Nasabku, Mudik 2022

Macan mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading. Jika manusia mati, meninggalkan apa? Apakah cerita yang bisa diingat banyak orang. Kisah kebaikan yang selalu dikenang oleh kehidupan? Atau catatan amal kebaikan dan keburukan? Bisa jadi manusia mati meninggalkan kontribusi yang dianggap sebagai jariyah manfaat dan keburukan?

Kisah perjalanan manusia ribuan tahun yang lalu selalu mengajarkan eksistensi di dunia. Bahkan disambung dengan cerita cerita di alam ruh yang selamanya akan tetap ada. Yang Gaib dan tidak terlihat oleh kasat mata, terus menggelayuti. Stempel doktrin “percaya kepada yang gaib”.

Entah dimana mendudukkan kebiasaan saling mengunjungi di hari lebaran. Orang menautkan dengan doktrin silaturahmi. Atau menjalin eksistensi antara sesama makhluk sempurna yang disebut manusia.

Petani, sopo sing medhot paseduluran ” Respon keras bapak Wahono kepada kerabat di timur kota Jogja. Tiap tahun di bulan ruwah, makam mendiang kakek buyut (ayah dari Waliman, bapak dari bapaku) itu menjadi magnit keterhubungan persaudaraan. Setidaknya, memori pada 15 tahun yang lalu terus mengisi acara di keluarga bapak Wahono.

Kebutuhan dan harapan mengambil manfaat dari silaturahmi, sedikit membutakan sesuatu yang gaib. Saling balas membalas menjadi tuntutan nyata. Atau paling tidak memberi ruang untuk dapat memetik buah keterhubungan dari ikatan yang telah lama dijalinnya.

Pake sudah tua, harusnya saya sebagai anak yang dapat meneruskan tradisi ruwahan di Klaten” Kataku untuk menengahi perbincangan penuh emosional itu. Meski terasa klise, namun hanya itu yang dapat terucap dari mulutmu untuk merasa memiliki sebuah ikatan keluarga. Terang, kondisi kaum urban seperti aku tak selonggar pribumi yang memiliki jiwa sosial tinggi.

Akhirnya, mudik lebaran tahun 2022 ini meninggalkan untaian cerita lama yang perlu aku tuliskan. Selasa 3 Mei 2022 yang mengantarkan hasrat pengakuan alur keturunan dari jalur bapak. Nyatanya, dari jalur bapak aku tergolong Coklat… cowok Klaten.

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar