Jejaring Arsip

Penetapan Wilayah Kerja Migas.
Naskah dinas berbentuk surat berumur 19 tahun yang lalu menjadi topik Hot di week end ini. Dari pejabat eselon empat (pengawas), eselon tiga (administrator), sampai dengan eselon dua (pimpinan tinggi pratama) menyampaikan pesan singkatnya. Tak berapa lama, otakupun merangkai jawaban pesan singkat. Siap segera melayani.

Secara pribadi, terasa sangat tersanjung. Meski bukan hanya pejabat di lini struktur atasan, namun berkenan turut memantik jiwa melayani. Bentukan merk/ citra diri ini sebagai arsiparis si penjaga rekaman informasi melekat diingatan para pejabat tersebut.

Secara pribadi, kesempatan yang diberikan oleh mereka kumaknai suatu sanjungan. Dua alasan yakni pertama bahwa ketika desakan kebutuhan arsip, muncul dalam benak mereka untuk menghubungi nomor WA ku. Bagiku ini adalah apresiasi. Jualan gw laku juga xixixixi

Alasan kedua adalah memunculkan jalan atawa kesempatan untuk dapat mengejawantahkan pelayanan. Bahwa hakikat hidup ketika dapat bermanfaat (makna jiwa melayani). Sebagai arsiparis dapat memberikan dukungan kepada manajemen. Arsiparis yang berkontribusi pada layanan perkantoran.

Bersama dengan sanjungan itu, muncul kegelisahan. Rasa mengganjal dicampur malu, meski lebih dari sepuluh tahun berjibaku dengan arsip, masih saja tidak dapat memenuhi harapan mereka. Arsip yang di cari sejak pagi tak kunjung ketemu di sore hari. (Sabtu, 6 Juli 2019)

Ribuan boks sebagai koleksi, ratusan ribu data dalam aplikasi database belum menjadi amunisi yang mencukupi. Puluhan daftar arsip yang disusun berdasarkan pemilik arsip tidak juga memberikan panduan jalan menemukan arsip. Nalar pun bertanya pada diri sendiri, kemana saja sepuluh tahun ini???

Seolah penghargaan Satya Karya Lancana yang pertama tanpa suatu makna karena jalan masuk bertemu arsip terlihat gelap. Seolah sebutan “teladan” tiada berguna karena harapan temu balik mulai tipis.

Dentuman rasa butuh Simpul Jaringan Informasi Kearsipan menghantui angan angan ku. Sebagai tautan
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/01/30/simpul-jaringan-informasi-kearsipan/

Merasa mendapat pelajaran, logika kearsipan pun berteriak. Bahwasanya kearsipan dan para arsiparis telah sepakat. Autentikasi dan ketersediaan arsip melalui penjagaan rekaman kegiatan sesuai dengan keberadaan pejabat yg menandatangani.

Arsiparis di Biro Umum sebagai ujung tombak Unit Kearsipan yang melekat dengan jabatan Menteri akan melakukan dokumentasi arsip surat keputusan (SK) maupun surat yang di ttd menteri. Menteri secara administratif bertindak sebagai pemilik arsip.

Saya semakin tegas untuk dapat berkata bahwa di kearsipan memerlukan simpul atau jejaring kearsipan. Biro hukum KESDM sebagai pengawal urusan naskah penetapan haruslah terhubung dengan Biro Umum selaku unit kearsipan dalam menjaring arsip. Arsip Menteri berpindah ke biro umum tatkala si pemilik arsip yang telah merasa cukup untuk pergi dari institusi.

Begitu juga tata usaha menteri sebagai pemberi identitas nomor naskah dinas. Tata Usaha ini wajib menghubungkan diri saat si penandatangan telah berpindah dalam wujud purna tugas, habis masa jabatan, rotasi, mutasi dan seterusnya. Sehingga rekaman kegiatan dapat terjaga autentikasi.

Selain ketiga unit tersebut (TU mentri, Biro Hukum dan Biro Umum) masih tersedia simpul terkecil. Bagian akhir dari jejaring yakni mendudukan unit pengkonsep seperti Ditjen Migas sama dengan unit pelaksana regulasi(perusahaan negara terkait atau lembaga/badan terkait).

Simpul terkecil sebagai bagian dari informasi jabatan yang menandatangani naskah dinas. Simpul terkecil untuk menjadi terminal komunikasi kedinasan yang bersifat tembusan.

Di akhir tulisan ini, berharap semoga ada info baik dari temen2 arsiparis pondok Ranji (unit kearsipan yang melekat dengan Menteri). Belakangan ini mereka fokus mendokumantasi kembali naskah dan keputusan menteri.

Aplikasi persuratan

Monev e-surat

Kehadiran Kasubag Tata Usaha Menteri yang mewakili Biro Umum dan perwakilan PUSDATIN KESDM pada acara monitoring evaluasi e surat di lingkungan Ditjen Migas merupakan bentuk koordinasi antar satker dalam Kementerian ESDM.

Acara monitoring dan evaluasi persuratan di Lingkungan Ditjen Migas diselenggarakan pada hari Kamis, 4 Juli 2019 di Gedung Pusat Arsip KESDM Tangerang Selatan.

Peserta rapat adalah perwakilan seluruh sekretariat unit kerja yang membidangi urusan persuratan. Unit kerja tersebut terbagi atas level eselon yakni sedari Dirjen, direktur sampai dengan subdit/bagian.

Monev persuratan yang kedua kalinya setelah bulan Mei tersebut merupakan bentuk aktivitas yang didokumentasikan sebagai bagian kecil bentuk penilaian mandiri Reformasi Birokrasi. Ketetapan tim penilai PMPRB di lingkungan Ditjen Migas mengambil e surat sebagai sampel perubahan tatalaksana bidang teknologi informasi.

Baca juga https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/06/01/291/

Meski berada pada lingkup Direktorat Jenderal, urusan persuratan terkait erat dengan biro umum KESDM. Pak Irwan selalu salah satu kasubag tata usaha di Sekretariat Jenderal KESDM dalam sambutannya menyampaikan bahwa terkait persuratan di KESDM dilaksanakan dengan pemanfaatan Teknologi Informasi berupa Aplikasi berbasis WEB.

Semoga di akhir tahun 2019 dapat terwujud aplikasi persuratan yang terintegrasi untuk semua satker di kementerian ESDM. Meski saat ini masih mempergunakan aplikasi versi tiap satuan kerja namun tidak mengurangi semangat dalam penyiapan infrastruktur persuratan yang digawangi PUSDATIN KESDM.

Ditjen Migas menyambut baik penyiapan aplikasi persuratan yang melingkupi seluruh satker di KESDM. Persuratan harus diposisi kan sebagai salah satu urusan ketatalaksanaan yang bertujuan memberikan dukungan manajemen.

Suatu saat aplikasi persuratan versi Ditjen Migas digeser dengan versi Pusdatin, tidak mengurangi makna persuratan yakni pemberian dukungan ketatalaksanaan kepada pimpinan dan unit kerja.

Monev e surat pada Kamis 4 Juli 2019 sepakat agar tiap unit kerja melalui petugas administrasi dan para sekretaris pimpinan dapat melaksanakan dokumentasi surat dengan sebaik baiknya.

Fasilitas dokumentasi surat yang tersedia pada aplikasi surat dapat dipergunakan untuk menyimpan file PDF pada masing masing unit kerja. Dokumentasi surat yang telah dilaksanakan oleh para petugas persuratan saat melakukan penomoran /registrasi surat.

Dalam kurun waktu Januari sampai dengan Juni 2019, ratusan surat yang bertandatangan pimpinan di lingkungan Ditjen Migas telah diregistrasi mempergunakan aplikasi e surat.

Dari ratusan tersebut perlu dilakukan pemindaian yang sebelumnya dilakukan pemilahan sesuai dengan nilai isi informasi. Dokumentasi akan menjamin ketersediaan arsip disaat dibutuhkan unit kerja dan pimpinan.

Trik pemilahan suray antara lain:
– perhatikan tujuan surat
– perhatikan isi informasi surat
– perhatikan kelengkapan berkas sebagai lampiran surat
– perhatian nilai strategis informasi surat
– Abaikan surat seperti permintaan ATK, konsumsi, bahan, kendaraan, dan seterusnya (sifat nya administratif pendukung)
– abaikan surat penugasan rutin
– dan seterusnya

Pada akhirnya, dengan monev e surat dapat memperbaiki layanan perkantoran terkait ketatalaksanaan. Pemanfaatan Teknologi komputer dapat mempersingkat kebutuhan waktu dalam penyajian informasi dan Dokumentasi yang bersumber dari arsip persuratan.

Semoga bermanfaat

Awalnya Taman

Mushola VTB
Dulunya taman, kini berdiri bangunan. Taman dengan rumput gajah mini menghampar menyejukkan pandangan. Bukan hanya saya, burung pipit pun tak segan hinggap di rerumputan.

Taman menjadi pemandangan yang asyik di kala lewat pulang maupun pergi. Terkadang berhenti untuk menikmati nuansa taman di pagi atau kala terbenamnya mentari. Sebatang rokok dan bau rumput mengiringi. Nikmatnya alam meski berukuran mini. Terlebih kala akhir pekan, tak jarang mengajak si bayi (dipta/Thole) yang baru saja bisa merangkak belajar berdiri.

Indahnya taman bergegas pergi. Gangguan ilalang menjadi penghalang taman yang asri. Belum lagi terpaan musim yang berganti. Berhentinya hujan, membuat taman terlihat suram dan tak mempesona lagi.

Kran air di depan rumah dekat dengan taman, sering menjadi pelampiasan. Ember demi satu ember dibagikan meski tak merata untuk taman. Membuka kran air di kala subuh hingga akhirnya terbius untuk mengebor sumur dengan bantuan bang Naiman.

Dulu taman kini menjadi bangunan. Warna karpet hijau terlihat asri dan tidak kalah dengan rerumputan. Ruku dan sujud di bulan Ramadhan. Lanjut lima waktu meski saat liburan. Menjadi awal metamorfosa taman Allah Tuhan sekalian alam.

Baca juga https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/05/11/280/

Bertubi tubi uluran sumbangan sampai dengan ratusan jutaan. Mengiringi berdiri mushola bangunan yang berdiri di atas taman. Kerelaan warga Villa Tanah Baru yang berbentuk perumahan. Menjelma kekuatan swadaya tanpa tekanan.

Sehari menjelang datang tahun dua kosong satu sembilan, dimulai penggalian tanah untuk fondasi cakar ayam. Saat tiang pancang sudah tertanam, seorang warga mempertanyakan. Kapan warga menjalin kesepakatan, itu taman kok akan menjadi bangunan???

Silahkan menengok hasil pertemuan bulanan, dimana senantiasa tertinggal catatan. Itu jawabku untuk tetap bertahan. Bahwa telah direncanakan, didengarkan warga dalam pertemuan bulanan.

Jika akan dianggapnya salah, terus maju meski harus pasrah. Seorang warga tersebut terus saja menyampaikan ketidak setujuan, meski fondasi telah tertanam. Namun setelah menjadi bangunan, tiada lagi yang berani menyalahkan.

Semoga menjadi sarana penghambaan, menjadikan wilayah bermukim yang terbina kerukunan. Baca juga https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/05/27/tingkat-kebahagiaan-warga/

Berikut Update Infaq Mushola di VTB sampai dengan hari Kamis,13 Juni 2019
Infaq Uang : Rp. 152.844.500
Infaq barang : 12.652.000,-
Jml pembelanjaan: Rp.135.662.000
Saldo uang Rp.18.182.500

DAFTAR INFAQ
Pratama Persada: 15.000.000, G. Eko Saputro(D6) 10.492.000, PT. MN. Investama (Relasi Bp. Suwandi): 10.000.000, Abdul Haris Semendawai: 10.000.000, Nurul Muhamad: 10.000.000, KOTAK AMAL TARAWIH2019: 9.104.500, Hj. Normawati (Ibunda Irwan): 7.000.000, Baderi(B3) 7.000.000, Hadi Suprayitno(G1): 6.000.000, H. Imron (T.B. bintang Jaya): 5.850.000 (60 btg kanal C baja ringan, 50 btg reng baja), , Suwandi(C3): 4.000.000, Adiknya Suwandi : 4.000.000, Afrian Jowan P(H7) : 3.242.000 (1 jt uang dan bentuk TOA &kipas angin), Kader PKS seTanah Baru: 3.000.000, Endang G2: 2.500.000, H.Suryadi(D9): 2.420.000 (hebel dan semen), Pegawai LPSK (Relasi Bp.Dawai): 2.250.000, Gagah Pramada(F6) 2.203.000,Aan Mardian : 2.120.000 (semen 20 sak+ 1 jt), Hamba Allah E7: 2.000.000, Bayu Suryono Hadi(C6): 2.000.000, Krestiana Evelyn(H6): 2.000.000, Patmawati (Ibunda Erna F6): 2.000.000, Ifa Rufaida(kakanda Irwan): 2.000.000, Bogi (E1): 2.000.000, PT Multi Consulting Utama (Relasi Bp. ade): 1.500.000, Hamba Allah( F7): 1.500.000, Habib Salim : 1.475.000, Alm.Radjiyem(Ibunda Ibnu): 1.300.000, NN (teman Rusdan): 1.250.000, Ibnu F1: 1.200.000, Arisan ibu2 blok FGH : 1.100.000, Jawahirul Ade Ahyar: 1.000.000, Ari Cahyo(H8): 1.000.000, Roesdan(F3): 1.000.000, Agus(G4): 1.000.000, Wahyuni(ibunda Agus): 1.000.000, Zidane: 1.000.000, H. Apriyanto: 1.000.000, , Rayhan (C3): 1.000.000, Maradona: 1.000.000, Irvan Ardiansyah (B10): 1.000.000, Nasywa(H6): 1.000.000, Pradipta (H6): 1.000.000, Rosnaetti (E3): 1.000.000, H. Anwari: 1.000.000, , Hamba Allah D5: 1.000.000, Nurdin: 1.000.000, Fatimatuzzahra (H6): 1.000.000, Wiyono Kanopi (relasi Bp.Rusdan): 1.000.000 (bentuk jasa tukang), NN blok D: 1.000.000, Jamaah masjid al ikhlas gd. Migas: 1.000.000, Aniswatul M.: 1.000.000, Hamba Allah F4: 700 rb, Romli(G6): 500 rb Ahmad Afandi (kakak Bp. Ade): 500 rb, Juhani : 500 rb Hamba Allah (saudara suwandi): 500 rb, Totok: 500 rb, Habib Asy Asy’ari (relasi puryanto security): 500.000, Hamba Allah: 500 rb, Sulani Kanopi: 500 rb, Ika Sri Martiani (kakanda Bogi): 500 rb, Hamba Allah : 350 ribu, H. Syamsudin : 320 ribu, H.A.: 300 ribu, Bu Yanti C9 : 300 ribu, Hari Susilo BNI (temen Irwan) : 300 ribu, H. A.: 300 rb, H.A. blok C: 250 ribu, H.A.: 200 rb. Bu ari (H5): 250 ribu, H.A. : 200 ribu

Jasa simpan, Pusat Jasa Kearsipan ANRI

Tak beda jauh dengan sistem sewa gedung kantor atau sewa parkir kendaraan. Pengguna jasa layanan penyimpanan arsip membayar ๐Ÿ’ฐatas jasa ketersediaan ruangan. Luasan ruangan dihitung dari jumlah bok arsip sesuai perjanjian kerjasama. Berdasarkan perhitungan tersebut, pengguna jasa melakukan pembayaran. ANRI mendapat pemasukan. Penggunaan merasa terbantu.

Paragraf diatas adalah cuplikan pembelajaran. Hari ini, Rabu,3 Juli 2019 saat menghadiri undangan Pusat Jasa Kearsipan ANRI. Sebagai pengguna layanan jasa penyimpanan, Ditjen Migas hadir bersama dengan instansi lainnya. Kesempatan ini saya pergunakan maksimal untuk bersua, bertatap muka menyambung tali silaturahmi. Ini merupakan kali kedua saya mengikuti forum yang dipimpin oleh Kapus.

Waktu itu oleh Bapak Binner Sitompul dan hari ini oleh Bapak Amika Hasraf. Setidaknya ada beberapa nama kapus yang tertanam di memori saya seperti Pak Rudi Anton dan Pak Imam Mulyantono.

Bagi saya, pusat jasa ini mempunyai ikatan emosional di awal perjalanan kerja kearsipan. Tak heran jika memori ini tertanam nama nama kapus. Meski unit kerja level eselon 2, namun bentuk unit kerja ini mengejawantahkan Badan Layanan Umum.

Layanan jasa di Pusat Jasa Kearsipan ANRI antara lain adalah layanan pembenahan, layanan pembuatan NSPK, dan layanan penyimpanan. Salah satu unit kerja yang memiliki enggel atau sisi tersendiri. Yakni sisi yang terasa nyata untuk memberikan kontribusi pembangunan kearsipan nasional (fungsi lembaga kearsipan), berupa layanan. So gaes, kita kan pelayan hehehe

Forum hari ini, terkait jenis layanan penyimpanan. Jenis layanan satu ini merupakan salah satu produk unggulan yang terdapat di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Kontribusi kurang lebih 3,6 milyar dalam menyumbang pendapat negara non pajak atau PNBP per tahun, ungkap Pak Ari selaku Kepala Bidang Penyimpanan.

Prospek peningkatan PNBP tersebut sangat menjanjikan. Pak Amika Hasraf menuturkan pula bahwa dalam setiap perencanaan senantiasa diusulkan penambahan depo layanan penyimpanan. Bahkan lebih dari itu, usaha penjajagan ke Ditjen Kekayaan Negara pun telah untuk penambahan depo. Hal tersebut agar layanan dapat menyentuh instansi lainnya. Selama ini depo arsip yang tersedia terbatas pada satu gedung (delapan lantai).

Menurut saya, forum ini luar biasa, selain menjadi kesempatan bertatap muka antar pengguna layanan jasa penyimpanan (cuci mata ๐Ÿ‘€ bos), sekaligus untuk mendukung proyek perubahan diklat PIM yang dilaksanakan oleh Kabid penyimpanan.

Penyusunan karya terkait diklat PIM sebagai bagian dari usaha peningkatan layanan publik yang diselenggarakan oleh ANRI cq. Pusat Jasa Kearsipan

Layanan jasa penyimpanan arsip inaktif merupakan layanan yang menjadi solusi permasalahan arsip. Permasalahan ruang simpan khususnya instansi pemerintah yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Meski demikian, pada diskusi yang lain, layanan penyimpanan berhimpitan dengan kebijakan penyediaan depo arsip pada tiap kementerian dan lembaga. Ketidaksipan kementerian dan lembaga atas kebijakan tersebut menjadi layanan jasa penyimpanan sebagai alternatif nyata bentuk penyelamatan arsip.

Arsip yang masih lekat dengan karakteristik konvensional atau berbentuk kertas sangat membutuhkan sarana agar terselamatkan dari berbagai ancaman kehilangan arsip.

Pun demikian yang dilaksanakan oleh Ditjen Migas, sejak tahun 2011 menjadi pengguna jasa karena keterbatasan ruang arsip.

Penulis menanggapi gagasan peningkatan layanan penyimpanan oleh pusat jasa kearsipan yang diberikan nama Sistem Informasi Penyimpanan Arsip Inaktif (SIPARIN). Gagasan peningkatan layanan yang memerlukan umpan balik dari pengguna layanan. Untuk itu, saya menyampaikan sudut pandang terkait landasan filosofi layanan penyimpanan.

Sok berfilosofi hahahaha ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚, intinya sih mencari kedudukan , definisi, serta pelaku layanan. Jangan sampai kita terjebak pada diskusi konten namun melupakan kontek.

Saya mengartikan layanan penyimpanan sebagai jasa sewa atas ruangan dengan satuan boks dan bulan. Tak beda jauh dengan layanan sewa gedung kantor atau sewa parkir kendaraan. Pengguna jasa membayar ๐Ÿ’ฐatas jasa ketersediaan ruangan. Luasan ruangan dihitung dari jumlah bok arsip sesuai perjanjian kerjasama. Berdasarkan perhitungan tersebut, pengguna jasa melakukan pembayaran. ANRI mendapat pemasukan. Simpel hehehe

Namun kondisi lapangan memunculkan permasalah ketika masuk tinjauan auditor. Audit internal mempermasalahkan jumlah arsip yang tidak sesuai dengan besaran jumlah pembayaran yang diterima ANRI. ANRI sebagai penyedia layanan tidak dirugikan, namun secara fakta konsumen tidak menyimpan arsip sesuai jumlah dan waktu sebagaimana laporan per triwulan. Mulia juga tuh auditor, bukan membela anri, namun juga membela konsumen. Xixixi,

Tinjauan auditor dalam temuan hasil pemeriksaan dipergunakan kabid penyimpanan sebagai salah satu dalih memperkuat alasan adanya judul Proyek perubahan PIM tiga. Sekaligus juga sebagai usaha peningkatan layanan publik terkait layanan penyimpanan.

Hasil Identifikasi tim kecil kabid penyimpanan menunjukkan bahwa layanan peminjaman menjadi salah satu penyebab adanya ketidak sesuaian jumlah arsip. Nah ini, jadi nyambung gk tuh?

Hal itu ditunjukan bahwa fasilitas dari sistem yang diberikan nama SIPARIN lebih ke arah peminjaman arsip.

Kalo menurut ku kok gak nyambung gitu. Temuan auditor perlu ditinjau dari berbagai segi atawa sudut pandang. Meski dalam dokumen perjanjian kerjasama yang menyebut pula layanan peminjaman. Namun layanan ini bersifat gratis kok. Gak bayar. So, menurut saya yang utama adalah layanan penyimpanan, kenapa terbius dengan layanan pemanis, atau penunjang.

Penulis berpendapat bahwa perlu dilakukan tinjauan kembali terkait filosofi layanan penyimpanan. Tinjauan tersebut perlu dilakukan untuk mendalami:
1. Apakah perbedaan Layanan penyimpanan yang disediakan oleh pusat jasa kearsipan ANRI dengan layanan penyimpanan yang dilaksanakan oleh unit kearsipan tiap kementerian dan lembaga

2. Apakah pusat jasa ANRI dapat bertindak sebagai unit kearsipan (melakukan layanan peminjaman) yang seharusnya dilaksanakan oleh konsumen layanan penyimpanan?

3. Apakah layanan penyimpanan dapat dianalogikan dengan sewa ruang perkantoran atau sewa lahan parkir saja, simpel gitu?

4. Perlukah layanan yang beraifat pelengkap ( bukan core bisnis layanan penyimpanan) menjadi topik untuk meningkatkan layanan publik.

5. Apakah perlu mengulik penyediaan layanan peminjaman jika tanpa layanan itu pun, konsumen merasa puas.

Sebagai penguat pendapat tersebut di atas, terdapat fakta bahwa perjanjian kerjasama yg ditandatangani kedua belah pihak (pusat jasa dan konsumen) tidak lagi menyebut biaya layanan peminjaman. Penyebutan harga layanan peminjaman sudah tidak tertulis lagi pada dokumen kerjasama tahun 2019. Pun dengan perpres PNBP ANRI versi terbaru.

Bahwa terdapat ruang lingkup berupa layanan peminjaman dalam surat perjanjian kerjasama, itu yang sebaiknya menjadi perhatian dari komunikasi pelaporan tiap triwulan dan komunikasi verifikasi kepada auditor.

Semoga bermanfaat.

Ketertarikan nuansa kerja

“Ruangan memberikan kesan longgar ” kata salah satu pegawai yang memasuki ruang arsip. Arsip di ruang arsip mulai berkurang. Ruang arsip terlihat lega. Enam bulan sejak bulan Januari 2019, tim menyusur kardus kardus besar hasil pemindahan arsip dari ruang kerja.

Sebagaimana terlihat di dalam video tersebut. Aktivitas kearsipan terbagi pada tugas masing masing personel. Pemilahan dengan mengelompok arsip berdasarkan masalah, kegiatan dan berdasarkan bentuknya kemudian diikat dengan map yang diberikan tanda kode unit kerja.

Tugas pak Mikun untuk mengikat arsip dengan tali rafia dan map. Meski jabatan sebenarnya adalah driver, namun ketertarikan nuansa kerja arsip menjadikan beliau terjun bersama tim arsip. Driver senior di ditjen migas yang tiap hari menjemput dan mengantar penumpang, mempunyai waktu longgar untuk memberikan kontribusi yang lebih untuk Ditjen Migas.

Penempatan arsip pada sarana map lebih dirasa lebih memberikan area media simpan dibanding dengan odner. Peralatan odner biasa dipergunakan menyimpan file pekerjaan semasa berada di ruang kerja (unit pengolah). Setelah arsip berada di ruang arsip, odner tersebut diperiksa oleh arsiparis.

Proses pemeriksaan isi odner memperhatikan judul yang tertera pada odner. Jika tidak sesuai maka diberikan judul baru. File isi odner yang berbentuk copy atau bukan kategori arsip inaktif akan disingkirkan menjadi bahan non arsip.

Adalah pak Tatang yang bertugas merapikan bahan non arsip. Isi informasi yang identik dengan arsip, memerlukan ke hati-hatian dalam pengurusannya. Meski bahan non arsip perlu dilakukan pemilahan agar nanti memudahkan dalam mengeksekusi ke pihak ketiga.

Pak Tatang juga memiliki jabatan yang sama dengan pak Mikun. Pengemudi senior berNIP memiliki masa kerja yang sangat membantu untuk mendukung kehati hatian dalam pengelolaan bahan non arsip.

Tim kerja arsip Ditjen Migas memiliki nuansa kerja yang lebih dinamis. Keberadaan pak Tatang dan pak Mikun mengundang para pegawai yang membutuhkan layanan pengantaran mendatangi pengemudi di ruang arsip.

Keberadaan mereka di ruang arsip tiap harinya, meramaikan dan mengundang pegawai lain untuk datang ke ruang arsip. Ruang arsip terkesan meriah. Kemeriahan memberikan suasana pengolahan arsip.

Selain mereka berdua, satu lagi driver berNIP yang juga tertarik untuk membantu dan masuk ke dalam tim kerja arsip. Sosok Pak Junaidin yang sering dipanggil Jhon. Saat ini mengolah dosir pegawai bersama Kasmari.

Secara sukarela, mereka menerima tawaranku untuk dapat bermanfaat untuk ditjen Migas. Lepas dari tugas pokok pada layanan antar jemput pegawai, mereka bersedia untuk mengolah arsip.

Sungguh kehidupan ini mempermudah pekerjaanku sebagai arsiparis. Kesendirian dalam tanggung jawab penyelesaian beban kerja kearsipan, terbantu dengan kehadiran senior di Ditjen Migas. Kehidupan yang berisikan pergaulan yang baik, mendukung pencapaian tujuan kerja.

Semoga niat baik para driver senior tersebut menjadikan ladang amal bagi mereka. Bekerja bukan hanya sekedar mencapai hasil, namun bekerja harus dapat menciptakan suasana kerja. Dengan suasana kerja yang baik dan menarik, tak bisa menghalangi kehadiran mereka. Kehadiran yang sangat membantu ditjen migas dalam mengelola rekaman kegiatan

Semoga bermanfaat

Magang mahasiswa Bakri

Kuliah Magang. Mahasiswa jurusan Ilmu Politik dari Universitas Bakri, Jakarta Selatan direncanakan mulai Hari Senin, 1 Juli 2019 – 5 Juli 2019 melaksanakan kuliah magang. Tugas yang diberikan kepada mahasiswa adalah pengolahan data transaksi pembayaran pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Berdasarkan tugas tersebut, diharapkan mahasiswa mendapatkan gambaran umum terkait pembayaran barang dan jasa di pemerintahan. Secara spesifik, pengolahan data berkas transaksi pembayaran akan menuntun mahasiswa dalam mengenal hal- hal yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan pada instansi pemerintahan yang berbasis anggaran.

