Menguak kembali memori masa SMP terantuk pada ingatan Gowes 16 KM setiap harinya. Belum jika di hari Jumat dengan 32 KM untuk turut pada kegiatan Pramuka di siang sampai sore hari. Napak tilas, memori kemesraanku di usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 1994 sampai dengan 1997. Selama tiga tahun, aku menempuh pendidikan di SMP 2Lanjutkan membaca “Memori Gowes 16 KM sehari “
Arsip Kategori: Uncategorized
Bulak Senthe
Nama “bulak” membawa memoriku pada persawahan, sedangkan kata “senthe” merupakan sejenis tumbuhan liar di pinggir sungai. Bulak Senthe merupakan satu diantara ratusan Venue dan tujuan wisata kuliner di Sleman Yogyakarta. Konsep taman di persawahan dengan pepohonan dalam ruangan menjadi ciri dari venue yang dapat dimanfaatkan sebagai pernikahan atau pentas musik. Menu paket makanan seperti lodeh,Lanjutkan membaca “Bulak Senthe”
Kedewasaan Bermasyarakat di Sleman,
Program percepatan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) sebagaimana yang telah diinstruksikan oleh Presiden tanggal 13 Februari Tahun 2018, menjadi satu diantara cerita keriangan rakyat. Terlebih dengan agenda dalam menumbuhkan peran serta masyarakat pada peran tim Puldatan. Adalah Petugas Pengumpul Data Pertanahan yang merupakan kepanjangan dari Puldatan. Sekelompok masyarakat yang diberikan pelatihan dan ditugaskan sebagai fasilitatorLanjutkan membaca “Kedewasaan Bermasyarakat di Sleman,”
Mie Ayam Dam Tegal, Bantul
Mie ayam, tersimpan dalam memori otaku. Hidangan favorit sejak pertama kali bisa jajan di warung. Lupa kapan pertama kali lidahku mencicipi Mie Ayam. Bisa jadi di tahun 1994, dua puluh enam tahun yang lalu. Kini, tiap kali kepulanganku ke Sleman, membawa cerita Mie Ayam. Meski di tanah perantauan Jakarta mie dicampur ayam banyak dijajakan olehLanjutkan membaca “Mie Ayam Dam Tegal, Bantul”
Kembali ke Sleman
Malam satu suro atau malam tahun baru Hijriyah, ketiga anaku berada di kampung halaman. Setelah sholat Dzuhur di Mushola VTB, Dipta sudah tak sabar untuk bertolak ke Sleman. 19 Agustus 2020 menjadi kali kedua setelah bulan Februari, aku dan sekeluarga melakukan perjalanan menuju kampung halaman. Pukul 13.30 WIB keluar dari Warung Soto Barokah, segera menyusuriLanjutkan membaca “Kembali ke Sleman”
Sapaan Si Penjual
“ora dho melu, iki? ” sapa Si Penjual kepada Si Pembeli saat menyerahkan sebungkus pesanan. Sembari menanyakan total harga dua ekor lele goreng kremes dan satu potong ayam goreng, si pembeli menjawab, “iyo e mas, bocah bocah di rumah“ Hampir setiap kali kedatangan Si Pembeli di warung kaki lima itu, Si Penjual pasti menanyakan anakLanjutkan membaca “Sapaan Si Penjual”
75 Th. HUT RI di Masa Pandemi
“aku disuruh hormat ke televisi” kata tetanggaku menjelang Jamaah Dzuhur di Mushola Villa Tanah Baru. Kalimat tetanggaku itu karena penugasan instansinya untuk mengikuti upacara bendera via daring. Mungkin agak sedikit aneh y…. Meski demikian begitulah pemandangan yang dapat diceritakan di tanggal 17 Agustus 2020 dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak terkecuali, masa pandemi COVIDLanjutkan membaca “75 Th. HUT RI di Masa Pandemi “
Perjalanan Udara di masa Pandemi
“Mas, yang pakai tas merah” panggil teriak petugas pemeriksaan saat boarding di Sultan Mahmud Bandarudin II. Mendengar teriakan petugas, aku pun kembali di gate 2 sebelum masuk ke garbarata. “iya pak” kataku dengan tenang. Pikirku pun sudah memprediski apa yang akan ditanyakan, yakni keterangan hasil rapid test. Ternyata benar dugaaanku. “mas tadi enggak lapor keLanjutkan membaca “Perjalanan Udara di masa Pandemi”
Palembang
14 Agustus 2020, aku menginjakkan tanah Palembang melalui Sultan Mahmoed Badarudin 2, pintu masuk tanah leluhur, Kerajaan Sriwijaya. Palembang termasuk kota tua di Indonesia, dimana sejak ribuan tahun lalu telah menjadi tempat berlangsungnya peradaban manusia. Bahkan, Kota Palembang yang selama ini hanya kukenal dengan makanan Khas “empek – empek”, ternyata selama ratusan tahun menjadi wilayahLanjutkan membaca “Palembang”
Harga Tinggi, Memori Kolektif Institusi
40 Tahun Perkembangan Usaha Pertambangan Migas, adalah buku yang menggambarkan kemigasan di Indonesia. Begitu juga buku yang berjudul 100 tahun perminyakan di Cepu. Kedua buku langka tersebut, kini dicari dan ditelusuri. Melalui atasan langsung dan juga pejabat pengawas pada urusan informasi serta kehadiran arsiparis madya KESDM di Ruang Arsip Ditjen Migas, terasa sekali usaha pencarianLanjutkan membaca “Harga Tinggi, Memori Kolektif Institusi”