Berkah Tulisan

Mengatakan kepada dunia dengan tulisan. Menyatakan perhatian kepada suatu urusan dengan rangkaian kata kata. Memotret kejadian dengan menulis. Mendokumentasikan perjalanan kehidupan melalui susunan paragraf demi paragraf. Meninggalkan cerita untuk dibaca kembali saat masa tua tiba.

Begitu banyaknya alasan untuk saya dapat terus mengelola blog. Begitu termotivasi untuk terus menulis. Bukan sekedar update status, bukan hanya berani berkomentar di media sosial, bahkan hanya perdebatan pada grup grup, namun perlu mengurai, perlu melengkapi penjelasan kalimat.

Berbagai persoalan kehidupan, menjadi berbeda ketika berani menuliskan. Cara menyampaikan kondisi persoalan melalui tulisan, akan menemukan perspektif yang lebih lengkap. Hal hal yang belum terfikirkan sebelumnya, dapat muncul setelah menulis beberapa paragraf.

Meski tulisan ku masih jauh dengan pendekatan ilmiah, namun dengan menulis aku semakin belajar logika sebab dan akibat. Tulisan membuka cakrawala permasalahan untuk ditemukan penyebabnya. Satu penyebab bisa jadi berdampak untuk permasalahan selanjutnya.

Hal yang menjadi semangat dalam menulis adalah berusaha memberi manfaat kepada para pembaca. Bukan memanfaatkan tulisan untuk keuntungan sesaat. Atau sekedar menguji kepercayaan diri dalam menyampaikan sudut pandang. Suatu kepercayaan diri sebagai penguat diri, sehingga mampu untuk berdaulat.

Munculah perasaan tersanjung yang saat tulisan kita mendapatkan respon. Menggerakkan otot serta saraf ketika tulisan kita dibaca banyak orang. Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/06/25/menulis/

Pun hari ini, Sabtu, 13 Juli 2019. aku mendapat respon positif dari kebiasaan menulis. Di WA grup dimana aku mempromosikan tulisan agar dibaca orang. Grup yang terjalin karena ikatan program studi yang berisi alumni intas angkatan. Grup yang berisikan mantan mahasiswa kearsipan. Berikut kutipannya:
[13/7 13.12] Suprayitno: πŸ‘Ayo yg hoby nulis. Mas @⁨nurul muhamad⁩ monggo cuap2 blognya diwujudkan dalam paper Diplomatika 😊
[13/7 13.27] Suprayitno: Ah, saya gk percaya klo nunggu *mapan*. πŸ˜€ Lha idennya Mas Nurul udah potensi untuk diolah jadi tulisan ilmiah lho… Tinggal ikuti ketentuan gaya selingkungnya de el el. 😊
[13/7 13.27] Rina Rakhmawati: sepakat dg mas prayit..kami sudah lama nunggu tulisannya mas nurul lho…
[13/7 15.40] Rina Rakhmawati: 😊
semoga suatu ketika nanti ada tulisan njenengan di jurnal mas,πŸ™

Sehari sebelumnya , seorang teman kantor yang sudah promosi di unit kerja lain, menyampaikan tanggapan ketika aku menulis https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/12/mainan-thole/
Berikut kutipannya:
[12/7 13.32] yogo Tri Prayogo: KERENS !!!
[12/7 13.33] yogo Tri Prayogo: Pembaca diajak membaca dan larut dalam bacaan

Sebulan yang lalu, dari beberapa warga dimana aku ditunjuk sebagai petugas ketua RT. Menambah tenaga ajaib untuk terus belajar menulis. Tulisan dengan tema lingkungan tempatku bermukim pada tautan
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/06/28/vtb/

Berikut kutipannya:
[29/6 05.14] dawai: Keren Pak RT. Tks
[29/6 10.40] pratama: Kereeeennn bangeeeettt… Cocok jadi penulis handal nih…. Ayo Pak RT, bikin buku kumpulan cerita pendek tentang kehidupan sehari2 di VTB… πŸ˜‡πŸ‘πŸ‘πŸ‘
[29/6 11.35] dawai: Ini pertama di Indonesia… pasti menarik Pak
[29/6 11.40] pratama: Iya Pak Dawai..nanti kita jual dan tawarkan ke production house utk dibuat sinetronnya… Atau kita bikin sendiri… Pakai Channel youtube. Kalau subscribernya banyak, penghuni VTB gak usah lagi ada iuran bulanan seumur hidup… Ketutup sama penghasilan dari Youtube.. Bahkan kalau viral seperti Atta Halilinta, ada subsidi tiap bulan utk setiap KK di VTB… πŸ˜πŸ‘πŸ‘
[29/6 11.43] retno: Idenya bagus pak munpung Pak RT sedang sangat Produktif dan rajin pangkal Pandai 😊😊
[29/6 13.22] pratama: Pak RT mungkin adalah jalan petunjuk Allah agar di Komplek kita bisa bebas iuran bulanan selamanya… πŸ˜‡ πŸ™ πŸ™

Tulisan yang dibaca orang melalui internet bisa jadi telah menaikkan derajat kehidupan. Tulisan yang tidak masuk di rubrik koran atawa majalah bulanan suatu institusi pun menjadikan hidupku lebih bermakna. Makna dari doktrin agama agar manusia dapat bermanfaat kepada kehidupan di sekitar nya.

Mungkin nalar ini belum dapat mengikuti tatanan redaktur. Bahkan untuk jurnal ilmiah, Aku pun belum teruji melalui tulisan skripsi bahkan tulisan tesis. Mohon maklum ya…. Bagiku simpel dan sederhana saja, dengan tulisan kita dimudahkan untuk mengambil hati istri. Nih WA nya πŸ˜‚πŸ˜›
[12/7 14.30] istri: Ak td di kantor buka blog e bpk
[12/7 14.30] istri: Bc tulisan yg bt anak2
[12/7 14.31] istri: Bagus ih, mlh pgn tak jilid jd buku😬😬

#yukBermanfaatTukSesama

Menanti Dirjen Migas

Jumat, 12 Juli kembali menjadi hari bersejarah untuk Direktorat Jenderal Migas. Belum genap dua tahun, sejak 28 Maret 2018, ketika Bp. Ego Syahrial digantikan Bp. Djoko Siswanto. Suksesi kepemimpinan yang begitu cepat. Pergi dan datang silih berganti.

Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada level pelaksana/staf, pergantian pucuk pimpinan pembantu menteri ESDM ini memberikan dampak penyesuaian di awal masa jabatan.

Sebagai staf di urusan ketatausahaan yang mengawal urusan persuratan, saya mempunyai cerita bagaimana sarana persuratan menjadi bagian terberat saat pergantian pucuk kepemimpinan.

Kehadiran seorang Dirjen Baru menjadi tantangan bagi keberadaan sarana pengurusan surat. Sarana disposisi surat berupa aplikasi database berbasis web kembali diuji keberadaan nya.

Kepercayaan diri dalam mempergunakan sarana persuratan belum disambut dengan kondisi administrasi pemerintahan yang berbasis e-government.

http://nurulmuhamad.blogspot.com/2017/10/persuratan-elektronik.html
Pada tautan yang berjudul persuratan elektronik tersebut di atas ⬆⬆ bercerita bagaimana pemantapan pembiasaan penggunaan sarana persuratan oleh seorang dirjen pengganti.

Tahun 2018, tepat lepas bulan ketiga, pun mengalami badai dimana Dirjen yang baru dilantik oleh Menteri belum merasa percaya diri untuk menggunakan sarana disposisi surat berbasis aplikasi.

Badai πŸŒͺ⚑yang akan menghempaskan sarana persuratan berbasis aplikasi jika seorang Dirjen menolak untuk mempergunakannya. Sampai dengan bulan ketujuh tahun 2019, sarana persuratan masih mampu bertahan.

Info sekretaris pribadi Dirjen, keberadaan di luar kantor menyulut kebutuhan sarana persuratan berbasis internet. Bp. Dirjen Migas melakukan disposisi melalui aplikasi surat bahkan diluar jam kerja dan di luar negeri.

Bagaimana dengan Dirjen berikut nya?? Apakah nantinya Dirjen baru juga berhadapan dengan rasa kurang yakin untuk mempergunakan sarana persuratan berbasis internet????

Mainan Thole

Terngiang rengekan saat meminta mainan gogo dino. Mainan yg ada di acara televisi. Mainan yang dapat berubah menjadi dinosaurus dan mobil πŸš—.

‘ THOLE’ panggilan anak kedua, namanya Dipta. Tiap bangun dari tidurnya, menjadi ajakan untuk mendapatkan kesempatan dua rakaat di mushola VTB. Janji bapaknya untuk beli online, tak kunjung mendapatkan gogo dino impiannya.

Hari itu, setelah kembali dari Mushola, Thole pun mengajak ke toko mainan. Belum nyadar, kalo jam 5.15 WIB, toko mainan manapun pasti belum buka. Aku pun melayani sembari mengayuh sepeda sebagai olahraga pagi.

Di usia empat tahun pada Mei 2019, keinginan untuk mempunyai mainan sering datang dari lingkungan sekitar. Teman sepermainan, acara televisi atau saat diajak jalan ke pusat perbelanjaan.

Bagaimana respon yang baik saat anak merengek meminta dibelikan mainan??? Apakah salah jika menuruti keinginan anak???

Pasti banyak pemikiran di kepala para pembaca y?. Pemikiran untuk memberikan respon yang tepat agar pendidikan anak terus berjalan.

Gogo dino muncul dibenak Thole yang sebelumnya TOBOT. Maian mobil πŸš— an yang dapat dirubah bentuk menjadi robot. Berbagai mana tokoh robot pembela kebenaran antara lain TOBOT X, TOBOT C, ROBOT Y, dst. Penamaan dengan huruf Alphabet seolah terkesan merebut hati orang tua.

Kesan mengandung unsur pendidikan mengenal alphabet, menjadikan saya membelikan mainan TOBOT untuk Thole. Tak lama, muncul mainan baru, Gogo Dino yang belum sempat dimiliki Thole.

Datang lagi mainan Paw Patrol. Akses youtube yang begitu mudah menjadikan anak disuguhi bermacam macam pilihan. Banyak orang tua yang membuat Chanel pribadi di Youtube untuk melakukan review mainan bersama anak anak.

Dengan seksama Thole menyaksikan review mainan di chanel Youtube, menghalau keinginan tuk memiliki. Dunia bermain anak terus berkembang y….

Pernahkah pembaca kepikiran untuk membuat mengisi akun YouTube tuk mereview mainan???, biar nanti Thole ikut melihat, dan bapaknya gk repot membeli mainan. Hehehehe….

#dipta
#thole

Pusat Arsip SKK Migas

Meski hari hari di ruang sepi, tim kerja arsip tetap harus mencari inspirasi. Mencari jalan agar semangat kerja arsip kembali tertata lagi. Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/03/01/hari-hari-di-ruang-sepi/

Kunjungan lapangan tim arsip Ditjen Migas pada hari Kamis, 11 Juli 2019, bertempat di Pusat Arsip SKK Migas, di Kawasan Taman Tekno BSD Tangerang Banten. Maksud kunjungan adalah untuk mendapatkan inspirasi dalam menata kembali semangat tim kerja dalam mengelola arsip minyak dan gas bumi.

Penataan semangat kerja sangat diperlukan untuk tim kerja arsip Ditjen Migas yang sehari harinya terkurung dalam ruang arsip. Dengan mengunjungi institusi kemigasan lainya seperti SKK Migas, tim kerja arsip Ditjen Migas mendapatkan informasi dan wawasan baru. Wawasan yang menumbuhkan kembali semangat untuk kerja arsip.

Salah satu wawasan itu adalah kapasitas ruang arsip. SKK Migas memiliki ruang arsip berdaya tampung 130 ribu boks. Informasi yang bagi tim kerja arsip Ditjen Migas adalah luar biasa. Luasan atau kapasitas ruang arsip tersebut 1300 persen dari luasan ruang arsip Ditjen Migas. Kapasitas simpan pada Ditjen Migas hanya sampai dengan 10.000 boks.

Wawasan selanjutnya adalah keberadaan institusi negara yang mengelola salah satu sumberdaya alam yakni minyak dan gas.

Sebagai lembaga independen yang terbentuk dari Undang Undang Republik Indonesia tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, SKK Migas yang sebelumnya bernama BP Migas bertindak atas nama Pemerintah Indonesia mengendalikan kontrak kerjasama pengelolaan Migas di Indonesia secara profesional dan independen.

Sejak tahun 2013, BP Migas menjadi SKK Migas sesuai putusan Mahkamah Konstitusi. SKK Migas bertanggung jawab kepada Presiden RI melalui Menteri Negara yang memimpin Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM).

Pelaksanaan kegiatan administrasi pelaksanaan sektor Migas yang masih berbasis kertas telah menciptakan ratusan ribu boks atau lebih dari 5.500 meter linear sejak berdirinya lembaga tersebut.

Ribuan meter tersebut harus dikelola dengan baik meski organisasi kearsipan bersifat adhoc. Adhoc atau fungsional pelaksanaan kearsipan dibawah departemen administrasi umum pada struktur organisasi Sekretaris SKK Migas. Sebagaimana pemaparan bu Ida sebagai koordinator kearsipan SKK MIGAS.

50 orang petugas kearsipan terbagi sesuai keberadaan gedung perkantoran SKK MIGAS. Petugas arsip yang mendukung unit kerja menjadi tulang punggung ketersediaan arsip. Separo lebih dikit dari total petugas menjaga keberlangsungan Pusat Arsip yang berada pada Gedung dalam pengelolaan PT Sigma Cipta Utama. Sedangkan lainnya berada di Unit kerja yang beralamat di Wisma Mulia, City Plaza Jakarta Selatan dan di lima kantor perwakikan SKK Migas.

Pak Ery juga menambahkan untuk memenuhi kelayakan kompetensi petugas arsip di SKK Migas, dilakukan sertifikasi mandiri dengan menggandeng Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI).

Potret layanan arsip

Potret sebelumnya, tergambar proses pelaksanaan penciptaan, penggunaan & pemeliharaan, dan penyusutan arsip di unit kearsipan Ditjen Migas.
Baca
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/09/potret-arsip-di-ditjen-migas/

Tulisan kali ini akan menggambarkan sepuluh catatan layanan yang telah dilakukan. Meski layanan kearsipan tidak identik hanya dengan penelusuran dan peminjaman arsip.

Orang awam pastilah mengukur keberhasilan penjagaan rekaman kegiatan (kearsipan) dengan ketersediaan arsip di kala dibutuhkan. Bagi kami selalu pekerja kearsipan, menjadi tantangan untuk terus berbenah diri.

Saat ini, unit kearsipan Ditjen Migas menjadi palang pintu terakhir dalam penyediaan dokumen atau arsip. Hal tersebut di dukung dari sifat layanan kearsipan yakni ‘back office’ .

Unit kearsipan hanya berhak melayani informasi arsip yang bersifat internal. Beberapa pihak luar yang langsung datang ke unit kearsipan Ditjen Migas adalah pihak yang telah diarahkan oleh pejabat yang bersangkutan. Pejabat yang mempunyai kewajiban menyimpan arsip misalnya Pejabat Pembuat Komitmen dan PPSPM.

Selain itu, layanan penelusuran arsip datang dari pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator eselon 3 dan pejabat pengawas eselon 4 di lingkungan Ditjen Migas.

Berikut beberapa catatan layanan penelusuran yang tercatat antara lain
1. Bukan Mei, saat mantan Direktur Jenderal menghubungi Kepala Bagian Umum Kepegawaian dan Organisasi Ditjen Migas
Baca
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/05/24/cari-ssp-2014-arsip-pensiun-2003/
2. Pada tautan yang diunggah pada bulan Mei tersebut juga melalui arahan PPK Jargas.

3. Arahan dari pimpinan pada Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Migas untuk menelusuri penetapan Term & Condition WK tahun 2006.
Baca
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/01/30/simpul-jaringan-informasi-kearsipan/

4. Hal tersebut juga terjadi pada arsip serupa dengan kurun waktu tahun 2000, permintaan unit Unit legal Ditjen Migas
Baca
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/06/jejaring-arsip/

5. Permintaan penelusuran atas surat tahun 2015 dari Subdit Pengangkut Migas pada Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas pada bulan Maret.
Baca
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/03/25/penggunaan-dan-pemeliharaan/

6. Kebutuhan data audit menjadi penelusuran rutin yang biasa dimintakan oleh unit Keuangan Migas dan PPK. Pada bulan Februari 2018 , permintaan penelusuran untuk audit sebagaimana tautan
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/02/07/layanan-kearsipan-untuk-infrastruktur-migas/

7. Pada tautan tersebut, bercerita bukan saja penelusuran namun juga layanan penyimpanan.

8. Arahan Ditjen Migas kepada petugas sekretariat pimpinan menelusuri harga gas tahun 2011 pada tautan
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/04/25/261/

9. Unit kearsipan juga melakukan layanan pembinaan berupa penyusun anggaran untuk penataan arsip di Unit pengolah, meski berdasarkan pendekatan penganggaran masih menyebabkan dibintang.
Baca
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/02/16/arsip-jargas/

10. Layanan penelusuran arsip menjadi uji coba kehandalan pengelolaan arsip saat tidak diketemukan. Sebagaimana PPK DMB yang belum menemukan arsip nya
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/06/28/layanan-kearsipan/

Potret Arsip di Ditjen Migas

Bagaimana kearsipan Ditjen Migas pada pertengahan tahun 2019

Yuk kita intip bagaimana kondisi penjagaan rekaman kegiatan pembinaan dan pengawasan usaha sub sektor minyak dan gas bumi di Indonesia. Tapi sebelum nya, jangan salah sangka y, Ditjen Migas berbeda dengan SKK Migas maupun BPH Migas. So, penjagaan rekaman kegiatan bisa jadi terbagi pada dua lembaga lainnya selain Ditjen Migas.

Kondisi kearsipan atau kondisi penjagaan rekaman kegiatan pada tulisan ini terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah fase penciptaan arsip. Saya mengambil salah satu unsur dalam fase tersebut yakni pengurusan surat atau mail handling.

Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2018/10/19/pengarsipan-ditjen-migas/

Mail handling di kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dilaksanakan dengan sistem informasi persuratan dinas. Fungsi sistem tersebut sebagai sarana melakukan registrasi arsip. Sebagaimana ketentuan perundangan kearsipan, pencipta arsip wajib melaksanakan pencatatan atawa registrasi naskah dinas.

Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/06/01/291/

Seluruh naskah dinas yang ditandatangani oleh pejabat struktural di Lingkungan Ditjen Migas telah dilakukan pencatatan melalui aplikasi tersebut. Begitu juga naskah dinas yang ditujukan kepada seluruh pejabat di Ditjen Migas, telah terdokumentasi dengan baik.

Bahkan, dokumentasi telah mencakup file PDF dari naskah dinas yang telah dilakukan pemindaian beserta data disposisi dari atasan kepada bawahan.

Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/05/419/

Selanjutnya, kondisi kearsipan Ditjen Migas tengah tahun 2019 dari tinjauan fase penggunaan dan pemeliharaan.

Proses pemeliharaan arsip yang menjadi tugas utama penulis selaku arsiparis Ditjen Migas dilaksanakan rutin setiap hari. Beberapa aktivitas penataan, pengolahan, penyimpanan dan juga alih media. Kegiatan ini saya dokumentasikan ke dalam catatan kerja arsiparis. Catatan dipergunakan sebagai bagian dari komunikasi dan saling berbagi pemahaman kearaipan antar tim kerja.

Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/04/01/catatan-kerja-arsiparis/

Letak kantor di pusat kegiatan bisnis yakni kawasan mega kuningan, tepatnya di Jl HR Rasuna Sa’id Kav B5 kuningan Setyabudi Jakarta Selatan menjadi tantangan berat untuk kegiatan menyimpan arsip. Karakteristik arsip yang masih berbentuk kertas sangat memerlukan ketersediaan luasan ruangan. Alhasil alamat gedung kantor di pusat bisnis sangat kontraproduktif jika harus menyimpan seluruh arsip.

Alternatif solusi adalah melakukan kerjasama dengan pihak penyedia jasa layanan penyimpanan. Kerjasama dalam skema pengadaan barang dan jasa antar instansi pemerintahan dalam bentuk kerjasama sewa ruangan dengan harga satuan boks per bulan.

Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/01/29/jasa-penyimpanan-arsip/

Kondisi penyimpanan arsip tidak bisa dilepaskan dengan kondisi gedung perkantoran secara keseluruhan. Gedung kantor Ditjen Migas pada tiga tahun terakhir ini mengalami renovasi ruang kerja. Hal itu sangat berpengaruh pada ruang arsip.

Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/03/05/normalisasi-ruang-arsip/

Ketika ruang penyimpanan tidak dapat diperluas dihadapan dengan kondisi renovaai gedung Migas maka strategi pemeliharaan arsip berfokus pada bahan non arsip. Tinggi nya tingkat pertumbuhan duplikasi dan banyaknya bahan dokumentasi lainnya yang termasuk kategori bahan non arsip menjadi target utama dalam usaha pemeliharaan.

Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/01/05/195-ton-bahan-non-arsip-keluar-dari-gd-migas/

Aktivitas kearsipan dalam kerangka pemeliharaan arsip diakui menjadi bagian terberat. Sebagaimana tugas arsiparis, saya pun melakukan autentikasi untuk dapat memisahkan dan memilah antara arsip dan bahan non arsip.

Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/06/15/menjaga-autentikasi-arsip/

Kondisi kearsipan Ditjen Migas bagian ketiga adalah fase penyusutan. Kegiatan memindahkan arsip dari satu tempat ke tempat lainnya sering disebut sebagai salah satu aktivitas penyusutan.

Misalnya memindahkan dari ruang arsip pada unit kearsipan Ditjen Migas ke pusat arsip pada unit kearsipan yang berada di naungan Sekretariat Jenderal KESDM.

