Rekap Tern Link D8

669,7 Kilometer. Mengendara Tern Link D8. Sebelumnya aku telah meninggalkan jejak 425 KM dengan Polygon Sierra. Tulisan ini akan menjadi pengingatku, untuk melunasi hutang bayar sepeda untuk yang ke enam. 

Maret 2021, perdana ( 21/3) dengan spot Situ Gintung berjarak 35,5 KM. Sepekan kemudian ke Bumi Perkemahan Cibubur pada 28/3 berjarak 40,3 KM.

April 2021, yakni tanggal 11/4 dengan tujuan kantor BSSN di Jalan Raya Sawangan. Duel dengan Deri mencatatkan 29,5 KM. Lanjut pada tanggal 17/4 dengan menjajal Fly Over LA berjarak 18,9 KM

Mei 2021, lima pekan berturut-turut meski bersamaan dengan ibadah Puasa. Kembali duel bersama deri di tanggal 1/5 melintasi Jalan Margonda Raya untuk 13 KM. Pun di minggu 8/5 berjudul Ngabuburit dengan 14,6 KM. Pasca lebaran tepatnya 16/5 foto sepedaan pun di fly over Tapal Kuda Pasar Minggu berjarak 29 KM, sedangkan mengisi bulan syawal 23/5 berjudul Urban Farm mencapai 26 KM. Akhir nya 30/5 menuju stadion Pakansari Bogor 40 KM

Juni 2021, sebanyak 7 kali. Selain bersama roda Vit, aku pun mulai ngepit (naik sepeda ke arah kantor). Tanggal 2/6 ngepit perdana dan minggunya 6/6 bersama roda vit. Sepeda pun Ban Bocor sehingga hanya menduduki 12 KM saja. ; 13/6 Gaplek 29,5. dan ngantor keduaku pada Kamis, 17 Juni 2021. Roda Vit 20/6 pun nambah 30,5 KM untuk rute setengah monas. 24/6 untuk ngantor ke-3. Rekor 58,6 KM pecah rekor di 27 Juni. 

Juli 2021, tiga kali ngepit bersamaan PPKM Darurat Jawa Bali di tanggal 6,13,28 Juli bersepeda ke kantor pulang dan pergi. 

Agustus 2021, dua kali. Sepedaan sendirian di hari libur 8/8 dan ngepit ke kantor 10/8.

Manggung

“Manggung” Istilah Jawa yang bisa diartikan tampil di panggung. Kemudian bergeser arti tampil di Khalayak ramai. Dan ini ceritaku, manggung…

Memori zaman kecil, tampil di suatu acara. Baca ayat ayat suci di pengajian. Masa muda pun tampil sebagai wakil pihak muda. Tak lupa, Tim nasyid atawa grup vokal ala acapela. Pun lanjut setelah berkeluarga, memerankan Ketua RT. 

Besok hari, baca puisi yang pernah kulakoni di depan tahun 2009, pun kala perjumpaan dengan senior Migas. Dan ini menjadi ketiga kalinya. 

Di hadapan Khalayak sempat memberi sambutan pisahan eselon 2 bahkan pernah mencoba stand up comedy di hadapan ratusan pegawai. Begitu pula presentasi di depan rapat koordinasi ada eselon 1,2,3,4 dan staf secara formal di akhir 2015 hotel luwansa jakarta. 

Ini hanya tulisan saja untuk mengenang bahwa anak kampung dari desa yang tak luput dari manggung. Bukan pencari popularitas, tapi kadang tersudutkan kondisi “Manggung”

No Gambar

Sudah tidak bisa โœ‹โ›”๐Ÿšซ unggah foto di wordpress ini. Paket gratisan yang disediakan, kulalap habis. Sejak kini, hanya untaian kata2 yang ada di blog ini.

990 judul dalam untaian kata seolah menjadi hiburan nyata. Bersamaan dengan persiapan kelahiran anak ketiga, “ngeblog” menghiasi hari hari ku.

Please go blog” Kata temen yang beralih ke penulisan jurnal ilmiah. Sindiran itu terus teringat, meski ketidakmampuanku beranjak dari zona nyaman ngeblog.

Ini blog kedua, meski belum mampu menembus ratusan ribu pembaca, seolah ngeblog menjadi pesona eksistensi diri. Terpercik rasa membalas jasa penyedia layanan jasa blog ini. “Suatu saat harus kutukar dengan rupiah” Pikirku dalam hati.

Diklat Arsip, PPSDM Aparatur KESDM

PPSDM Aparatur KESDM menggandeng Deputi Pembinaan Kearsipan ANRI Cq. Direktorat Kearsipan Pusat untuk menyelengarakan Pendidikan dan Latihan Teknis Pengelolaan Arsip Dinamis (PAD).ย 

setelah ini bisa saja, PPSDM di KESDM mengadakan diklat penciptaan arsiparis dengan bekerjasama dengan Pusdiklat ANRI”  Kata salah satu fasilitator diklat teknis PAD yang terselenggara pada tanggal 2 s.d. 6 Agustus 2021. 

Pengalaman panjang pembinaan jabatan fungsional arsiparis pernah ditunjukkan oleh Kementerian ESDM. Dalam memori arsiparis tingkat nasional, itu bukan hal baru. Sebelum berubahnya nama Pusdiklat menjadi PPSDM, jenis diklat fungsional arsiparis berkali kali terlaksana di Pusdiklat Migas Cepu dan Pusdiklat Teknologi Mineral Batubara Bandung. 

Saya pernah kok menjadi pengajar di diklat penciptaan arsiparis” Tutur Bambang PW arsiparis utama ANRI dalam pelatihan teknis PAD pada 6 Agustus 2021.

Kondisi keterbatasan kursi diklat penciptaan arsiparis telah menjalar baik pusat maupun daerah. Keterbatasan kursi peserta diklat justru menjadi kenyataan yang menawan. Gelegar Tranformasi Jabatan mengalahkan isu penyederhanaan birokrasi. Selain tuntutan profesionalisme, nyatanya ribuan PNS berbondong bondong menyatakan minatnya melamar Jabatan Arsiparis.ย 

Selain diklat fungsional arsiparis, kebutuhan para PNS akan Uji Kompetensi (Ujikom) menjadi hal yang perlu segera mendapatkan prioritas. Meski terlihat telat kala jalur pesta diskon (Inpassing) telah kadaluwarsa di tri wulan pertama tahun 2021.

Namun prasarat arsiparis untuk dapat mengampu jabatan kearsipan lebih tinggi, mau tidak mau berhadapan dengan prasarat Uji Kompetensi. Tuntutan, lulus kompetensi dasar dan kompetensi bidang dapat terlihat dengan uji kompetensi.

Akhirnya tulisan ini menjadi catatanku akan pentingnya pembinaan dan peningkatan kompetensi jabatan fungsional arsiparis. Bukan semata demi memenuhi Indek Profesionalitas (IP) ASN dengan 20 JP selama setahun. Yang prioritas, cita cita penjagaan memori bangsa dan negara dengan penyediaan kursi Diklat (teknis dan fungsional) dan uji kompetensi.ย 

Ucil ilang, IPB SMANSA

Apa memori SMA mu? “ucil ilang, ucil ilang” Perayaan akhir kelas tiga Bahasa, camping di Pantai Glagah Indah meninggalkan memori permanen. Terlebih rasa bersalahku, atau temen2ku. Konyolnya diriku.

Kenapa sih bisa terjadi? Merasa tak memakai Helm, sebagai pembonceng aku pun turun. Salahku, aku tak sabar menunggu jemputan. Salahku, aku kabur meninggalkan rombongan tanpa memberi kabar. Rasa khawatir di saat senja menghampiri, panik pun merajai. Otak pun tak sehat, hingga tawaran kenrnet bus tak dapat kutolak.

Aku tak menyadari, kekonyolan itu membuat rasa bersalah menghinggapi malam kebebasan belajar anak IPB SMANSA. Kesalahanku, membuat kekhawatiran menggeser ueforia akhir masa sekolah SMA. 

Maaf y man teman… Kejadian Dua puluh tahun lalu itu, tak bisa hilang dari memori kekonyolanku. Ini kisah kami, di tahun 2001 dari sudut kota Yogyakarta. Tepat di depan Perusahaan Tekstil yang terkenal pada masanya, GKBI Primisima. Orang biasa menyebut demarko, depan markas kodim. Nexas, negeri satu Sleman di kabupaten Sleman Yogyakarta. SMAN 1.

Sepedaan padi

Penyemprotan insektisida pada pohon padi di sawah, menghentikan laju sepedaku ๐Ÿšด. Jepretan gambar ๐Ÿ“ทvia gawai, membuktikan kekagumanku kepada seorang petani di pinggiran kota. Lokasi sawah yang terlihat tidak begitu luas itu pun dihimpit rumah rumah ๐Ÿ  baru, dampak pembangunan jalan tol krukut.

Pemandangan petani di pagi hari kala sepedaan 8 Agustus 2021 menenggelamkan pada memori kampung halaman. “Terharu, dalam keterbatasan  telah memunculkan jiwa pengabdian untuk keluarga dan lingkungan sekitar” pikirku dalam hati.

Pun petani lainnya di area pertanian bawah jalur kabel listrik bertegangan tinggi yang kulihat sepenggal perjalanan sepedaan di wilayah krukut. Lepas pembangunan jalan Tol Sawangan, pemukiman manusia berhasil menggeser area pertanian tradisional. Semoga akan muncul metodologi pertanian modern, kek di Jepang ๐ŸŽŽ. 

Akhirnya,sepedaan ku yang ke 33 di tahun 2021 ini membawa Imajinasi metodologi bertani dari tradisional ke modern yang akan mengimbangi kondisi laju pertumbuhan pemukiman. 

Pencarian Itungan Menit

Assalamu’alaikum mas nurul, mw minta tolong mas, minta tolong cek spm konkit nelayan tahun 2016, ditunggu yah mas ๐Ÿ™” Pena Soraya SDMK di hari Kamis, 5 Agustus 2021 jam 15.37 WIB.ย 

Pena tersebut kuteruskan kepada temen pengelola arsip yang berada di kantor. Melalui aplikasi arsip digital (database data arsip beserta file pdf), layanan kearsipan pun terlaksana dengan baik. 

Tak lupa kukirimkan form peminjaman arsip, meski arsip telah dikirim melalui sarana komunikasi elektronik. Form peminjaman menjadi bukti kerja layanan kearsipan di Unit Kearsipan Ditjen Migas.ย 

Akhirnya, penelusuran arsip dengan ukuran menit itu dapat diberikan kepada pengguna internal. Unit pengelola layanan pengawasan eksternal secara periodik menghubungi kami selalu petugas kearsipan. Disinilah, kadang aku harus mengapresiasi diri atas peranku pada layanan perkantoran. 

Distance Learning, Ambyar

Kehikmatan secuil adegan pembangunan manusia,ย meraba balutan khayal para penjaga rekaman kegiatan. Ya…tajuk diklat berkerangka pembinaan kearsipan, meraba ketatnya kaidah demi penjagaan jati diri institusi.ย 

Lembut sapaan Putri Cahaya Kemala, selalu memantik semangat pagi. Setia lagi mesra, fasilitator diklat dari PPSDM dari Kota Kembang, adalah cerita kecil di balik layar. Mengawal Kemegahan Energi dan Sumber Daya Mineral, dalam jangkauan pialang taktik simpul pemersatu dan jati diri bangsa.

Pun Ega Nugraha, aura terpancar dari kehikmatan suci membangun manusia meraih kompetensi. Tak lupa beberapa insan yang dikirim oleh Sang Pencipta, menemani terbangun kesadaran peserta didik dari markas Cisitu Lama Bandung.ย 

Akhirnya, tulisan ini akan menjadi bagian perjalananku dalam mengasah dan mensyukuri karunia dari Sang Pencipta. Kenapa? Terasa nyata kebesaran Allah, dedikasi dan kesungguhan para manusia menohok mata dunia. Tak kuasa menahan keharuan simbolisasi sucinya belajar dan mengajar. 

Iyaa…. Sedih ya…. Berpisah dgn bp ibu peserta diklat” Tulis penjaga rekaman keuangan negara di WAG peserta diklat.” Ambyar….”bisiku dalam hati. Adegan pun akan berpuncak esok hari. #Arsiparis, sang penjaga rekaman kegiatan Institusi

Penguatan Unit Pengolah

Kita belum tau eksistensi Kearsipan kedepan, jika dihadapkan pada wacana Pusat Data Nasional dari SPBE” Ujar Koordinator Kearsipan Pusat, ANRI.ย 

Kalimat tersebut tersangkut di otaku, sekaligus pembanding atas kegelisahan yang kuutarakan kepada fasilitator diklat teknis arsip. Enam JP, @3 bertajuk Pengelolaan Arsip Dinamis dan dan Instrumen PAD (4 pilar) bersama Yayan Daryan. 

Beranjak dari paparannya terkait Organisasi Kearsipan (UP dan UK), muncul lah kegelisahan pembentukan ekosistem kearsipan. Terlebih datangnya era Industri 4.0 dan di tambahkan pesan Bencana Nasional Non Alam, setidaknya  perlu inovasi implementasi konsep Organisasi Kearsipan. 

Pendekatan organisasi kearsipan, sudah terkesan lambat bergerak. Gelisahku pun bertambah dari hadirnya metode “Agile” (baca: ejail) di diskusi berorganisasi yang menurutku sejalan dengan nafas penyederhanaan birokrasi. 

Kenapa Organisasi Kearsipan harus berakhir?  Pesona sumber daya kearsipan semakin tinggi, namun tidak pada kesesuaian kompetensi dengan tantangan kearsipan. Kenyataannya, rekaman kegiatan organisasi tidak berada di tangan sumber daya kearsipan. Kedepan, dengan merit sistem, tidak ada lagi pengadmininistrasi berada di Unit teknis. 

Belum lagi aktivasi UK dan UP sarat prosedur dibumbui kewenangan dan tanggung jawab hukum. Mekanisme organisasi terlihat kaku, mengubur prinsip murah, efektif dan efisien. Pun lebih terasa kurang berorientasi pada kebutuhan user atau pengguna arsip. 

Kegelisahan berikutnya tatkala pembacaanku atas aplikasi SRIKANDI. “Toh seluruh ASN menjadi pelaku dalam dalam menciptakan, menggunakan rekaman kegiatan organisasi. Seluruh ASN, adalah aktor aplikasi Umum bidang kearsipan.

Akhirnya, sudut pandang birokrat dalam peran pengajar diklat teknis arsip meredam kegelisahanku. Membumikan kebijakan kearsipan yang telah tertuang dalam Undang-undang beserta perangkat di bawahnya memerlukan konsistensi. “Penguatan sumber daya kearsipan di Unit Pengolah” Tutur Yayan Daryan. 

Konteknya, Pembangunan Manusia

Konteks kearsipan berada pada isu strategis Presiden RI “Revolusi Mental dan Pembangunan Manusia”, di RPJMN 2019-2024. Paparan di 3 JP pertama bertajuk Kebijakan Kearsipan Nasional pada diklat teknis arsip, oleh Direktur Kearsipan Pusat, ANRI.

Bersama isu literasi, ketahanan keluarga, narkoba, local wisdom, agama, kearsipan ditempatkan pada pemajuan jati diri bangsa yang terukur dari harmonisasi nilai sosial kemasyarakatan untuk berderu dengan gerakan pertukaran budaya global.

Tak heran jargon kearsipan yang pernah kita dengar selama ini “arsip simpul pemersatu bangsa”, “arsip jati diri bangsa”. Namun bagaimana mengukur pembangunan kearsipan itu? 

Ukuran sederhana yakni UUD, atau ujung ujungnya duit. Kontribusi budaya dihadapkan pada angka ekspor dan PDB (Produk Domestik Bruto) atawa produk barang dan jasa yang dapat dihasilkan selama kurun waktu tertentu. Tentu dikaitkan pada tumbuh kembang sebagai bangsa negara yang kuat dan unggul.ย 

Dari pembacaanku diatas, maka penetrasi pembangunan kearsipan nasional sejak kelembagaan dan kebijakan, pemanfaatan arsip, pengelolaan/sistem teknis, dan pengembangan e office perlu berada dalam konteks revolusi mental dan pembangunan manusia. 

Konteks inilah yang menjadi penguat tatkala terjadi perubahan kondisi sosial yang perlu diserap pada lingkungan birokrasi dan ke pemerintahan. Misalnya pandemi Covid 19, berhasil membalikkan pola pikir konvensional ke Digital. Pembatasan sosial yang tidak seharusnya menurunkan kontribusi budaya dalam ukuran ekspor dan PDB. Peralihan kebiasaan administrasi atau manajemen yang berbelit belit menjadi proses bisnis yang realistis, dan seterusnya

Akhirnya, tulisan ini menjadi sisi pandang lain, keikutsertaan ku di sesi pertama. 3 Jam pelajaran bukan lagi mempermasalahkan kesesuaian kebijakan kearsipan nasional berupa Konsensus Pemerintah dan DPR di tahun 2009 dan disambar dengan Peraturan Pemerintah 28/212. Kenapa? 

Meski terlambat, namun di tahun 2020 telah mengalami titik balik kesesuaian dengan Jawaban Permen ESDM 2/2020, Kepmen 167 dan 187 di tahun 2020. Sampai disini, logikaku tertuju pada hipotesis ecek ecek dari arsiparis terampil. sudahkah kearsipan berada dikonteks “Revolusi Mental dan Pembangunan Manusia“????