Stasiun & Kereta

Suaranya begitu tertanam dibenakku. Roda kereta diatas besi rel melatari saat saat penuh asa dan cita. Begitu pun peluit yang bersambut dengan klakson, memintal kenangan bernuansakan perjuangan. Merasa diri berjuang mengisi peran sebagai kaum urban. Sekitaran 500 kilo meter dari kampung kelahiran.

Tiga belas tahun lalu, 2007 sejak aku berkenalan satu diantara transportasi masal. Aku kembali menelusuri kemesraan menapaki 🚉 stasiun, ruang publik keberangkatan dan Pemberhentian kereta api. Seperti pagi ini menyaksikan perubahan wajah stasiun pasar senen.

Lempuyangan Yogyakarta dari Stasiun Pasar Senin di Jakarta. Kini stasiun terlihat cantik, tidak seperti memori yang terendap di otaku. Begitu juga gerbong tempat duduk dari stasiun kereta, membuka jalan kehidupan. 

Kamis, 8 Oktober 2020 6.30 WIB menapaki kembali Stasiun 🚉 Pasar Senin. Dari satu pintu gerbang Ibukota Indonesia untuk orang daerah sepertiku. 74 ribu rupiah untuk menebus perjalanan penuh kenangan. 

Terkenang susunan kursi 💺 dalam gerbong saling berhadapan. Rasa pegal pada kaki cukup sebanding dengan rasa lega setelah kembali di Yogyakarta. Aku naik kreta lagi, setelah tahunan yang lalu. 

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar