Soto Kadipiro

Berkembangnya Kota Pelajar ke Kota Kuliner semakin tertangkap mata. Legenda makanan berkuah sebutan Soto, bisa jadi bukan hanya di Jalan Wates saja, namun warung dengan Plakat Kadipiro, Kadipiro Baru, Kadipiro Plus, dan Kadipiro II, cukup menjadi mengandung magnet bagi pelancong di Yogyakarta. 

Beberapa kali mendatangi warung ini, aku pun harus mengarsipkan melalui untaian kata demi kata. “ciri khas soto disini ialah potongan kubis, kotak kotak” kata istriku setelah menghabiskan satu setengah mangkuk. Potongan ayam kampung dengan kucuran kecap Sarico dan sambal tomat cukup menghangatkan perut. 

Akhirnya, pelajaran hebatnya makan atawa yang umum dengan sebutan kuliner membukakan mataku menggapai rejeki disela kepulanganku ke Sleman. Bukan saja di pemilik warung dan para pramu saji, tukang parkir pun kebanjiran rejeki di saat libur panjang seperti awal April 2021. 

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar