Setia di Kearsipan demi Reformasi Birokrasi di LAPAN

membangun kepercayaan diri dan semangat kerja dengan tidak melupakan hal hal yang harus dibenahi” penggalan kalimat itu aku cuplik dan kujadikan makna diri. dari akun WordPress Kepala Lapan pada tautan https://tdjamaluddin.wordpress.com/2019/12/31/refleksi-capaian-lapan-2019/

Pun pemaknaan pertemuanku dengan sosok Arsiparis LAPAN pada Selasa, 8 September 2020, Bapak Sudiyanto. Tulisan ini aku sarikan dari obrolan singkat tentang menerabas makna dari inspirasi tentang kesetiaan dan pengorbanan kepada institusi. Obrolan wawancaraku dengan eks pejabat administrator eselon 3a sekaligus arsiparis yang mempunyai kerelaaan penuh kesetiaan demi pencapaian indek Reformasi Birokrasi di LAPAN yang lebih tinggi.

Singkat cerita, di tahun 2015, saat inovasi Reformasi Birokrasi dengan pengisian jabatan administratator di lingkungan LAPAN sistem lelang, Bapak yang punya darah Wates Yogyakarta ini menetapkan pilihan untuk kembali ke Jabatan Fungsional Arsiparis setelah lepas dari amanah jabatan Kepala Bagian Kerjasama Dalam Negeri. 

Pilihannya untuk tidak mendaftar pada proses lelang pengisian jabatan di tahun 2015 itu, bagiku menjadi inisiasi ketulusan kepada institusi. Seolah keputusannya mengisyaratkan tafsir dalam otaku atas ungkapan “jabatan itu amanah, jabatan bukan untuk dicari melainkan dijalani sebaik baiknya”. Ungkapan terkesan absurd, namun yang justru berimplikasi positif bagi roda organisasi/instansi wabil khusus Reformasi Birokrasi. 

Inovasi RB tersebut menjadi monumen pendongkrak indek Reformasi Birokrasi di LAPAN pada tahun 2015. Indek RB yang sampai sekarang bikin iri diantara pejabat administrator pengawal program Reformasi Birokrasi. 

Bagiku, peribahasa “Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolakadalah gambaran nasib Bapak Sudiyanto. Pengaktifan kembali jabatan arsiparis, mengajarkanku kearifan untuk rela demi organisasi dan kesetiaan kepada kearsipan. Penghargaan pengabdian golongan terakhir di IV.a serasa mandeg selama delapan tahun.

Bayangkan saya mandeg 8 th di IV/a-nya gara-gara mengejar menyamakan jabfung arsiparis Muda III/c, untuk naik arsiparis madya IV/b. Padahal di jalur jabatan struktural, saya mengikuti penugasan/penunjukan pimpinan, (artinya bukan keinginan pribadi) berbeda lo.. dengan s, lelang yang seolah mengajukan keinginan” tutur beliau

Bapak Sudiyanto terpaksa kembali kepada golongan ruang III.c sebagaimana jabatan fungsional arsiparis muda sebelum diangkat ke jalur struktural di tahun 2003. Ganjaran penghargaan pengabdian dua kali kenaikan golongan selama dua belas tahun dalam jalur struktural, seolah tiada guna untuk menduduki jabatan arsiparis Madya.

Hal tersebut tentu sangat terasa pedih jika dibandingkan dengan kebijakan inpassing dari jabatan struktural atau bahkan jabatan fungsional umum yang pertama kali bergabung ke jabatan fungsional arsiparis.

Sampai disini nalarku terantuk pada perenungan “bahwa kesetiaan PNS pada jabatan arsiparis tidak dapat dinafikan dengan berpindah atau berhenti sementara untuk penugasan ke struktural. Saya kok merasa perlu perkembangan regulasi pembinaan karir arsiparis (pengaktifan kembali pada jabatan arsiparis) yang mendudukan penghargaan atas kesetiaan PNS”

Bisa jadi kisah dari pak Sudiyanto tersebut pun telah terkomunikasikan melalui konsultasi ke instansi pembina jabfung arsiparis. Semoga menjadi perbaikan kedepannya. Inovasi RB yang dilakukan LAPAN berhadapan dengan ketidaksiapan regulasi pembinaan Jabfung arsiparis kala itu, dan semoga telah menjadi preseden perbaikan pada saat ini. 

Sebagaimana harapan pelaku kearsipan, Bapak Sudiyanto, “semoga kedepan terjadi perbaikan regulasi pembina jenjang karir kepangkatan, terutama pengaktifan kembali Jabfung arsiparis, terlebih terkait dengan semangat inovasi Reformasi Birokrasi. Aku pun belajar dari beliau bahwa memajukan urusan kearsipan sudah tidak lagi mendikotomikan antara jalur struktural dan jalur fungsional.

Akhirnya sebagaimana kalimat Kepala LAPAN, Prof T. Djalamudin, ” kita seharusnya tidak melupakan hal hal yang harus diperbaiki“. semoga bermanfaat 

Baca juga

https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/08/20/rela-demi-organisasi/

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

2 tanggapan untuk “Setia di Kearsipan demi Reformasi Birokrasi di LAPAN

Tinggalkan Balasan ke Baderi Batalkan balasan