Pada bulan Februari 2019 , kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebagaimana tautan berikut
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/02/21/penyelamatan-memori-organisasi/

Sedangkan kondisi perpindahan arsip dari unit kerja ke ruang arsip Migas terlaksana dengan sempurna. Pindah secara paksa dari dampak perpindahan ruang kerja. Penulis memakai istilah evakuasi arsip

Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/05/11/evakuasi-arsip/?preview=true

Sekian dulu y, disambung pada tulisan berikutnya. Gambaran kondisi kearsipan tersebut masih secuil dari kondisi yang sebenarnya. Sampai berjumpa kembali pada tulisan yang menggambarkan kondisi kearsipan Ditjen Migas dengan sudut pandang lain.

Semoga bermanfaat

Tenaga Ahli Kearsipan

“Kalo sudah punya pekerjaan, jalani dengan penuh kesungguhan hingga merasa ahli pada bidangnya” kata Mbah Nun (Emha Ainun Nadjib). Pesan mbah kepada cucu cucu seperti saya. Pesan untuk insan yang baru saja meniti kedaulatan dalam bekerja. Pribadi yang berdaulat kepada pilihan hidup.

Kearsipan sebagai pilihan habitat pekerjaan, bagiku sangat sinkron dengan perspektif kehidupan yang sering disampaikan Mbah nun dalam setiap forum seperti di Jama’ah Makkiyah. Perspektif kehidupan di dunia yang tidak menakar secara material.

Tak terasa telah 17 tahun sudah di jalan kearsipan. Sejak di bangku sekolah untuk mendapatkan ijazah Diploma III Kearsipan, kearsipan mempengaruhi perspektif kehidupanku.

Meski masih jauh untuk dibilang ahli, namun telah tumbuh kepercayaan diri untuk mengulas bidang ini. Tujuh jelas tahun berada disini memang belum separo dari 48 tahun umur kearsipan di Indonesia.

Pagi sebelum tiba di ruang arsip, seseorang menghubungi saya melalui pesan singkat nya. Orang tersebut belum aku kenal sebelumnya. Nomor HP yang terpajang di blog menjadikan kita bisa terhubung meski dengan orang yang belum kenal sebelumnya.

[3/7 06.39] seseorang: Pagi pa Nurul
[3/7 06.49] seseorang: Saya searcing google, pa Nurul ini tenaga Ahli di bidang arsip ya?
[3/7 07.18] +62 813……: Saya sedang mmbutuhkan tenaga ahli dibidang arsip.. kebtulan sedang ikut tender di PUPR untuk pekerjaan digitalisasi dokumen/arsip

Sontak perasaan ini menjadi termenung. Pesan Mbah Nun diatas yang saya tulis di tanggal 2 Juli 2019 di aplikasi catatan pribadi, mendapat respon dari orang yang belum saya kenal sebelum nya pada tanggal 3 Juli 2019.

Tak lebih dari dua puluh empat jam setelah menulis pesan Mbah Nun tersebut, tiba tiba HP ku menerima pesan singkat dari seseorang yang menyebut saya sebagai ahli di bidang arsip.

Apa makna di balik ini???? Malu rasanya dibilang Ahli. Masih merasa sangat jauh untuk di katakan ahli. Terlebih jika Ahli harus dipersyaratkan formal berupa ijazah Sarjana. Toh memang secara faktual, saya arsiparis kategori terampil.

Singkat cerita, saya merespon permintaan seseorang tersebut. Saya hanya bisa bantu semampuku. Aku hanya pengen ber sodaqoh, pikir ku. Pun dalam tiap tulisanku, semua kuniatkan untuk ber sodaqoh.

#MbahNun
#TerimakasihAtasInpirasinya

Kemesraan dengan Bayiku

Minggu ini menjadi waktu yang sahdu bersama bayiku. Awal Juli ini, saat harus menjaga anak2 dari kepergian biangnya. Si Ibu mengikuti acara kantornya yang berada di luar kota. Meski hanya di Bandung, namun cukup membuat anak2 terpisah selama dua malam πŸŒ›.

Meski tiap menjelang tidur, ketiga anaku terbiasa bareng dalam satu kamar, tetap saja perasaan istri merasa gk tega, istri merasa kasian, jika aku harus sendirian untuk menjaga ketiga anaku.

Pagi sampai sore, ketiga anaku telah terbiasa dengan kehadiran budhe Anis sebagai pengasuh. Menjelang petang, giliranku untuk menjaga mereka sampai datangnya pagi kembali.

Malam pertama, meski merasa grogi, namun berjalan dengan tiada halangan apapun. Si bayi yang sudah terbiasa minum susu 🍼dengan botol, mengantar ke peraduannya.

Strategi untuk membuat si bayi terlelap adalah memperhatikan dan terus menemani dengan mainan. Bahkan ketika perut ini harus diisi, si bayi disuguhi buah melon yang telah dikupas istri, sehari sebelum ke Bandung.

Lepas jam 6 bermesraan dengan si bayi, sampai dengan jam 8 terlihat mengantuk. Muka yang sudah mulai sayu menandai untuk meracik susu formula.

Saat terbangun kira2 jam 11 malam, ku racik kembali susu formula. Namun si bayi malah menolak botol. Ternyata si bayi mencari nenen yang biasa dilakukan ibunya saat terbangun.

Dengan tengelam beberapa saat, kuhanya tepuk2 lirih badannya, dan sedikit menempelkan bahuku, si bayi kembali terlelap dalam tidur.

Tak terasa malam pertama telah terlewat saat budhe anis ketok ketok pintu jam 5.30 WIB. Sesuai permintaan ku, budhe pun datang lebih awal dari hari hari biasanya.

Setelah mandi pagi, saya mengajak thole untuk keluar mencari bubur dan gorengan. Bubur bayi di Jl. SANIM menjadi andalan tiap pagi. Bubur bayi dengan merk Procil.
Sedangkan untuk makan kakak dan thole di siang hari, istri menjanjikan pesan catering.

Pada malam kedua sudah tidak menjadi kendala dalam menghadapi si bayi. Rengekan malam hari, tiada beban karena bayi akan melanjutkan tidur meski tak mendapat nenen ibunya.

Kisah dua malam bersama ketiga anaku, memberikan pelajaran sempurna. Pelajaran untuk bersyukur kepada sang Pencipta. Betapa tidak, bayangan kerepotan jika harus mengasuh anak2 dalam kondisi sendiri.

Semoga menjadi catatan yang mengiringi perjalanan ketiga anaku sampai dewasa nanti

Arsip itu amunisi

bekerja di posisi hukum, data/dokumen dan arsip ibarat amunisi” ungkap pak bobit, Pengawas urusan Pertimbangan Hukum

Tulisan ini bermula saat harus masuk kerja dengan sukarela di hari libur Sabtu dan Minggu 6 dan 7 Juli 2019. Aku mendapatkan inspirasi luar biasa. dari seorang pengguna Arsip, senior di kantor..

Dulu banget ketika bekerja di Kantor konsultan hukum, lawyer itu sangat dimudahkan sekali pekerjaannya oleh Librarian/pustakawan” imbuhnya meskib tidak menemui arsip yang dicarinya

Kemudian pak bobit bercerita tentang kedekatan beliau dengan seorang Pustakawan yg memanage data. Bahkan katanya, salarry pustakawan ternyata sangat besar tak jarang melampaui sallary lawyer.

Meski sallary terhitung besar, namun Pustakawan tersebut bekerja bukan untuk uang saja. Pustakawan tersebut meletakkan tujuan bagaimana memudahkan orang untuk mengakses informasi.

Tujuan bekerja seorang Pustakawan tersebut sesuai dengan passion dan pengetahuan. Tak heran jika kemudian berdiri perusahaan manajemen data hukum yg lumayan besar.

Cerita pak Bobit tersebut seolah menyadarkan diri ini. Dengan dilandasi jiwa yang iklas, bekerja telah menciptakan kepuasan pengalaman dan pengetahuan.

Meski posisi Aparatur Sipil Negara bisa jadi tidak seperti perusahaan, tidak bisa menikmati nilai tambah secara materil, namun bila bekerja sesuai passion dan dengan keiklasan, Insha Allah mendapat nilai tambah lainnya.

Sebagai Aparatur Sipil Negara , pak bobit pun berkata “fungsi back office tetap sangat penting dalam mendukung proses pengambilan keputusan/kebijakan“.

Semoga bermanfaat

Rekaman pembayaran

Pengolahan data transaksi keuangan adalah mengelola informasi tentang unit kerja, jenis belanja, kelompok pengadaan dan persyaratan pembayaran.

Pengolahan data transaksi pembayaran pengadaan barang dan jasa pemerintah dilakukan dengan mengelompokkan akun belanja, kode unit kerja dan metode pembayaran serta peruntukan pembayaran

Kegiatan identifikasi dimulai dari file SPM (surat perintah membayar dan SPTJB (surat pernyataan tanggung jawab belanja). Dari SPM dan SPTJB bukan lagi dari Lembar SP2D yang dulu menjadi identitas tercetak.

Setiap tahun, peraturan perbendaharaan mengalami perkembangan. Perubahan kondisi lingkungan pembayaran terlihat pada fisik arsip. Misalnya saat ini lembar SP2D sudah tidak tercetak per transaksi melainkan berupa jurnal yang tersimpan pada aplikasi. Sedangkan berkas pembayaran yang tersimpan pada satker berupa SPM atau surat permintaan membayar.

Mengulas penataan arsip keuangan πŸ€‘πŸ’°πŸ’²πŸ’΅πŸ€‘πŸ’°πŸ’²πŸ’΅ terasa mengasyikkan. Mata berbinar binar membaca nilai transaksi. Serasa dekat dengan uang saja.

Mencerita pengolahan arsip keuangan dengan artikel blog diharapkan dapat meninggalkan rujukan teknis. Bahwa perubahan kondisi pada tiap tahun berpengaruh pada penentuan teknis pengolahan arsip keuangan.

Setidaknya terdokumentasi tujuh kali artikel blog dengan pendalaman yang berbeda terkait jenis arsip keuangan.

Misalnya lima tahun yang lalu (2014) dengan judul “Arsip Keuangan” , saya melakukan pendalaman dan pemahaman di sela sela aktivitas penataan.

https://nurulmuhamad.blogspot.com/2014/02/arsip-keuangan-1.html
https://nurulmuhamad.blogspot.com/2014/02/arsip-keuangan-2.html
https://nurulmuhamad.blogspot.com/2014/03/arsip-keuangan-3.html

Tautan arsip keuangan 1, penulis menyoroti terkait panduan penyimpanan arsip keuangan atau retensi yang telah ditetapkan KESDM. Ketika panduan tersebut dihadapkan dengan pertumbuhan arsip keuangan, maka menyebabkan tuntutan penyediaan ruang arsip yang mencukupi.

Pada judul Arsip keuangan 2, petugas kearsipan mengelompok seri arsip pada jenis arsip keuangan. Jenis arsip keuangan memiliki banyak seri salah satu yang paling banyak ditemukan saat penataan adalah seri ‘belanja’.

Artikel berjudul ‘Arsip keuangan 3’ menggambarkan proses sejak pemindahan dari bagian keuangan, input data, penempatan pada sarana penyimpanan, dokumentasi pada database aplikasi dan pembuatan daftar arsip.

Tahun 2013 merupakan tahun dimana ramai penerapan UU keterbukaan informasi publik. Arsip keuangan mencuat dan mendominasi permintaan info publik. Bahkan jika melihat pemberitaan pada tahun tersebut, mengisi rubrik sengketa informasi sebagaimana dalam tautan berikut
https://nurulmuhamad.blogspot.com/2013/11/verifikasi-akhir-hasil-penataan-dokumen.html?m=1

Tren alih media atau digitalisasi menjadi metode yang dianggap lebih baik oleh kebanyakan orang. Kecepatan akses merupakan manfaat dari alih media, dengan persyaratan adanya sarana penunjang berupa aplikasi database.

Dalam tautan berikut, saya mencermati teknis mengalih mediakan arsip keuangan. Teknis yang memperhatikan pembuatan berita acara alih media. Lihat pada tautan berikut https://nurulmuhamad.blogspot.com/2013/06/alihmedia-arsip-keuanngan.html

Sedangkan pada https://nurulmuhamad.blogspot.com/2013/01/elemen-data-akun-belanja-pada-arsip.html
saya membahas mengenai unsur yang terdapat pada data arsip keuangan. Unsur tersebut berupa elemen utama yang biasa terbaca pada data arsip yang harus pula memperhatikan akun belanja (jenis belanja).

Artikel berikut ini https://nurulmuhamad.blogspot.com/2013/05/penataan-arsipdokumen-di-ditjen-migas.html?m=1
memberikan gambaran hasil penataan yang telah dikelompokkan melalui penentuan skema penataan. Kelompok Arsip pembayaran yang telah ditentukan menjadi dasar urutan nomor boks. Kelompok tersebut antara lain:
– Pembangunan Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk rumah tangga yang disingkat dengan PJDGB
– Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi untuk Transportasi: PIGBT
– Konversi Minyak Tanah ke LPG untuk rakyat miskin: LPG 3Kg.
– Arsip pembayaran pekerjaan non fisik atau berupa pekerjaan tenaga ahli atau konsultansi
– Arsip pembayaran barang
– Arsip pembayaran penunjang seperti belanja 52 dengan batasan nilai tertentu