Bapaku dan ujian

Lahir di akhir bulan dua belas, bertahunkan 1958. Menjelang 62 tahun yang nanti beriiring suara terompet pergantian tahun. Gigi yang sudah tidak lengkap, mengurangi gelak dan tawa lepasnya. Sorot mata yang berbeda di beberapa taun ini, memuncak di 26 September 2021. Bapaku diberikan ujian dengan sakit.  Infeksi Saluran Kemih (ISK), memaksa ketegaran diri menerima selangLanjutkan membaca “Bapaku dan ujian”

Digitalisasi Kearsipan

Digitalisasi Kearsipan seolah menjadi jawaban dengan kondisi penyesuaian sistem kerja ASN dari dampak Pandemi Covid 19. Puluhan tahun lalu, kertas sebagai media Arsip Kedinasan telah membentuk ekosistem dengan komplektisitas terlalu tinggi. Lautan kertas Arsip Kedinasan tak mampu direnangi bahkan dengan puluhan tahun masa kerja dan ribuan arsiparis. Pendekatan otomasi atau biasa dikenal dengan digitalisasi, digadangLanjutkan membaca “Digitalisasi Kearsipan”

Sepedaan Mbogor The Sahira

17 September 2021,Tanah Sereal West Java. Tabuh 5.45 WIB mulai menyalakan Aplikasi Strava. Sepedaan sembari rapat di luar kantor. Berjarak 13,8 KM kutempuh dengan 54 menit. Melalui Jalan Achmad Yani kusaksikan museum TNI di Bogor. Tak jauh dari komplek Tentara tersebut, aku pun memasuki pasar Dewi Sartika.  Hari Jumat pagi πŸŒ„πŸ™‹itu, sepanjang jalan kusaksikan pohonLanjutkan membaca “Sepedaan Mbogor The Sahira”

Berorientasi Pelayanan

“ASN memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat” Kalimat magis dalam peran penghambaan kepada Tuhan. Kalimat tersebut menjadi panduan perilaku dari satu akronim “Ber–AKHLAK” Apa yang dilakukan atau dipersiapkan untuk dapat mewujudkan kalimat magis di atas? ASN memerlukan sikap ramah, cekatan, solutif dan dapat diandalkan. Senyum, bisa jadi pengiring sifat ramah. Keramahan diri bukan semata karena orangLanjutkan membaca “Berorientasi Pelayanan”

Peduli vs Belenggu Berokrasi

“Om Nurul, karena ini mendadak klo di ulang lg lama lagi .Saya Pilih jenis naskah, harusnya pilihan jenis “Undangan”, jadi “Surat Dinas”, mas Maaf ya “pena seorang analis kepegawaian via telepon pintar. Pena yang menambatkan ketermenungku, internalisasi nilai ” Harmonis” (Nilai ASN) menjelang sore pada 13 September 2021. Bernada sedikit kecewa, aku pun harus peduliLanjutkan membaca “Peduli vs Belenggu Berokrasi”

Akuntabel, digitalisasi

“Komitmen kami terkait digitalisasi arsip tetap…” Sambut Sesditjen Migas saat memberikan arahan daring, pemberkasan dan pelaporan arsip Terjaga Migas pada 9 September 2021. Kehadiran pimpinan Tinggi Pratama pada rapat ketatausahaan Ditjen adalah kali kedua. Arahan yang bakal menggelayuti pikiranku, seolah mengingatkanku atas nilai ASN.. “Akuntabel“. Apa arti akuntabel, ialah Bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan.Lanjutkan membaca “Akuntabel, digitalisasi”

Sepedaan Mbogor

Menyusuri Jalan Raya Padjajaran, Bogor Park 3/4 loop, Tanjakan pasar bogor BTM, Half Bogor one, istana tugu gate kijang, taman koleksi- pakuan dengan total 10 Kilometer menjadi sepedaanku Mbogor. Kamis pagi 9 September 2021, sebelum acara rapat di luar kantor.Β  “Bangun, subuh, jadi sepedaan gk? ” Ujar Haji Tatang yang kebetulan sekamar dalam persiapan pembahasanLanjutkan membaca “Sepedaan Mbogor”

Bangga Melayani Arsip

Bangga Melayani, identitas ASN yang digaungkan di tahun urut(2021). Inilah insight penjaga rekaman kegiatan intansi. Menerima ucapan terimakasih, menjadi rasa yang melegakan untuk kami. Jauhkan diri dari istilah “kurang imun“, demi martabat diri.  “Makasih ya pak” WA  Maiya Susi Yulianti  10/9 11.10 WIB .  “terimakasih mas” Kata dalam gawai pada 10/9 16.07 WIB dari Aziz.Lanjutkan membaca “Bangga Melayani Arsip”

Soto Kuning Khas Bogor

Bogor, 8 September 2021. Sambutan senja dengan sisa sisa hujan mengantarkanku mengenal soto kuning. Hidangan khas kota hujan ini telah menenangkan perut. “Surya Kencana” Ujar Haji Tatang kepada driver Hiace Rudy. Tak berapa lama, rombongan pun mendarat di warung sederhana yang mengadap jalan pas untuk terparkirnya mobil.  “Daging dan kikil, campur, daging aja, nasi separo”Lanjutkan membaca “Soto Kuning Khas Bogor”

Kelihaian Birokrat

Satu jam sambungan telepon pintar itu kuawali dengan kalimat permintaan maaf. “Maaf Pak, saya belom sempet lapor“. Anggukanku tertuju pada masalah dalam tata upacara berbirokrasi. Komunikasi massa yang perlu kutinjau lagi. Bisa jadi aku yang belum mengerti. “Saya tau, sutradara pada acara ini, tapi mbok ya diulang ulang dalam penyampaian laporan kepada atasan” ucap beliauLanjutkan membaca “Kelihaian Birokrat”