Tugas mengelompok berkas transaksi pembayaran bertujuan antara lain sebagai berikut:
+ mahasiswa mendapat informasi kelompok pengadaan yang berlaku di Instansi pemerintahan
+ mahasiswa memahami metode pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagai dasar pengelompokan berkas
+ mahasiswa mengenal nomenklatur jabatan pelaksana anggaran pemerintahan
+ mahasiswa mengenal jenis belanja di instansi pemerintahan
+ mahasiswa mengenal kode unit kerja di lingkungan ditjen migas
+ mahasiswa dapat mengidentifikasi kelengkapan persyaratan pembayaran

Pelaksanaan selama satu minggu dimaksudkan agar pada tiap item tujuan sebagaimana termaksud di atas dapat tercapai dengan baik.

Untuk mengukur pemahaman mahasiswa, diharapkan membuat resume di akhir minggu atau pada minggu selanjutnya. Resume berupa uraian dalam bentuk paragraf yang diketik dan dikirim melalui Watsapp.

Nasywa calon penulis ternama

Hari ini, Nasywa sudah mulai menulis. Halangan menuliskan huruf besar dan kecil, telah terlewat dengan adanya smartphone. Berbekal smartphone bekas tak ber kartu, dia mulai tenggelam dalam kalimat kalimat sederhananya.

Sengaja sebelum dia mau menulis, ku berikan dua artikel dalam blogku untuk dibacanya. Jumat sore, 28 Juni, kalimat ku kepadanya, “kakak sudah bisa membaca, sekarang belajar menulis. Pake HP kayak bapak”.

Kesempatan pertama Nasywa mengetik di atas keypad touchscreen, membuatnya begitu kesal. Selain jari terasa pegel, ketikan yang lumayan banyak, lupa untuk disimpan. Teriak teriak melampiaskan kekesalannya, hingga akhirnya terdiam sesaat setelah kuberikan penjelasan.

Malam ini, 30 Juni 2019, Nasywa memamerkan hasil tulisannya. Kubaca kata demi kata, Nasywa pun melempar senyum yang merekah.

“Yuk bobo dulu, sudah malam, kalo tidur cepat, bangun pagi tidak terasa berat. Besok kakak sekolah. Sesampainya di rumah kakak nulis cerita sewaktu di sekolah ya….”‘ ucapku sembari rebahan disebelahnya untuk mengantarkan Nasywa tidur.

Bermain anak & genggaman dagang

#duniaBermainAnak #NgangonBocah
Tak jarang telingaku mendengar, mataku menyaksikan orang tua ngangon bocah. Sebagai orang yang diberikan titipan bocah, wajar jika menjadikan akhir pekan sebagai saat saat bersama bocah.

Pun dengan diriku, kehadiran bocah bernama Nasywa & Dipta, lekat erat dengan “ngangon bocah”. Istilah Jawa ” ngangon bocah ” merupakan kegiatan untuk memfasilitasi anak bertemu dengan dunianya.

Melalui untaian kata di sela sela mengantar dan menemani mantan kekasih. Dalam susunan kalimat dan paragraf sembari mensruput kopi. Di warung pingir TIP TOP Jl. Tole Iskandar Depok, mencoba mendalami dunia bermain anak.

Dunia bermain anak menarik perhatianku sejak kehadiran Nasywa & Dipta. Enam tahun pada Juli untuk Nasywa dan lewat empat tahun lepas Mei untuk Dipta. Usia yang penuh lekat dengan dunia bermain.

Dunia bermain anak bertemu dengan pola kehidupan orang tuanya yang dalam wujud ‘Ngangon bocah’.

Nayswa & Dipta harus berkompromi dengan pola kehidupan orang tuanya. Aktivitas orang tua di akhir pekan berpola layaknya kaum Urban lainnya maka terjadilah ngangon bocah di toko swalayan.

Ngangon bocah di tempat tersebut juga didukung dengan tersedianya fasilitas umum berupa arena bermain anak. Sebagaimana pada tulisan sebelumya pada tautan
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/06/16/arena-bermain-anak/?preview=true

Satu minggu setelah tulisan tersebut, kembali ngangon bocah di tempat itu. Nalarku berteriak ketika menyaksikan petugas sedang membongkar arena bermain gratisan. Proses pembongkaran pun saat jam operasional. Pembongkaran ketika anak anak sedang di arena bermain.

Aku pun tidak menanyakan kepada petugas ๐Ÿ‘ฎ tersebut. Terlihat mandor menyambangi para tukang. Dalam hati hanya bisa menyimpulkan, arena bermain tersebut dibongkar.

Pembongkaran akses naik pada arena bermain membuat Dipta tak bisa menemukan dunianya. Tersisa tangga bertali yang masih dipergunakan anak anak untuk menemukan dunianya. Termasuk Nasywa yang mulai mengasah keberanian dengan naik tangga bertali.

Merasa tidak puas dengan arena itu, Nasywa dan Dipta beralih mengincar untuk arena lain yang berbayar. Arena mobil batery menjadi pelabuhan dunia bermain mereka.

Meski tidak gratis, namun demi anak yang akan menemukan dunianya. Aku menebus tiga ribu rupiah untuk satu koin.

Incaran arena bermain gratis, beralih ke arena bermain berbayar. Ternyata dunia anak dalam penguasaan sektor dagang, pikirku dalam hati.

Sistem berbayar terkadang menggelisahkan sebagai orang tua. Tidak ada kompromi lagi ngangon bocah di tempat perdagangan. Gelisah dengan biayanya hanya akan merusak nuansa ngangon bocah dan akan menjauhkan anak dengan dunianya.

Saat kegelisahan memuncak, ngangon bocah pun sembari memilih milih barang keperluan dg hiasan harga promo. Ngangon bocah yang tidak sesuai dengan dunianya. Dunia anak harus terkontaminasi dengan produk2 industri dengan dalih keperluan sehari hari.

Ngangon bocah hari ini, Minggu 30 Juni 2019 di toko swalayan lagi. Meski tidak satu lokasi dari toko swalayan yang dikunjungi.

Nasywa dan Dipta mememukan dunia bermainnya di lokasi perdagangan. Pola hidup berbelanja dan dunia bermain anak terintegrasi dengan sempurna. Tak pelak prasangka ini mengakatan ‘Dunia anak dalam penguasaan dagang

Satu anak dengan harga tiket 30 ribu menjadi prospek dagang dunia bermain anak. Semakin rajin orang tua berbelanja, semakin meningkat prospek bisnis bermain anak. Dan ketika tidak berubah pola hidup berbelanja, maka warna dunia bermain anak dalam penguasaan dagang

Tak heran, jika muncul perkataan orang bahwa ngangon bocah sekarang perlu budget khusus. Ngangon bocah saat ini bukan lagi sekedar memberikan kesempatan agar anak menemukan dunia bermain, namun rela menjadi sasaran dagang.

Layanan kearsipan

Aku pun menyimpulkan bahwa salah satu penyebab tidak diketemukan arsip karena adanya permasalahan di saat masa aktif (proses administrasi). Simpulan ini saya dapatkan ketika pada Rabu, 26 Juni 2019, saat seorang pejabat pembuat komitmen pada Direktorat Pembinaan Program Migas mendapat jawaban bahwa arsip tidak diketemukan. Berasa berat menjawab pertanyaan itu. Keluh di leher karena tidak mampu menemukan arsip.

Banyaknya koleksi arsip, bukan jaminan handalnya layanan kearsipan. Kehandalan proses pengelolaan arsip, bukan serta merta menjadikan arsip mudah diketemukan.

Pada hari sebelumnya melalui pesan singkat,
25/6 15.43] Gatot Kurniawan: Mas Nurul
[25/6 16.13] Gatot Kurniawan: Laporan akhir konsultan tahun 2016, Kegiatan Survey kualifikasi dan kompetisi tenaga kerja national di sektor migas , Konsultan PT. Surveyor Indonesia, Tahun 2016
[25/6 16.16] Gatot Kurniawan: Kabari aja ya Mas Kalo sudah ketemu ya, nanti/besok, aq ke lantai 4 terima kasih, bantuan nya Mas

Setelah mendapat pesan singkat itu, saya pun menindaklanjuti. Tim mengecek daftar arsip yang tersimpan pada aplikasi arsip. Hasilnya hanya ada dua data yakni bentuk laporan pendahuluan dan laporan antara. Sedangkan laporan akhir tidak ketemu. Padahal yang dibutuhkan adalah bentuk laporan akhir.

Pun setelah dilakukan pengecekan pada boks tempat simpan arsip. Hasilnya NIHIL. Tidak diketemukan. Namun demikian ada kejanggalan dari laporan pendahuluan.
[26/6 09.33] gondo awang: Pak nurul ini sampulnya laporan pendahuluan, tapi dalemnya laporan akhir
[26/6 09.57] gondo awang: Ada lagi, isinya dokumen antara sama prakualifikasi

Asumsi kami selaku tim arsip adalah sebagai berikut:
โญ memang belum ada sebelumnya di ruang arsip
โญ tidak dipindahkan ke ruang arsip,
โญ tidak terdata pada aplikasi arsip digital.
โญ terdapat dua data yang berbeda lokasi simpan
โญ dua data arsip yakni pendahuluan dan antara
โญ tidak dilakukan pemberkasan semasa aktif

Hasil penelusuran tim arsip mendapat respon
[26/6 10.05] Gatot Kurniawan: Kl yg sampul nya laporan akhir ada nggak ya?
[26/6 10.06] Gatot Kurniawan: Kl itu aq lilatin ke Itjen malah tambah runyam….. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป
[26/6 12.48] Gatot Kurniawan: Hahaha ๐Ÿ˜…๐Ÿคฆ๐Ÿปโ€โ™‚

Respon tersebut menunjukkan bahwa salah satu penyebab kegagalan penelusuran arsip adalah adanya permasalahan semasa aktif (proses administrasi). Kemudian saya pun mendapat kesimpulan bahwa wajar saja tidak jika arsip diketemukan.

Pelajaran yang dapat dipetik adalah, layanan kearsipan merupakan wujud ketersediaan arsip. Sedangkan ketersediaan arsip merupakan tujuan kearsipan. Tatkala Arsiparis melaksanakan kegiatan layanan kearsipan. Maka arsiparis berkesempatan untuk mewujudkan tujuan kegiatan kearsipan.

Menjadi kurang berkesan jika si arsiparis tidak dapat menemukan arsip yang dibutuhkan. Dalam kata lain arsiparis belum mampu mewujudkan tujuan kearsipan.

Namun demikian, ternyata ketersediaan arsip bukan semata mata ditentukan oleh arsiparis. Namun ditentukan pula oleh pejabat yang berwenang semasa aktif (proses administrasi).

Jika selama proses administrasi tidak bermasalah, maka akan mengurangi potensi penelusuran arsip. Jika pengelolaan arsip semasa aktif terlaksana dengan baik, maka menjamin ketersediaan arsip.

#mariBermanfaat
#mariBerfikirPositif

VTB

Berasakah bila waktu cepat berlalu???. Rasa- rasanya baru kemaren acara Halal bil halal di Kediaman Bp. Pratama blok B1 pada Perumahan Villa Tanah Baru, kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Depok Jawa Barat.

Masih terasa banget lo memori kehangatan antar warga di Sabtu malam tanggal 22 Juni 2019 yang dimulai jam 20.00 WIB. Nuansa kebersamaan terasa sejak pembukaan yang dipandu ketua RT 10 RW 11 kelurahan Tanah Baru.

Pada pembukaan acara memperkenalkan ketua LPM, Pak Abdullah yang duduk bersebelahan dengan ketua RW 11 Pak Naam Hermawan, dilanjut dengan doa yang dipandu oleh Ustad Radin Batubara.

Pertemuan warga VTB digelar pada tiap bulan. Selain menjadi pertemuan rutin, juga sebagai acara peringatan atau pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan lain seperti peringatan 17 an, buka bersama dan Halal bil Halal.

Selain itu dapat pula dilaksanakan bertepatan dengan acara Tasyakuran. Sabtu malam tersebut sekaligus tasyakuran rumah. Bapak Pratama Persada menyampaikan sambutan teriring ucapan tasyakuran, Syukur kepada Sang Pencipta serta ucapan terimakasih kepada seluruh warga atas kelancaran sejak proses pembangunan ๐Ÿก sampai dengan selesai dengan tidak mengalami gangguan apapun.

Sabtu lalu, kini kembali bertemu sabtu. Seperti nya jarak waktu tak berasa lama. Sabtu malam itu, dengan nuansa lebaran, tatkala seluruh warga bertatap muka, mengikrarkan diri untuk saling memaafkan diantara warga.

Ikrar Halal bil Halal dipandu oleh Bapak Abdul Haris Semendawai. Meski tanpa persiapan teks ikrar sebelumnya, namun tidak mengurangi pemaknaan halal bil halal.

Ikrar halal bil halal dipuncaki dengan munajat ‘Taqobblallaahu mina maminkum. Yang artinya kurang lebih adalah Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu” dan semisalnya.โ€ Sedangkan Minal Aidin Wal Faidzin berarti kita kembali dan meraih kemenangan.

Kemunculan lafadz ‘Minal Aidin Wal Faidzin’ dari Rasulullah saat kemenangan di Perang Badar. Kemenangan yang penuh keajaiban. Kemenangan yang menjadi awal perang sesungguh sungguh perang, yakni Perang melawan hawa nafsu (sumber: ceramah cak nun)

Istilah Halal bil Halal muncul ketika Presiden Soekarno bertemu dengan kakeknya Presiden GusDur di Jombang (sumber: ceramah cak nun). Pertemuan tokoh bangsa tersebut dimaksudkan untuk menginisiasi rasa saling merelakan dalam menerima sikap dan tindakan antar anak bangsa dalam pemaknaan positif yakni berkontribusi membangun negara Indonesia.

Begitu juga semoga terwujud di Perumahan Villa Tanah Baru, tercipta saling merelakan diri dan melupakan segala prasangka, ucapan, tindakan yang dilakukan dan dirasakan antar warga dalam pemaknaan kerukunan hidup bermasyarakat.

Rangkaian acara halal bil halal dan tasyakuran di akhiri dengan bersalaman, berjabat tangan. Kemudian dilanjutkan dengan makan malam dengan sajian menu “Asem Asem Daging Sapi”. Maknyuss……

Sesaat setelah purna makan bersama, lepas ramah tamah sejenak, dilanjut pertemuan warga bulanan yang isinya adalah pengumuman dari pengurus RT 10 dan forum diskusi.

Pengumuman atau info dari kepengurusan RT 10 adalah terkait iuran bulanan dapat mengcover THR empat orang petugas security (@1,7 juta) dan seorang petugas sampah sebesar 1,3 juta. Meski tercatat beberapa warga yang masih belum menyampaikan tunggakan iuran bulanan, namun secara keseluruhan dapat mengcover kebutuhan biaya operasional komplek VTB.

Pada sesi forum diskusi terdapat dua warga yang menyampaikan isu/hal hal terkait kemasyarakatan. Bu anis menanyakan perkembangan dan tanggapan atas kejadian terkait kondisi keamanan di perumahan Villa Tanah Baru.
Sedangkan pak Anwari terkait kegiatan di Mushola.

Isu terkait keamanan sebagai tindak lanjut RT 10 yang mengumumkan di WAG warga VTB pada 13 Juni 2019 sebagai berikut:
โญ arahan kepada petugas keamanan untuk senantiasa patroli dengan peralatan batre atau lampu sorot.โญ peningkatan jarak waktu patroli, menyorot area agak gelap baik dalam dan area luar yang berhimpitan dengan komplek perumahan VTB. โญTerkait kenyamanan, untuk tetap menjaga keadaan yang kondusif serta tidak terpancing rasa panik dan yang meresahkan. โญdapat nimbrung dan kongkow atau keluar rumah sejenak atau boleh berpatroli tanpa ketentuan jadwal di waktu larut malam dan menjelang dini hari.

Selain itu telah menindaklanjuti dengan pemasangan kawat berduri di area kejadian pertama secara langsung pada siang harinya. Sedangkan tanggapan forum lain ( pak pratama) adalah ide untuk pemasangan teknologi CCTV dengan IP yang ditengarai berbeaya murah dapat diinisiasi oleh warga atau dapat juga dari kepengurusan RT 10.

Mendekati tabuh 22.00 WIB acara ditutup dan diakhiri dengan foto bersama.

Demikian cerita minggu lalu yang berasal baru kemaren. Waktu cepat berlalu, semoga waktu menjadi sahabat yang terus mengingatkan agar kita dapat terus berbuat baik guna menggapai kehidupan di lingkungan bermukim yang aman, nyaman, dan tenteram.

Sang waktu pun lekas menjauh seiring aktivitas keseharian. Sangat waktu seolah memberi pesan untuk terus menjalin kebersamaan yang dirangkai dengan fikiran positif. Berharap dapat berkontribusi untuk kehidupan bermasyarakat Perumahan VTB tercinta.

28 Juni 2019 dari blok H6, selesai 00:25 WIB
#maribermanfaat