Pernikahan, Panampineng Gesang

Pisang, penampineng gesang. Istilah jawa yang aku artikan sebagai  “penerimaan kehidupan“. Benar atau tidak dalam mengartikan, bagiku ada pendalaman makna kehidupan. Tersirat makna warna kuning dikala siap dikonsumsi manusia. Susunan buah yang begitu rapi, masa berbuah yang hanya satu kali, pohon 🌴 pisang menyiratkan tujuan hidup. 

Berawal dari puncak hajatan Abas Susilo, M.Pd, pernikahan adik ipar. Pembawa acara yang menyusun kata kata demi mengantar perhelatan suci, pernikahan. 

Belasan hantaran yang dibawa oleh rombongan mempelai pria, diambilnya parcel buah pisang 🍌 sebagai simbolisme. Simbol dari momentum sakral, demi meraih kemuliaan.

Akhirnya, tulisan ini menjadi cara mencari makna kehidupan. Makna yang kujadikan pemantik kekuatan diri dalam kembali merefrseh semangat kebersamaan. Bersama menjalani terjal dan peliknya lika liku kehidupan di dunia yang fana. Suatu penerimaan kehidupan demi mencapai tataran hidup yang hakiki saat hilangnya kehidupan dunia. 

Stasiun & Kereta

Suaranya begitu tertanam dibenakku. Roda kereta diatas besi rel melatari saat saat penuh asa dan cita. Begitu pun peluit yang bersambut dengan klakson, memintal kenangan bernuansakan perjuangan. Merasa diri berjuang mengisi peran sebagai kaum urban. Sekitaran 500 kilo meter dari kampung kelahiran.

Tiga belas tahun lalu, 2007 sejak aku berkenalan satu diantara transportasi masal. Aku kembali menelusuri kemesraan menapaki 🚉 stasiun, ruang publik keberangkatan dan Pemberhentian kereta api. Seperti pagi ini menyaksikan perubahan wajah stasiun pasar senen.

Lempuyangan Yogyakarta dari Stasiun Pasar Senin di Jakarta. Kini stasiun terlihat cantik, tidak seperti memori yang terendap di otaku. Begitu juga gerbong tempat duduk dari stasiun kereta, membuka jalan kehidupan. 

Kamis, 8 Oktober 2020 6.30 WIB menapaki kembali Stasiun 🚉 Pasar Senin. Dari satu pintu gerbang Ibukota Indonesia untuk orang daerah sepertiku. 74 ribu rupiah untuk menebus perjalanan penuh kenangan. 

Terkenang susunan kursi 💺 dalam gerbong saling berhadapan. Rasa pegal pada kaki cukup sebanding dengan rasa lega setelah kembali di Yogyakarta. Aku naik kreta lagi, setelah tahunan yang lalu. 

Gedung Chaerul Saleh KESDM, dirusak demonstran

Kamis, 8 Oktober 2020, Petang hari, beredar melalui WAG foto foto kerusakan Gedung Perkantoran Kementerian ESDM. Nampak pecahan kaca pada lobi utama Gedung Chaerul Saleh yang beralamat di Medan Merdeka Jakarta. Selain itu beberapa mobil pegawai yang kebetulan terparkir di area perkantoran unit Sekretariat Jenderal KESDM.

Lebih jelas terekam pada video yang dibagikan via gawai, saat saat beberapa orang yang secara jelas melakukan perusakan mobil. Gedung Kementerian ESDM tersebut menerima dampak keanarkisan yang tak jauh dari lokasi demonstrasi penolakan Undang Undang Cipta Kerja 2020. 

Alih Media Arsip

Meski beralih media, ciri khas arsip saat pertama kali  tercipta masih menjadi perhatian kearsipan. Kalimat itu menjadi rangkuman dikala sore teringat obrolan dengan Mas Eko. Obrolan di istirahat siang, setelah sujud empat rakaat. Obrolan padat hanya untuk melanjutkan kalimat dalam tulisan Whatsapp nya. “sak umpomo digitalisasi apa gak boleh tho? ben ringkes, Aku sbg awam jika sdh ada dokumen digital, yg kertas2 bisa di kiloin” tulisnya dimalam hari untuk merespon kiriman tautan tulisanku https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/10/06/kearsipan-dan-pengendalian-internal/

WA Mas Eko tersebut, seolah mewakili keinginan atas kondisi kebutuhan ASN terhadap kearsipan. Berjubel dokumen kertas saat berada di kantor cukup mendera para pegawai di pemerintahan. Mungkin bukan hanya Mas Eko saja yang mempunyai pendapat bahwa digitalisasi dapat menggantikan kearsipan konvensional. Pesona digitalisasi kearsipan seolah menjadi solusi atas permasalahan kearsipan di instansi pemerintahan. 

Aku jadi teringat, saat rekan sesama JFT di instansiku yang mengajak sharing terkait digitalisasi arsip di kantornya pada tanggal 22 September 2020. Aku ilustrasi melalui tulisan berikut https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/09/22/konsultasi-digitasi-arsip/?preview=true

Mbak Migumi pun menindaklanjuti arahan pimpinan di unit kerjanya. Konsep proposal program digitalisasi siap diajukan, dengan mengkonfirmasi penanya via WA kepadaku pada 30 September 2020. [30/9 11.27] “Mas, Untuk digitalisasi arsip itu arsip aktif saja atau gimana mas, biasanya arsip brp tahun sebelumnya, Mas kalau rencana digitalisasi ini bener ga?” tanya mbak Migumi kepadaku sembari mengirim gambar time line program digitalisasi. 

Digitalisasi itu, ya boleh arsip apa aja, yang sebelumnya dilakukan analisis atau penilaian nilai guna arsip dan analisa isi informasi nya. Prosedur penilaian atau analisa dilaksanakan oleh arsiparis bersama tim dalam bentuk diskusi atau rapat. Pembahasan dapat per item arsip atau per jenis arsip, Setiap arsip tentu harus dilihat dan didudukkan pada konteks unit kerja dan kebutuhan unit kerja, Kasih alokasi waktu untuk rapat penilaian atau analisis arsip yang akan dilakukan digitasi. Agar lebih efektif, sebelum rapat sediakan daftar arsip yang ada di PEM akamigas sebagai bahan paparan” jawabku kepada Mbak Migumi 

Aku pun menambahkan terkait pentingnya penandatanganan berita acara pasca digitalisasi. Sama halnya yang aku utarakan kepada mas Eko di siang tadi. Meski kearsipan tetap mempertahankan media kertas namun memperhatikan pula perkembangan teknologi informasi komputer sebagai bagian dari perubahan zaman. 

Setelah digitalisasi, hal yang tidak bisa ditinggalkan adalah penandatanganan berita acara. Selain aplikasi dan file pdf, Berita acara menjadi bagian penting adanya program digitalisasi arsip. Adakan rapat penandatanganan berita acara alih media arsip dg mengundang pejabat terkait. Yakni pejabat yg namanya tertulis pada arsip yg dialihmediakan /di scan dan pejabat yang berwenang dalam urusan kearsipan” tulisan tambahanku kepada mbal Migumi pada 30 September 2020 . 

Akhirnya, tulisan ini hanya menjadi bagian penjelasan atas kalimat ku kepada Mas Eko bahwa kedudukan digitalisasi atau alih media di kearsipan adalah sebagai bentuk usaha perawatan atau perlindungan fisik kertas dan kecepatan akses. Meski demikian, masa pendemi COVID 19 akan berpengaruh terhadap pandangan orang terkait kedudukan alihmedia atau digitalisasi arsip. 

Jika nanti arsip sudah ditandatangani via elektronik, atawa tercipta melalui media elektronik, maka bentuk  digitalisasi merupakan sistem kearsipan.

Karena sistem kearsipan itu menjamah sejak arsip akan dilahirkan, dipergunakan, sampai dimanfaatkan guna pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semoga berkenan 

Arsip Pindah & Pengendalian Internal

Berapa jumlah boks yang dapat diusulkan musnah dan pindah? ” tanya Mas Eko kepadaku. Pertanyaan dari seorang auditor, jabatan fungsional tertentu pada urusan pengawasan operasional perkantoran kepemerintahan.

Pertanyaan tersebut serasa mudah untuk dijawab. Namun sulit terjawab, tatkala arsiparis dan pejabat struktural urusan kearsipan berada pada sistem kearsipan yang belum terintegrasi. Regulasi internal kearsipan yang ditetapkan kurang mampu menjawab tantangan atau permasalahan kearsipan. 

Menurutku, sejak terbitnya UU No. 43 tahun 2009 yang kemudian disusul Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 2012, dapat ditangkap dan dimaknai untuk mengurai beban penyimpanan arsip kertas pada instansi.

Tulisan ini hanya akan menjadi sudut pandangku, pasca diskusi bersama auditor saat berlangsungnya pemeriksaan operasional rutin. Selasa, 6 Oktober 2020, perenunganku kembali kepada pertanyaan Mas Eko siang itu. Berapa ratus boks dari koleksi arsip Ditjen Migas yang saat ini mencapai lebih dari 8.600 boks yang dapat diusulkan musnah, dan berapa boks arsip yang dapat diusulkan pindah ke Pusat Arsip Kementerian ESDM? 

Sampai disini, nalarku pun sampai pada usaha pengendalian resiko internal organisasi sebagaimana fungsi audit yang aku pahami. Diperlukan mitigasi resiko atas beban penyimpanan arsip. Arsip kertas memiliki dimensi fisik, meneriakkan ongkos operasional perkantoran yang semakin membengkak. 

