Organisasi atau Lembaga

Perumusan organisasi dipengaruhi oleh pandangan terhadap manusia bukan mesin penghasil uang, manusia tidak kaku namun butuh pengakuan. Seiring waktu berlalu, organisasi menjadi sistem organis yang terus bertumbuh kembang dan adaptasi dari perubahan lingkungan. Bahkan sesara sosilogis adat atau norma yang mapan dimasyarakat (Definisi lembaga menurut kamus bahasa Indonesia) menjadi alas perumusan organisasi.

Berikut Analisis nya.

Bermula dari efisiensi kerja menjadi pijakan tatkala revolusi industri mulai melanda di Eropa. Pada era sampai dengan tahun 1930 tersebutlah begawan teori klasik organisasi yakni federik taylor, henry payol, dan max weber.

Ciri yang secara klasik memandang manusia sebagai mesin, atau motivasi manusia sebagai penghasil uang. Pun manajemen ilmiah ala federik taylor atau teori birokrasi ala max weber menaruh ketegasan dan seolah organisasi dianggap kaku atau mesin

Fungsi manajemen didalamnya terdapat pemahaman perencanaan, pengorganisasian, perintah, koordinasi dan kontrol sebagaimana teori administrasi ala henry payol pun dikategorukan teori organisasi klasik

Kritik pandangan manusia sebagai mesin penghasil uang pun muncul bersamaannkebutuhan manusiabatas pengakuan dan interaksi pada 1930-1950 memunculkan teori neo klasik (penelitian elton mayo dkk). dari neo klasik ini, organisasi membutuhkan peran psikologi manusia sebagai makluk sosial

Kemudian pada perkembangannya, sejak tahun 1950 sampai saat ini yang kemudian dipengaruhi multi disiplin keilmuan antara manajemen, administrasi, psikologi dan sosiologi, perumusan organisasi menjadi sistem organis yang hidup dan terus tumbuh berkembang seiring perubahan lingkungan

Sosiolog berkebangsaan Amerika dari stanford university, Richard scott, 1995 memandang lebih konkrit rumusan lembaga dan organisasi.

Secara umum atau formalnya organisasi dipandang sama dengan lembaga. namun dalam kajian Scott yang kemudian dipandang sebagai teori institusional baru memandang organisasi berbeda dengan lembaga.

Dalam bukunyabyang berjudul Organizations: Rational, Natural, and Open Systems, yang diterbitkan oleh Prentice Hall di Amerika Serikat pada tahun 1981 sampai dengan edisi kelima tahun 2007, perumusan organisasi telah berkembang bukan hanya mengejar efisiensi secara rasional, berkembang secara alamiah dengan mengejar kelangsungan hidup berkelompok sampai dengan sistem terbuka yang dipengaruhi lingkungan luar.

Pada perkembangannya, Scott menaruh perhatian perumusan lembaga dalam perspektif sosiologi berpijak pada adat istiadat atau norma yang mapan di dalam masyarakat yang menjadi alas perumusan organisasi.

Hal tersebut dikenal dengan tiga pilar yakni regulasi, norma sosial, dan budaya kerangka berpifikirnya manusia

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar