Momong & Gowes Pagi

Bersepeda di pagi hari menjadi hal yang membahagiakan bagi kedua anaku. Nasywa dan Dipta begitu semangat di beberapa minggu terakhir ini. Setelah mahir di jalanan komplek, ajakan ku bersepeda di jalan umum membuat mereka penasaran. Layaknya hari yang telah berlalu, pagi ini 4 November 2020 Kak Nasywa terbangun sejak subuh hari demi menantikan aktivitas sepeda. 

Ba’da sembahyang dua rakaat, Kak Nasywa membangunkan adiknya yang semalam tidur bersama. Aku yang berada persis di sebelah mereka, lepas memperdengarkan lantunan ayat suci Al Qur’an, segera mengajak mereka berdua sebelum sang mentari beranjak tinggi. 

Perbaikan rem dan rantai sepeda siang kemaren, kembali menambah gairah Dipta untuk menjajal sepeda track jalan turunan. Kepercayaan dirinya terbangun dengan rem tangan, dimana sebelumnya sempat merasa khawatir dengan rem sendal andalan. 

Kak Nasywa sempat panik saat mendapat giliran sepedanya dengan kontur jalan menurun. Gowes bersama mereka dengan cara saling bergantian. Kedua tangan mungil yang berada di stang, tak mampu menjangkau pegangan rem. Sepanjang perjalanan, yang terpikir olehku adalah sebaik mungkin berperan dalam mendampingi titipan Allah berupa tiga anak. 

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Satu pendapat untuk “Momong & Gowes Pagi

Tinggalkan Balasan ke Baderi Batalkan balasan