
Senin, 9 September 2019.
Pagi ini, pengantar praktik kerja kepada mahasiswa magang di ruang arsip Ditjen Migas. Di hadapan Verrel, Azizah, Ela dan Litania dari Universitas Bina Sarana Informatika, program studi D3 Akutansi, aku berpesan agar membiasakan diri untuk mencari informasi sebagai referensi dalam praktik kerja lapangan.
Mengilhami sebagai mentor magang, kusampaikan sudut pandang terkait berjalannya roda organisasi yang publik mendasarkan peraturan yang perundangan yang berlaku.
Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/08/25/mahasiswi-di-ruang-arsip/
Praktik kerja yang dilakukan mahasiswa kali ini adalah melakukan penataan arsip keuangan. Arsip keuangan yang mereka olah adalah arsip pembayaran.
Undang undang tentang APBN no 18 tahun 2016 sampai dengan Peraturan Direktur Jenderal yang perbendaharaan perlu dibaca untuk memperbanyak pengetahuan.
Informasi yang saya terekam di arsip dapat dipergunakan seperti siapakah pejabat penandatanganan Surat Perintah Membayar???
Apa saja kewajiban pejabat yang menandatangani berkas pembayaran?. Selain itu terdapat tanda tangan Pejabat Pembuat Komitmen sebagai syarat muncul nya kewajiban bayar.
Penulis berpendapat bahwa, praktik kerja penataan arsip keuangan bukan hanya semata membuat susunan arsip terlihat rapi, logis dan sistematis, namun juga mempertahankan penyimpanan pertanggungjawaban keuangan para pejabat yang menandatangani berkas terkait.
Mentor juga memberikan arahan agar lebih teliti terhadap kelengkapan berkas pembayaran. Dari kelengkapan item per item atau per arsip dapat memberikan pengetahuan terkait mekanisme keuangan.
Misalnya, arsip kuitansi bermaterai yang harus ditandatangani atau setuju bayar oleh pejabat pembuat komitmen.
Berikut laporan para mahasiswa magang minggu pertama
[8/9 10.57] Azijah Bsi: Dalam memenuhi syarat perkuliahan yaitu magang , saya pun memilih untuk magang di bagian Arsip dan menurut saya Arsip adalah suatu catatan atau surat kegiatan yang di buat oleh suatu lembaga/organisasi/pemerintah.
Arsip merupakan catatan atau surat yang memang perlu di jaga dan di simpan sebaik mungkin karna terdapat hal hal penting di dalam nya.
Dengan zaman yang modern dan canggih mungkin dahulu arsip hanya di catat/di tulis dengan kertas seperti berkas tapi di era modern ini arsip bisa juga menggunakan rekaman audio , video dan digital lainnya . Dan saya mendapatkan ilmu tentang arsip yaitu beberapa berkas tentang arsip yang saya kerjakan berupa lelang dan non lelang. Yang pertama saya kerjakan adalah Arsip non lelang karna lelang saya belum kerjakan hanya di jelaskan , non lelang pun di dalamnya terdapat dua jenis yaitu Perjalanan dinas Dalam Negeri & perjalanan dinas Luar Negeri belum sampai sini , masi di terbagi lagi agar mempermudah dengan menggunakan unit kerja eselon 3.
[8/9 10.41] Ella Bsi: Arsip adalah catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi dengan berbagai macam bentuk yang dibuat oleh lembaga,organisasi maupun perseorangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan.
Dokumen yang saya kerjakan adalah dokumen non lelang, memisahkan sesuai unit kerja ditahun 2016. Terdapat perihalnya yaitu perjalanan dinas dalam negeri,perjalanan dinas luar negeri,pembayaran honorarium,ganti uang,pembayaran paket meeting,rapat,belanja barang,konsumsi, dll.
Didalam dokumen perjalanan dinas dalam negeri terdapat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB), Surat Pernyataan Membayar (SPM) yang ditanda tanganni oleh pejabat pembuat dokumen, bukti-bukti pembayaran seperti kwitansi, invoice, serta tiket perjalanan serta catatan-catatan barang yg dibeli.
[7/9 22.04] Verrel Bsi: Assalamu’alaikum, Nama saya Verrel Joevanka Mahasiswa Bina Sarana Informatika semester 5 yang mendapatkan kesempatan untuk melakukan Magang di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Perusahaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Yang bertugas perumusan kebijakan di bidang pembinaan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan pengusahaan, keteknikan, keselamatan kerja, lingkungan, dan pembangunan.
Bagi saya magang adalah kesempatan yang sangat berharga untuk melatih Kedisiplinan & memahami budaya Kerja. Di Direktorat Jenderal Minyal dan Gas saya bekerja di bagian Arsip. Arsip adalah catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi dengan berbagai macam bentuk yang dibuat oleh lembaga, organisasi maupun perseorangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan. Arsip dapat berupa surat, warkat, akta, piagam, buku, dan sebagainya, yang dapat dijadikan bukti sahih untuk suatu tindakan dan keputusan. Selama satu minggu ini saya senang karena dapat menambah ilmu baru bagi saya tentang PerArsipan.
Pada Minggu pertama, saya belajar tentang bagai mana cara mendeskripsikan sebuah Arsip Keuangan dan mengelompokan sesuai unit, Tujuannya adalah ketika sebuah arsip ingin dicari agar lebih mudah ditemukan. Dalam Arsip keuangan salah satunya berisi tentang Surat Perintah Membayar (SPM). di dalam SPM terdapat banyak kategori didalamnya salah satunya ada (Perjalanan dinas&Pembayaran Rapat). Setelah semua Arsip disusun sesuai unit yang ada, Arsip akan diberi nomor urut dan akan di input di Komputer untuk didata sesuai nomor yang telah di berikan di Arsip tersebut. Kamudian Arsip akan di masukan Kedalam Box dan diberi Nomor box, Tahun Arsip, dan Unit yg bersangkutan. Setelah semua Arsip sudah dikelompokan dan dimasukan kedalam Box, Box tersebut nantinya akan dikirim ke Arsip Nasional.
Selanjutnya saya juga belajar bagaimana cara meng-upload dan meng-scan sebuah dokumen/berkas ke Arsip Digital. Tujuannya agar dokumen yang di Scan/Upload di Arsip digital dapat tersimpan dan dapat dicari untuk kebutuhan tertentu pada saat suatu saat.
Cara meng-upload Dokumen kedalam Arsip digital dengan cara mengisi bagian-bagian form sesuai dengan berkas yang akan di upload Contohnya : (Menginput Parrent unit, Tempat mengimput, Perihal, Nomor berkas, dll).
Sekian yang bisa saya sampaikan, Terimakasih.
[8/9 21.46] Camilia Hanan: *Resume Magang*
*MINGGU, 8 September 2019*
Dalam minggu ini, dari tanggal 2 – 6 September 2019. Saya, mendapatkan tugas magang dari Pak Nurul berupa mengelompokkan berkas dari bagian keuangan, seperti Berkas Pembayaran Perjalanan Dinas, Ganti Uang (GU), Honorarium Tim dan Narsum, Belanja Paket Meeting, dll dari tiap unit yang ada di Dit.Jen.Migas tahun 2016.
Dalam waktu seminggu saya dan teman-teman magang saya yang lain telah berhasil menyelesaikan pengelompokkan berkas keuangan dari setiap pengeluaran/pembayaran yang dilakukan oleh setiap unit yang ada di Dit.Jen.Migas. Kami melakukan pengelompokkannya dengan cara :
Pertama, Memilah berkas berdasarkan unit Eselon 2. Eselon 2 merupakan, suatu hierarki jabatan struktural lapis kedua yang memiliki tugas sebagai Pengatur, atau orang yang melaksanakan langkah realisasi dari suatu kegiatan yang menjadi bagian dari operasionalisasi dari program kerja instansinya.
Di Dit.Jen.Migas Eselon 2 terdiri dari, DMT, DME, DMO, DMB, dan SDM.
Pemilahan atau pengelompokkan berkas per unit dari Eselon 2 dapat dilihat unitnya dilembar awal dan dibagian paling atas yang terdapat kata “Nomor : ” di SPTB (Surat Penyataan Tanggung Jawab Belanja) atau SPM (Surat Perintah Membayar)
Tujuan dipisahkan berdasarkan Eselon 2 terlebih dahulu yaitu, agar lebih mudah mengelompokkannya, tidak bingung, dan tidak terlalu banyak/berantakan pada saat mencari unit yang sama, pada saat nanti akan dikelompokkan berdasarkan Eselon 3.
Kedua, setelah berkas keuangan dari setiap unit sudah dipisahkan berdarkan Eselon 2, maka unit tsb dipisahkan lagi berdasarkan unit yang ada di Eselon 3. Eselon 3 merupakan, suatu hierarki jabatan struktural lapis ketiga, yang memiliki tugas sebagai Penata, yaitu menata setiap tugas atau pekerjaan yang sudah mulai dituntut untuk mengerjakan suatu pekerjaan dengan keahlian di bidang ilmu tertentu dengan lingkup pemahaman dan ilmu yang lebih mendalam. Dalam pengelompokkan berdasarkan Eselon 3, sama seperti Eselon 2 dapat dilihat unitnya dilembar awal dan dibagian paling atas yang terdapat kata “Nomor : ” di SPTB (Surat Penyataan Tanggung Jawab Belanja) atau SPM (Surat Perintah Membayar)
Di Dit.Jen.Migas Eselon 3 terdiri dari :
1. DMT : DMTS, DMTE, DMTO, DMTL, dan DMTP
2. DME : DMEW, DMEE, DMED, DMEP, dan DMEN
3. DMO : DMOO, DMOA, DMOH, DMON, dan DMOS
4. DMB : DMBS, DMBI, DMBP, DMBD, dan DMBK
5. SDM : SDML, SDMK, SDMH, dan SDMU
Tujuan dikelompokkan berdasarkan Eselon 3, yaitu untuk lebih memperkecil, atau lebih mempermudah lagi pada saat nanti memilah atau mengelompokkan berdasarkan rincian atau uraian berkas pengeluaran keuangan dari setiap unit Eselon 3.
Ketiga, setelah dikelompokkan berdasarkan Eselon 3, maka dari setiap unit yang ada di Eselon 3 tsb dikelompokkan kembali berdasarkan rincian atau uraian berkas pengeluaran keuangan yang sama, misalnya seperti Perjalanan Dinas, yang terdiri dari Perjalanan Dinas Dalam Negeri, Perjalanan Dinas Luar Negeri, dan Perjalan Dinas Dalam Kota. Honorarium, yang terdiri dari Honorarium Tim, dan Honorarium Narasumber. Ganti Uang (GU), yang terdiri dari Ganti Uang Keperluan Belanja Barang, Ganti Uang Konsumsi Rapat, dll. Belanja Paket Meeting (Rapat, Sosialisasi, Konsinyering).
Semua berkas yang berbeda uraian berkas pengeluaran keuangannya dipisahkan dan dikelompokkan dengan uraian berkas sama nantinya (Seperti, Perjalanan Dinas Dalam Negeri Unit SDMK dengan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Unit SDMK juga) dan disatukan dalam satu map dengan keterangan “Perjalanan Dinas Dalam Negeri, Unit SDMK, tahun 2016”
Tujuan dikelompokkannya berkas keuangan dari setiap unit Eselon 3 berdasarkan rincian atau uraiannya, dan dimasukkan kedalam satu map yg sudah diberikan keterangan/perihal, akan memudahkan dalam proses penginputan, jadi tinggal dimasukkan keterangan belanja atau jenis pengeluaran keuangannya dari setiap unit Eselon 3, kemudian diberikan/ditulis nomor urut yang sesuai dengan penginputan di Ms.Excel.
Keempat, setelah disatukan/digabungkan dalam satu map yang sudah diberikan keterangan/perihal. Kemudian, dilakukan proses penginputan.
Dalam proses penginputan berdasarkan Eselon 3 dan berkas keuangan tahun 2016, dimulai dari Unit SDM, yaitu SDML, SDMK, SDMH, dan SDMU, kemudian DMT, yaitu DMTS, DMTE, DMTO, DMTL, dan DMTP, dan seterusnya harus dilakukan atau diinput secara urut.
Tujuannya dilakukannya penginputan secara urut, agar mempermudah pada saat pencarian berkas, dan juga mempermudah pada proses penomoran di box arsipnya, karna sudah sesuai dan sama dengan jenis belanja dan unitnya.
Kelima, setelah berkas sudah diinput di Ms. Excel, maka di cover map ditulis nomor urut dan kemudian berkas tsb dimasukkan kedalam box arsip dan diberikan penjelasan berupa, nomor box, folder, unit, dan tahun arsip.
Tujuannya, supaya pada saat mencari berkas menjadi lebih mudah, karna sudah sesuai dengan urutannya, dan juga sudah tertera nomor box nya.
Kesimpulan : Dengan diberikannya tugas tersebut, saya jadi mengetahui urutan proses dalam pengelompokkan berkas keuangan dari setiap unit, Jenis belanja yang banyak dilakukan oleh setiap unit di Dit.Jen.Migas, dan saya jadi lebih teliti dan berhati-hati dalam proses pengelompokkan, karna jika ada satu berkas keuangan yg tertinggal dari salah satu unit, maka akan sedikit merepotkan dalam proses penginputan.