Menulis (3)

Minggu, 13 Oktober 2019
Hal yang menyenangkan di hari libur adalah memiliki kebebasan waktu untuk curhat. “cowok kok curhat” kata Danang, seorang temen kenalan sewaktu ngekos di Gang Sawo, depan Kantor Arsip Nasional RI, Jakarta Selatan.

Lupa sudah berapa tahun yang lalu, mendengar kata kata Danang, yang sempet menjadi tukang ketik saat Undang Undang Kearsipan disahkan oleh parlemen DPR pada tahun 2009.

Atau teringat kata2 seorang temen Prajabatan KESDM tahun 2009 yang juga berprofesi sebagai arsiparis 👇 👇
[7/10 13.30] rizaldin: Curhat mu ilmiah bro …. Nice post 🤭👍

Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/10/07/menulis-2/

Keranjingan menulis meski disebut “curhat” di tahun terakhir ini bisa jadi sebagai buah kebiasaan sewaktu umur belasan sampai dua puluhan kala sering menulis di buku harian. Seolah menulis buku harian itu aktivitas andalan untuk melewati waktu kala masa itu penuh dengan keterbatasan.

Kala itu, curhat menjadi rekreasi yang menyenangkan. Tanpa bermodal puluhan ribu, asal ada kesempatan dan melihat pulpen dan selembar kertas, curahan hati dalam rangkaian kata kata sudah cukup mengisi waktu dan membangkitkan gairah kehidupan.

Dulu menulis di buku harian memerlukan tempat yang sepi dan sendiri, kini sudah tidak lagi. Dengan aplikasi gratisan yang bisa diunduh di playstrore, kita sangat dimudahkan untuk merangkai kata demi kata. Setelah direview sejenak, langkah selanjutnya mempersiapkan foto atau gambar sebagai pemanis saat diunggah di WordPress.

Kini, kala umurku mendekati umur kenabian (versi umur Muhammad di 40 tahun dilantik sebagai Nabi Penutup akhir Zaman), melalui rangkaian kata kata sebagai buah kebiasaan mengisi buku harian mengesankan curhat.

Sempat dipersepsikan oleh seorang teman bahwa tulisanku sebagai cara membangun personal branding. Branding yang bisa diartikan sebagai suatu pendekatan untuk melekatkan ingatan kehidupan pada satu kehadiran produk atau eksistensi seseorang.

Bagiku, sih bukan curhat dan bukan personal branding. Namun demikian, bebas saja orang mempunyai persepsi atas tulisan tulisanku.

Berbagai persepsi orang kala membaca tulisanku, misalnya kala mengawali peran selaku ketua RT, untaian kata kata di grup Whatsapp Grup pernah kulakukan kala menyampaikan ide “kebersamaan melalui pertemuan bulanan”. Tak terasa kini telah jatuh pada tahun ketiga, jabatan RT untuk diestafetkan kepada warga lainnya.

Tulisan tak lepas jua di lingkungan pekerjaan atau kantor. Bahkan respon atasan (pejabat eselon tiga/administrator) menyampaikan kepadaku dengan nada bercanda “sebetulnya mau tulis komen JIJIK saat membaca tulisanmu, tapi gk tega saja, nanti kamu Down” celetuk pak Mukti Yunarso.

“gk papa pak, tulis saja” balasku dengan nada bercanda sembari pasang muka memelas. “bisa jadi komentar JIJIK menjadikan gaya tulisanku bisa berubah lebih baik pak” kataku sembari aku pun mengiyakan, karena memang tulisanku bergaya curahan hati.

Di akhir tulisan ini, terdapat poin dalam otaku bahwa kebanyakan tulisanku di blog WordPress telah dipersepsikan sebagai curahan hati atawa curhat. Ada juga yg menyebut sebagai cara membangun personal branding.

Aku kok lebih cocok jika tulisanku cenderung mengilustrasikan keadaan, sebagaimana Kang Agus Buchori, orang paciran yg jago menulis blog juga.

Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/06/25/menulis/

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

4 tanggapan untuk “Menulis (3)

  1. Tiap Penulis memiliki gaya menulis yg berbeda2. Semakin variatif gaya penulisan semakin menarik bagi para pembaca. Dan sy salah satu penikmat semua gaya penulisan di WordPress. Salah satu diantaranya ya tulisan kamu Mas Nurul. Enak kok alurnya buat kita ikuti. Simple & mudah dicerna. Krn kita spt ikut “masuk” dlm alur cerita tsb. Menarik. So, ditunggu hasil tulisan2 km selanjutnya ya. Perkaya tema.Tetep Semangat 👍👏💪Terima kasih sudah mengajarkan banyak hal melalui tulisan kamu Sob 😊👍

    Suka

  2. gak papa dibilang curhat, kan blog pada mulanya untuk ditujukan sebagai diary… nik nulis ojo diupload sering sering kasih jarak jangan tiap hari. simpan dulu sebagai draft mengko lak sippp tambahane

    Suka

Tinggalkan Balasan ke guslitera Batalkan balasan