REKAMAN VIDEO

Masuk pada hari ke lima, edisi pulang kampung.
#sucen #jabung

Sungkeman dimaknai sebagai penyampaian bhakti kepada orang tua dalam ucapan yang dilaksanakan ba’da sholat sunat hari raya di rumah 🏡 orang tua atau mertua. Pada Lebaran tahun ini bisa mengabadikan lewat rekaman video karena dipta dan nasywa merasa terhibur dengan melihat video saat pentas di sekolah.

Berbarengan dengan itu tahun 2019 merupakan tahun dimana anak anak 👶 mengenal video yang diunggah di Youtube. Fenomena youtuber yang menjamur mempengaruhi peran Bapak dalam menemani tumbuh kembang sang anak. Sang bapak punya senjata baru untuk menghibur anak dengan memainkan rekaman 🎥🎬👀 yang diunggah di Youtube.

Banyak pilihan rekaman yang membuat permisif si Bapak semisal film pendidikan, bacaan murottal, pengenalan obyek dan warna bahasa sampai dengan pengetahuan umum lainnya.

Dalam dua minggu terakhir, Dipta dihibur rekaman vidio dalam HP ibunya saat mencari bapak. Ketika melihat video, teriakan dan tangisan untuk mencari bapak berhenti. Rekaman vidio tetangga melalui HP saat nasywa dan dipta bermain rumah Depok atau vidio pendek ketika di tangkap ibunya saat melihat ke gemesan anak anak di dalam kamar menjadi hiburan pengantar tidur.

Runtutan kejadian dan gambaran keadaan diatas menyulut si bapak untuk melakukan aktivitas perekaman. Meski tidak berniat untuk mengunggah di youtube. Memulai merekam aktivitas anak dalam bermain dan memainkan mainannya, sebagai koleksi untuk mengisi waktu di kala bersama anak. Misalnya saja rekaman video saat berkumpul dalam nuansa lebaran di rumah Sucen atau di rumah Jabung. Lebaran yang jatuh pada tanggal 4 dan 5 Mei 2019 telah berlalu meski hanya beberapa video yang dapat terekam melalui HP.

HP yang diharapkan tidak mempengaruhi tumbuh kembang anak menjadi sisi keping uang logam. Satu sisi keadaan dan satu sisi HP menjadi teknologi untuk lebih menghidupkan keadaan.

Ditemani video rekaman yang dapat di putar melalui HP, anak menjadi tidak rewel dan tidak merepotkan ibu atau bapak. Terlebih ketika sang ibu dan bapak masih ada hal yang harus dikerjakan.

Awalnya yang berfikir untuk menjauhkan HP dan Gadget untuk anak, saat ini berkeinginan untuk membelikan HP atau gadget. Hal tersebut dilandasi penuh kesadaran untuk menyediakan fasilitas agar keadaan dapat lebih hidup. Bukan untuk merusak dan bukan untuk berlebihan.

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar