Busway Ragunan ke Kuningan Madya

Senin, 12 Oktober 2020. Pemberangkatan Busway pukul 8.00 WIB dari halte Central Ragunan tidak nampak penumpukan penumpang. Sejak aku melakukan tap pada akses masuk, mataku mendapati beberapa penumpang saja. Setelah munggu 2 buas jalan, aku pun masuk jurusan monas via Kuningan. 

Di halte Departemen Pertanian, enam penumpang, harus berdiri, karena kapasitas bus yang harus dibatasi 50 persen atau kursi berjarak. Halte SMK 57, lima orang kembali masuk di area penumpang berdiri. Di Jatipadang, bertambah dua orang penumpang belum terlalu berdesakkan. Sampai Halte Pejaten, dua orang masuk melalui pintu depan. 

Aku yang duduk tepat di ujung pintu menyaksikan tiga orang masuk dan satu orang keluar di Halte Buncit Indah. Di Warung Jati, halte yang cukup berjarak dari halte sebelumnya, keluar tiga orang dan masuk enam orang. 

Sebelum sampai di Halte Imigrasi, pandangan mataku terhadap pintu depan busway terhalang oleh satu penumpang. Dari posisi duduku, kursi nomor dua dari belakang mepet pintu, aku tidak dapat memastikan lagi jumlah penumpang yang terbawa oleh satu bus 🚌 ini. 

Hanya terlihat satu orang kembali masuk ke Busway melalui pintu belakang. Busway pun terlihat padat, meski ada slot beberapa lagi untuk berdiri di area tengah. Penumpang harus mengatur diri sendiri atas jarak berdiri karena di lantai bus tidak terdapat tanda berjarak. 

Lima orang kembali memasuki bus kala pintu mulai terbuka di halte duren tiga. Kondisi antar penumpang belum begitu berhimpitan, namun kapasitas bus terbilang sudah penuh. Meski demikian, tanda silang di kursi menjadi rambu yang sakti. Tanda itu mampu mencegah penumpang untuk duduk. 

Sesampai di Halte Mampang Prapatan, terlihat banyak penumpang yang menantikan kedatangan bus. Di halte ini, bertambah sekitar enam orang. Begitu juga penumpang di Halte Kuningan sebagai halte transit. Namun, terkesan kedewasaan para penumpang yang tidak memaksakan masuk bus. 

Penumpang pun mulai berkurang sejak Halte Patra Kuningan. Sepuluh penumpang keluar dari busway. Begitu juga di Halte Departemen Kesehatan, halte yang menjadi dampak pembangunan MRT, sepuluh orang terlihat keluar dari bus. Sampai disini kapasitas busway semakin lengang. Bahkan penumpang lain dapat tempat duduk. Di Halte GOR Sumantri, terlihat dua orang memasuki bus,namun keluar empat orang.

Sebelum tiba di Halte Karet Kuningan, Hanya terlihat lima orang saja yangmasih berdiri di dalam busway 

Di halte ini, tidak terlihat satu pun calon penumpang dan penumpang yang turun. Aku pun harus mengakhiri perjalananku di halte Kuningan Madya

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

2 tanggapan untuk “Busway Ragunan ke Kuningan Madya

Tinggalkan komentar