Hari-hari di ruang Sepi

Kok gak pernah kelihatan, kata syahrul sewaktu bersama sama turun dari lift. Tak mendapatkan jawaban dari lisanku, dia pun meneruskan “Gaul dong, gk bosen gaul hanya dengan dokumen”

Lisan ini seolah terkunci, tak bisa berkata kata, atau sedikit beralasan untuk menjawab kalimat Syahrul itu. Senin sampai jumat cepat berlalu, hingga 2 bulan full keberadaan perhatian pada ruang arsip Ditjen Migas.

Memang sudah menjadi pilihan profesi, dan dalam profesi ini perlu perhatian yg sangat manja. Informasi yang berkualitas dari media kertas berjubel pada ruangan yang seadanya mendesak untuk terus bergerak hingga menempatkan arsip berada tempatnya.

Selama dua bulan, enam ribu kilo atawa enam ton bahan non arsip hasil penyortiran telah berhasil kami pisahkan demi menjaga kualitas informasi arsip kertas di ruang arsip.

Arsip persuratan, berkas pengangkutan migas, berkas penyimpanan migas adalah 3 jenis arsip yg menghiasi meja pengolahan tiap harinya selama dua bulan ini.

Aktivitas penyortiran, menyaingi tiap berkas, menyatukan pada kesatuan kesamaan berkas, mendata pada aplikasi arsip digital adalah hal yang kami anggap menjadi tarikat si penjaga informasi.

Pengabdian ini kami terus ilham sebagai pelaksanaan tugas untuk organisasi Ditjen Migas. Keterbatasan tempat ruang simpan dan pertumbuhan arsip kertas yang begitu cepat harus kami sikapi dengan mengambil jalan tarikat secara full di ruang arsip.

Kami tak mengenal lagi penugasan pimpinan untuk rapat atau kegiatan lain yang mempertemukan dengan teman kerja seperti syahrul. Ini adalah pilihan kami sendiri hingga nanti arsip migas dapat terolah kembali demi menyimpan kualitas informasi kertas.

Dengan tarikat di ruang arsip secara penuh, kami pun menjadi banyak tahu dari membaca informasi di arsip kertas. Meski secara fisik kami belum pernah mengenal, namun dari kertas kami menjadi tahu kepemimpinan Ditjen Migas, Sudarno Martosewojo Soepraptono Soelaiman, Rachmat Sudibyo, Iin Arifin Tahkyan, Evita Herawati Legowo, Edy Hermantoro, Prof. Wiratmaja, Ego Syahrial, dan saat ini Djoko Siswanto.

Selain nama kepemimpinan, kami pun belajar nama unit kerja. kami baca unit kerja “Subdit Pengelolaan Non Bahan Bakar” sekarang fungsi itu kemana?, Pada ruang arsip, kami pun menyaksikan terpisahnya unit kerja menjadi dua subdit yang awalnya Subdit Pengangkutan dan Penyimpanan Migas. Dulu bernama Direktorat Pengolahan dan Niaga Migas saat ini bernama Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas.

Sebagaimana janji profesi, tarikat di ruang arsip akan kami senangi, akan kami jalani hingga datang saat nanti, datangnya generasi pengganti.

Informasi di dalam arsip menjadi perhatian kami, terus berusaha menjaga kualitas informasi ditengah tengah keterbatasan ruang simpan saat ini.

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

3 tanggapan untuk “Hari-hari di ruang Sepi

Tinggalkan Balasan ke Tagor Batalkan balasan