16 X, Sepedaan Ngantor 

Sejak Agustus, aku menginstal aplikasi strava. Meski versi gratisan, cukup bermanfaat untuk dokumentasi. Rekaman tanggal 18, 19, 24, 30, dan 31. Sedangkan lainnya, tanpa strava telusur 10 Agustus yang menggenapi enam kali Pergi-Pulang kantor.  Masuk di bulan kesembilan, hanya dua kesempatan sepedaan ngantor yakni di hari ke-7 dan 20 saja. Kemudian di Oktober, sementara masihLanjutkan membaca “16 X, Sepedaan Ngantor “

Ngepit 10, emosi diri

Semangat pagi 🌄🙋ini, aku mencatatkan jarak tempuh 20,4 KM, berdurasi satu jam, kecepatan rata rata 20 KM/jam, maksimal elevasi 82 Meter dan kecepatan tertinggi 38Km/jam versi Strava. Sejak 6.35 WIB di hari Selasa 24 Agustus, kali kesepuluh ngepit ke kantor. Bersamaan ketetapan otoritas negeri ini dalam mengendalikan dan mencegah penyebaran virus Covid 19 dengan metodeLanjutkan membaca “Ngepit 10, emosi diri”

Sepedaan Ngantor ke-6

Ngos ngosan, jeda 15 hari dari sepedaan terakhir. Selain molor waktu tempuh, pegel di kaki pun tak dapat dibohongi. Bisa jadi terlalu siang meluncur dari rumah. Selesai sarapan, kutengok jam di dinding menunjuk tepat delapan pagi.  Namun jepretan gambar oleh Thole, menyuntik semangat. Ya, sepedaan ke-6 kantor dengan niat menjemput medical kit covid 19. SelainLanjutkan membaca “Sepedaan Ngantor ke-6”