Kerja untuk Jiwa yg utuh

“Pekerjaan membentuk jiwa yang utuh. Pekerjaan bukan semata mata mencari duit saja” pikirku saat duduk menunggu kopi di warung lepas turun dari KRL.

Bisa jadi pemahaman ku itu berasal dari rasa menemani keenam orang teman yg telah berkenan membersamaiku untuk menjalankan tim arsip Ditjen Migas.

Seharian rasaku seolah telah bersama, sejak keenam temenku (tim arsip Ditjen Migas) bersama pak Mul sampai di Citra Cikopo Hotel Puncak Bogor. Rapat koordinasi bagian umum, kepegawaian dan organisasi/SDMU di tahun ini memang tidak menjangkau seluruh pegawai.

Setelah panitia (mas bayu) meminta ku untuk menjadi salah satu pembicara, ide yg begitu spontanitas, untuk mengajak kalian ke puncak. “sekedar mendapat udara murni dari alam puncak untuk mengobati udara di ruang arsip pada kesehariannya” pikirku, karena sebagai tim kerja arsip di SDMU, belum masuk sebagai peserta rapat tersebut.

#######

Episode pekerjaan melalap waktu dari keseluruhan hidup manusia khususnya di kota besar. Sejak matahari belum menampakkan diri sampai tenggelam di peraduan, orang kota seperti jakarta berderu dg judul pekerjaan.

Sejak terjaga di pagi hari, otak terisi dengan judul pekerjaan. Meski bukan semata mata mencari duit, hari hari dengan adanya pekerjaan, membentuk jiwa yg utuh

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar