Kampung Wisata Rawa Pening 

Allah Maha Besar, cekungan diantara tiga gunung (Merbabu, Ungaran, Telomoyo) di ambarawa membentuk danau yang tidak surut meski kemarau. Air yang bening kala itu membawa nama “Rawa Pening”.

Pun Legenda si anak yang bernama Baru Klinthing. Lepas kutukan pada bentuk Naga, dikucilkan bahkan diusir oleh masyarakat setempat. Diakhir cerita dari tercabutnya Lidi yang menyembuhkan air membentuk Danau serta menenggelamkan masyarakat tersebut. 

Akhirnya, tulisan ini menjadi gambaran sekembalinya aku dan keluarga dari kampung Sleman. Sebelum masuk gerbang tol Bawen (sekitar 435 KM sebelum Jakarta), pada hamparan dua ribuan heltar lebih, pemandangan Rawa Pening memikat untuk dikunjungi.

Minggu, 4 April 2021, berbekal Rp. 21.000,- kepada petugas, menginjakkan kaki dan menaiki perahu. Sekitar Tiga puluh menit berputar di atas perahu klotok bermesin tempel dengan tebusan Rp. 100.000,- Dipta (Anak Lakiku) pun mendapati pengalamannya. Kebesesaran Ilahi Rabbi ditunjukkan dengan Kejadian alam yang bertahan sampai sekarang. Kampung Rawa, Wisata Pemandangan Air

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar