
14 tahun rasa empati perbedaan, pijakan berdiri Mushola Al Ukhuwah di Villa Tanah Baru Beji Depok Jawa Barat”. Kalimat yang cukup beralasan, buah manis dari wujud toleransi.
Bukan saja antar agama, pun dalam bangunan satu keislaman antar warga yang terus dinamis seiring perubahan tantangan kehidupan sosial. Puji Syukur kehadiran Allah, Tuhan Yang Maha Esa, terpendamnya asa atas perspektif keislaman sejak berdirinya VTB di tahun 2005 diberikan kesempatan waktu proses menuju arah bijaknya akal budi manusia.

12 Mei 2021, Tasyakuran terbangunnya Mushola Al Ukhuwah VTB beranjak bulan Mei 2019 (bertepatan di hari pertama dioperasikan Mushola), cerita penuh rasa keberjamahan demi menebar kebaikan sesama manusia di wilayah mukim ku.
Infaq 218 juta , berasal merata dari seluruh warga Villa Tanah Baru. Warga dengan kelas mulia di dunia pun memberi ruang kontribusi kepada warga lain diantara peluh perjuangan atas ujian keduniawian.

Kontribusi warga terorchestrasi spirit konsep Syurga nya Allah. Manifestasi dalam kerelaaan atas terbangunnya Mushola. Begitu pula Asa atas keselamatan dan keberkahan diri dan keluarga dari kehidupan di dunia.
Hal diatas menjadi perspektif tandingan antara adanya sosok “penggerak” terbangunnya Mushola. Karena bagiku, sebetulnya bukan bertumpu adanya sosok penggerak namun semua terkait momentum.
- Yang pasti adalah atas Kuasa Allah.
- Atas buah rasa Empati dalam perbedaan agama di VTB selama 14 Tahun .
- Atas rasa toleran antar muslim dalam satu bangunan keislaman, tentu perbedaan perspektif atas dogma suci dan doktrin yang bersumber dari Kitab Suci dan Ajaran Nabi.
- Terorchestrasi nya kontribusi warga baik moril dan material (infaq) dari seluruh warga VTB. Bukan sama rata namun sesuai kadar dari masing masing keluarga
Sampai disini nalarku terbangun untuk memaknai, “Empati, toleransi, keberagaman sosial keagamaan, dan terorchestrasinya kontribusi ” dalam menginisiasi bangunan dalam kerangka menebar manfaat sesama manusia di kehidupan dunia. Tentu ditopang keyakinan sampai ke kehidupan akhirat.
Kedepan, tantangan yang mungkin lebih berat. Disaat mulai terbentuknya organ modern dan praktik dzohir keagamaan. Aktualisasi keislaman antar warga tentu memiliki perbedaan perspektif. Hal itu akan melahirkan dinamisasi keberagaman sosial beragama. Tentu berujung pada toleransi dan penigkatan empati dalam menghadirkan manfaat antar manusia.











