Bulak Senthe

Nama “bulak” membawa memoriku pada persawahan, sedangkan kata “senthe” merupakan sejenis tumbuhan liar di pinggir sungai. 

Bulak Senthe merupakan satu diantara ratusan Venue dan tujuan wisata kuliner di Sleman Yogyakarta. Konsep taman di persawahan dengan pepohonan dalam ruangan menjadi ciri dari venue yang dapat dimanfaatkan sebagai pernikahan atau pentas musik. Menu paket makanan seperti lodeh, sop, semur, bubur, mangut, sayur asem, nasi rames melengkapi venue yang juga sebagai restoran bernuansakan persawahan. 

Sabtu, 22 Agustus 2020, aku pun menjajal Bulak Senthe yang berkali kali kulewati jika pulang kembali ke Sleman. Lokasi di pinggir jalan searah dengan lokasi resto terkenal Jejamuran. Tepatnya di kanan jalan sebelum bertemu dengan gedung kelurahan Pandawaharjo. 

Menurut info yang masuk ke telingaku, pemilik venue ini sama orang dengan pemilik resto Jejamuran. Dampak terpaan masa Pandemi, beberapa orang pemuda pemudi dari desa sekitar yang menggantungkan mata pencaharian turut diliburkan. Bahkan itu terjadi di resto yang kuat dan terkenal seantero nusantara, seperti Jejamuran. 

Semoga penyikapan masa pandemi di wilayah kuliner dan venue persawahan semakin dewasa dan menjunjung protokol kesehatan. Akhirnya Resto dan Venue di Sleman kembali semarak dan menggeliatkan kembali roda ekonomi masyarakat desa di sekitar.

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

2 tanggapan untuk “Bulak Senthe

Tinggalkan komentar