitu merdu mengisi ruang ballrom lantai 21 Aston Priority Hotel.

[26/9 17.02] Rini Tajudin berkata: “Sangat menginspirasi sy bos”. Begitu sapaannya setelah membaca tulisanku sebelum ini yang berjudul “komunitas persuratan Ditjen Migas”

Seorang arsiparis pada Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan , Kementerian Kelautan dan perikanan, UPT yang berada di Pontianak masih terngiang sampai lagu kedua “Dia” punyaan Anji yang begitu falz saat aku bawakan.

Merasa lupa kenal saat membaca pesan Whatsappnya, aku pun sempat bertanya, krn memang lupa jika pernah bersama dalam rangkaian kenduri komunitas pekerjaan arsip atawa pemilihan arsiparis teladan tahun 2019.
Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/08/17/finalnya-teladan/

26/9 17.07] Rini Tajudin: sape sih yg lupa ama alunan lagunyaπŸ€£πŸ™, Semoga bapak ta lupe ye sm saye🀭. Khan pernah semeja bareng🀭

Begitu spontanitas berani nyanyi diacara itu, untung lupa atau tidak tahu jika begitu banyak penyanyi merdu yang hadir di malam penobatan arsiparis teladan nasional pada 18 Agustus 2018 itu. Spontanitas yang memberkahi, menjadi bahan ingatan mentautkan jalinan silaturahmi kembali.

Di akhir tulisan ini, ku titipkan salam rindu buat semua saja yang hadir di salah satu acara kendurinya pekerja arsip “alumni artelnas19”. Jika saja malam itu diberikan kesempatan untuk meneruskan kemesraan melalui bernyanyi bersama, pasti begitu indah 🌺.

Semoga bermanfaat

Komunitas Persuratan Ditjen Migas

Fenomena pendekatan komunitas dalam pencapaian tujuan organisasi menjadi satu pilihan agar lebih mengakar pada budaya kerja. Salah satunya pada komunitas persuratan di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Komunitas yang terdiri dari jabatan pengadministrasi atau admin dan sekretaris ini rutin dalam melaksanakan forum diskusi. Forum diskusi seputar persuratan dan kearsipan guna pelayanan pimpinan di unit kerja.

Pelaksanaan tugas sehari hari yang tidak jauh dari urusan surat terus berkembang seiring pelaksanaan reformasi birokrasi. Perubahan bentuk atau reformasi birokrasi generasi ketiga akan segera berakhir dalam sebulan terakhir.

Meski hampir melewati program reformasi birokrasi jilid III, namun kondisi yang dapat dicapai atau diharapkan masih terlalu jauh dari harapan. Mengawal suatu urusan di birokrasi perlu jalan panjang yang harus melewati pembentukan komunitas.

Contohnya perubahan area tatalaksana. Pemanfaatan Teknologi Informasi seperti aplikasi persuratan masih harus terus dikawal, belum dapat berbuat banyak, namun yang terjadi adalah terbentuk nya komunitas persuratan yang solid.

Selama tiga tahun tepatnya sejak tahun 2016, Aplikasi persuratan di Ditjen Migas secara tidak sadar telah menciptakan komunitas kecil dalam kerangka pemberian dukungan kepada manajemen internal.

Hal tersebut ditandai dengan kehadiran hampir 40 pegawai urusan administrasi di lingkungan Ditjen Migas pada pertemuan Kamis, 26 September 2019 di ruang rapat Wijarso lantai 16 pada Gedung Ibnu Sutowo. Jika rapat di dalam kantor sering kita temui kekurangan peserta, namun ternyata tidak terjadi pada komunitas persuratan ditjen migas.

Bukti lain bahwa telah terbentuk komunitas persuratan pada tulisan berikut yang menjadi pertemuan terakhir yakni di bulan agustus 2019.
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/08/22/monev-e-surat-ditjen-migas/

Komunitas persuratan yang saat ini telah terjalin menjadi strategi untuk terus membina urusan ketatausahaan yang dapat diunggulkan sebagai bagian pencapaian reformasi birokrasi.

Pada tiap forum komunitas persuratan, pemantauan pengguna aplikasi dimulai dari keaktivan mendisposisi dan pengunggahan file pdf hasil scan. Masih hangat di catatan penulis sebagai admin aplikasi persuratan Ditjen Migas bahwa, pimpinan tinggi madya atau Plt. Dirjen masih berkenan untuk mempergunakan aplikasi persuratan sebagai sarana mendisposisi surat.

Begitu juga pada tataran pimpinan tinggi pratama atau selevel dengan jabatan Direktur, arahan atas surat masuk terus mengalir kepada para pejabat administrator dibawah.

Hal diatas menjadi gambaran nyata bahwa, aplikasi persuratan sangat berguna sebagai salah satu pengungkit perubahan tata laksana di birokrasi. Untuk itu diperlukan kondisi agar kominitas persuratan menjadi benteng untuk mempertahankan layanan kepada manajemen internal.

Seperti halnya terkait kehandalan dalam filling surat, aplikasi persuratan sangat diharapkan untuk dapat dilengkapi dengan conten file pdf. Para peserta forum persuratan dicek satu per satu dalam mengunggah file pdf hasil scanning surat yang telah ditandatangani pimpinan di lingkungan Ditjen Migas.

Dengan rutin mengunggah file pdf di aplikasi persuratan diharapkan dapat tercapai perubahan kondisi pada penyediaan arsip untuk kepentingan manajemen internal dengan disertai kecepatan akses.

Di akhir tulisan ini, penulis berharap pergantian kepemimpinan tidak pula menghapus sarana persuratan yang secara efektif dipergunakan oleh tiga sosok pimpinan tinggi madya/Direktur Jenderal Migas.

Meski masih pro dan kontra terkait dengan keberadaan landasan penetapan hukum atau peraturan menteri ESDM yang menaungi praktik persuratan elektronik, namun setidaknya sudah berada pada jalur yang mantab untuk menggapai area perubahan ketatalaksanaan.

Semoga bermanfaat

Nista

Selasa, 24 September 2019 duduk di warung Jus sebelum sampai di rumah sembari mengingat kata “nista”. Berusaha mengabaikan telepon bocahku lepas magrib tadi untuk mengilustrasikan kata *nista*. Meski bukan waktu yg tepat untuk menguraikan kata %nista% disaat keluar kantor di ba’da magrib kelar melemburkan diri mengerjakan KAK dan RAB.

Aku pun mengambil suatu kewajaran jika sampai petang tadi belum terselesaikan KAK dan RAB yang nilainya ratusan juta itu. Meski sejak pagi berada di depan komputer, raga dan otak bersitegang dengan aktivitas pemilahan arsip sebagai tugas utama sebagai arsiparis.

Dan ternyata bukan hanya tugas utama yang mendera otak ini namun juga ternyata kata #nista#. Seandainya para pembaca mendapatkan kesan “jijik” setelah membaca tulisan yang beraroma curahan hati atawa curhat dari laki laki, maka bisa jadi hampir sama saat mempergunakan kata -nista-

Kata =Nista= harus aku ilustrasi karena permintaan dari seseorang yang harus aku hormati. Penghormatanku bukan hanya jabatan dalam urut urutan pangkat dan golongan yang melekat di PNS, namun siapapun itu, doktrin agamaku mengharuskan itu.

“Salam Hormat MY”, begitulah kira kira yang melekat di ratusan anak buah beliau. Siang kemaren, tak tahu ada angin apa tiba tiba terjebak dengan obrolan hangat bersama sosok kharismatik pemilik jargon #Salam Kompak Selalu#.

NISTA, KENISTAAN….apa sih itu?????

Pembelaan diriku bahwa aku tidak *nista*’ karena yang bisa dilakukan bawahan adalah melaksanakan perintah atasan. Jika bukan karena ada atasan, masih bisakah para bawahan memainkan peran dalam kenistaan??? Jika bukan untuk tujuan suksesi kepemimpinan, bagaimana bawahan melenggang berkiprah????

Gimik tangan masuk dalam kantong celana sendiri bisa jadi berbeda makna saat harus memikirkan kebutuhan operasional organisasi. Kebutuhan riil para bawahan yang merasa butuh diperhatikan. Kebutuhan untuk percepatan harmonisasi suatu penyelesaian pekerjaan. Sampai dengan desakan bahwa semua butuh pety cash demi kinerja yang berwibawa.

Semakin jelas apa itu *******nista****”” ”

Pungutan liar, selisih harga, diskon, atau keuntungan pribadi menghantui para pekathik negara ini. Kadang, pada acara” UKA UKA” si hantu bukan menghantui, namun disuruhnya datang.

Diakhir tulisan ini, semoga saja ilustrasi diatas benar sesuai dengan tafsir beliau. Tafsir dan ilustrasi dari kata #NISTA#. Sampailah kita dalam musim “nista” bukan musim durian. Musim dimana para pekathik berfokus untuk penyusunan kitab kenistaan.

Bulan ini menjadi bulan dalam rangkaian penyusunan Kegiatan tahun anggaran 2020 sebagai penjabaran pidato Nota Keuangan APBN 2020 di bulan Agustus lalu oleh Bapak Presiden Republik Indonesia.

Namun, sebagai bagian dari pekathik, hanya bisa bilang “walatajasasu walataiasu”, jangan pernah takut dan bersedih hati berada dalam dunia %%nista%%. Bisa jadi, bukan itu, bisa jadi kita semakin ditempa untuk menjadi rahmatan lil alamin.

Masih ingat kah, pelajaran dari bunga bangkai yang terlihat indah? Atau ilmu dari kotoran yang dapat menyuburkan tanah dan pepohona sampai menjadi sumber energi?

Sekian #selamatDatangDiDuniiaKerjaPenuhNista##