
7 Januari 2021, aku berkesempatan menemani diskusi dengan generasi penerus Ditjen Migas jalur rekruitmen CPNS 2019. Persis dengan tahun sebelumnya, kebutuhan unit kepegawaian untuk menemani ajang pengenalan atawa orientasi internal bagi calon Pegawai Negeri Sipil di Direktorat Jenderal Migas KESDM.
Lima dari total enam orang diantara mereka merupakan generasi 90an. Di pundak merekalah laju organisasi kemigasan Indonesia dimasa mendatang. Bukan tanpa alasan, tergambar seperti pertanyaan Rizqi, Calon Analis Kebijakan yang diutarakan di forum yang berdurasi kurang lebih dua jam. “Apa bedanya Lemigas dengan SKK Migas?” tanya rizqi setelah ceritaku terkait tunjangan pegawai Badan Layanan Umum atau BLU yang bisa jadi lebih besar dari pada yang diterima oleh pegawai Ditjen Migas.
“SERU” Pikirku, memancing diskusi dari motif bekerja untuk kesejahteraan. Penghasilan PNS yang salah satunya ialah Tunjangan Kinerja yang berbeda sesuai dengan jenis instansi. Pancingan itu tentu akan membuka tanya mereka akan keberadaan institusi kemigasan yakni SKK Migas, Ditjen Migas, BPH Migas, Lemigas, dan BUMN Migas.
Tentu hal diatas hanyalah intermezo. Topik yang diberikan unit kepegawaian Ditjen Migas kepadaku terkait NASKAH dinas elektronik atau akhir akhir ini tenar dengan sebutan “NADINE.ESDM”.
Aku pun mengawali dengan mengenalkan Kode Jabatan seperti DJM untuk Direktur Jenderal Migas, DMB untuk Direktur Pembinaan Program Migas, DME untuk Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, DMO untuk Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas dan DMI untuk Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas.
Kemudian seterusnya sampai dengan beberapa kode untuk jabatan administratator yang telah bertransformasi ke Jabatan Fungsional. Kemudian lanjut dengan membuka aplikasi naskah dinas elektronik dengan username dan pasword yang telah mereka /CPNS terima.
Single User ID untuk beberapa aplikasi perkantoran di Kementerian ESDM yang ditetapkan oleh Pusdatin telah mempermudah bagi berjalannya administrasi perkantoran secara elektronik. Akhirnya, tulisan ini hanya menjadi dokumentasi dua jam berdiskusi antara arsiparis dan CPNS 2019 di Ditjen Migas.
Terlihat dari raut muka baru pegawai Ditjen Migas, kepuasan dalam berdiskusi. Hingga tak terasa bunyi adzan Dzuhur menyudahi diskusi sesuai target waktu yang telah ditetapkan oleh unit Kepegawaian.
wah tulisannya menghibur, Pak Nurul 😆 Halo, saya Laras, Pak 👋 Jangan berkunjung ke blog saya ya, Pak
SukaSuka
Hiburan laras
SukaSuka