ARSIP secara alami tercipta bersamaan laju kegiatan instansi nyaris melalap ruang perkantoran. Sebagaian besar arsip masih bermediakan kertas membutuhkan ruangan khusus dan lemari atau roll opeck. Tatkala ruang simpan arsip telah penuh, maka mendesak pengurangan arsip.

Nah, di kearsipan diistilahkan dengan “fase penyusutan arsip” sebagai bagian dari siklus daur hidup arsip. Fase ini telah dituangkan di Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan UU No. 43 tahun 2009 tentang Kearsipan. 

Diskusiku bersama auditor dengan terkait pertanyaan  diatas, sampai pada Peraturan Menteri ESDM No. 2 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kearsipan di lingkungan KESDM. Mendasarkan regulasi internal kearsipan KESDM tersebut, dapat membantu menjawab pertanyaan Mas Eko. 

Kenapa? Karena diperlukan korelasi antara klasifikasi arsip dengan jadwal Retensi Arsip (JRA). Meski Regulasi kearsipan KESDM tahun 2020 tersebut mencabut peraturan menteri sebelumnya yang diterbitkan di tahun 2006. Namun ternyata, klasifikasi arsip masih belum dicabut, atau masih berlali sebagai acuan bagi penataan arsip. 

Mengapa perlu Korelasi klasifikasi arsip dan Jadwal Retensi Arsip? Padahal, sejak tahun 2011 telah terbit aturan teknis tentang JRA Substantif Minyak dan Gas Bumi? Seolah permen ESDM tentang JRA menimbulkan keriuhan tersendiri. Arsip yang ditata sesuai klasifikasi arsip perlu dirombak sesuai jenis dan seri pada JRA.

Dengan kata lain, arsip aktif yang tersimpan sesuai klasifikasi arsip, tidak menggambarkan volume berdasarkan usia atau waktu simpan. Pengelompokkan data dan fisik arsip saat masa aktif (asumsi sesuai klasifikasi arsip), berbeda dengan kelompok jenis dan seri pada Jadwal Retensi Arsip. 

Konsekuensisinya, arsiparis harus merubah penataan arsip di masa aktif saat masuk masa inaktif. Arsip yang sudah ditata oleh unit kerja(ruang arsip aktif), harus diolah kembali saat di unit kearsipan (ruang arsip inaktif). Penataan kembali disesuaikan berdasarkan kelompok dan jenis arsip yang tercantum pada Jadwal Retensi Arsip.

Akhirnya, gambaran diatas menjadi justifikasi jawabanku atas pertanyaan Mas Eko selaku auditor. Hanya sekitar 700 boks yang dapat kita usulkan untuk dapat dimintakan Persetujuan Biro Umum agar dapat dipindahkan ke Gedung Pusat Arsip Kementerian ESDM. 

Serasa belum berarti, selisih jumlah dari total 8.600 boks yang dapat diusulkan pindah ke Pondok Ranji (Pusat Arsip Kementerian ESDM). Sebenarnya masih dapat bertambah, namun perlu usaha penataan kembali agar mendapatkan gambaran jumlah boks terhadap arsip berketerangan permanen.

Setidaknya ada 3 peraturan Menteri ESDM yang berbeda terkait JRA yakni JRA Fasilitatif non keuangan dan kepegawaian, JRA Arsip Keuangan, dan JRA Substantif Minyak dan Gas Bumi, yang harus dirujuk oleh arsiparis untuk mendapatkan keterangan permanen.

Pemeriksaan Kearsipan

Kuantitas dalam satuan boks, menjadi catatan perbaikan auditor agar dapat memenuhi perjanjian kerjasama dan pertanggungjawaban keuangan. Begitu juga kedudukan ruang simpan arsip yang perlu intervensi pemindahan arsip ke Gedung Pusat Arsip Kementerian ESDM. 

pemindahan arsip ke Pusat Arsip bukan semata memindahkan fisik melainkan beserta kewenangan pengelolaan” tuturku kepada Mas Eko selaku Auditor. Dalam hal pelestarian arsip memerlukan tindakan pemindahan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. 

Meski demikian, temu balik atas arsip yang telah dipindahkan, tidak mengalami kesulitan” tambahan penjelasanku atas perdalaman auditor. Biro Umum menangkap arsip pindah dari unit organisasi seperti Ditjen Migas dalam kerangka memori organisasi. 

Sebagaimana peraturan Menteri ESDM No. 18 tahun 2018 tentang Jadwal Retensi Arsip Substantif Minyak dan Gas Bumi, terdapat kolom keterangan untuk tiap jenis/seri arsip sebagai penggambaran kondisi arsip (nasib akhir). 

Pada keterangan “permanen“, tiap jenis dan seri arsip dapat diusulkan untuk dipindahkan ke Gedung Pusat Arsip Kementerian ESDM. Sedangkan pada keterangan “musnah“, dapat diusulkan pada panitia penilaian arsip agar dibuatkan berita acara. 

Berdasarkan berita acara penilaian arsip yang telah ditandatangani oleh pihak yang berwenang, akan mendasari permohonan persetujuan pemusnahan kepada lembaga yang ditunjuk oleh Undang Undang.

Gambaran di atas merupakan ilustrasi setelah empat hari berada di Yogyakarta bersamaan dengan rapat koordinasi konkit nelayan 2020. Aku pun kembali ke habitat rutinku dari Di stasiun 🚉 gambir Jakarta

Senin, 5 Oktober 2020,5:47 WIB,  kembali tiba di Jakarta via Kereta Api BIMA. Hawa sejuk jakarta, tercium dari samping monas. Pun sesampai di Gedung Ibnu Sutowo, air yang masih menempel di muka, mengundang sejuknya udara di lantai 5, area parkir. 

Kedatanganku di kantor atas janji kerja dengan auditor. Obyek kearsipan menjadi satu diantara sampel auditi. Setelah berkoordinasi via pesan singkat dan telepon, sampailah pada ruang yang menjadi obyek perikatan kerjasama penyimpanan arsip. Kerjasama antara Ditjen Migas dan Pusat Jasa Kearsipan ANRI melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa. 

Arsip Kota Cilegon

Industri 🏭 Baja Krakatau Steel dan sejarah Sultan Ageng Tirtayasa membawaku pada jarak 122 KM dari Jakarta. Begitu pula cerita inovasi kearsipan  kebencanaan (banjir) yang menghadirkan piala🏆 untuk gagasannya. Pun kiprah alumnus kontestasi arsiparis teladan nasional, tersirat korelasi visitasi kearsipan Kota Cilegon.

Dari Kota Baja bermotokan “akur sedulur, adil dan makmur” tergores kisah inspirasi kearsipan. Kisah hadirnya kearsipan di tengah kebutuhan masyarakat dan keteladanan arsiparis sebagai tenaga profesional.

Kearsipan di tengah masyarakat kota Cilegon di tahun 2019, mampu menginisiasi penyelamatan ratusan aset rakyat dari ancaman kerusakan akibat bencana banjir.

Tak heran, terdapat keteladanan arsiparis mampu mempertemukan ANRI Cq. program penyelamatan arsip bencana dengan kebutuhan masyarakat Kota Cilegon. Sebagaimana penuturan arsiparis muda, Mas Sigit yang juga sebagai alumnus Kontestasi teladan di tahun 2014.

Keteladanan Arsiparis bisa jadi menerabas kompetensi dan kepercayaan diri sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Seperti halnya arsiparis penyelia, Mbak Wido yang sejak 10 tahun terakhir yang mendapat kepercayaan mengawal program anggaran dan kegiatan di kantor tersebut.

Saat datang di Kantor Perpustakaan dan Daerah (KPAD) kota Cilegon, dua kupingku mendapati kiprah alumnus ARTELNAS sekaligus ahlimadya kearsipan UGM Yogyakarta sampai akhirnya dilantik menjadi arsiparis daerah Kota Cilegon di 2010. 

Dua belas tahun meniti jalur tenaga pengajar di salah satu kampus di Kabupaten Serang, Mbak Wido tidak begitu kesulitan dalam mengakselerasi performa kerja. Berjalan beriringan antara peran arsiparis dan staf kedudukan suporting pimpinan kantor (manajemen). 

aku mendapatkan penugasan urusan perencanaan program kegiatan anggaran, selain dalam jabatan arsiparis” tutur mbak wido alumnus arsiparis teladan nasional tahun 2016. Meski peran arsiparis, empat kali pergantian dan suksesi Kepala Dinas, terus dipercaya sebagai staf suporting saat kantornya berhubungan dengan Dewan (legislatif). 

Akhirnya, tulisan ini hanya menjadi protretku terkait inovasi LKD Kearsipan terbaik nasional kategori Kabupaten/Kota di Tahun 2019. Penghargaan tingkat Nasional versi Lembaga Kearsipan Nasional diterima oleh KPAD Kota Cilegon. Kota yang sempat menjadi bagian wilayah administrasi Serang sejak tahun 1986. 

Selain itu menjadi potret kecenderungan para arsiparis dalam pengembangan karir. Arsiparis mutlak berada pada urusan kearsipan, namun tidak menutup kemungkinan menerima tantangan pada urusan lain. Karena kearsipan perlu simpatisan dari bekas militan. 

Baca juga tulisanku sebelumnya, kembalinya arsiparis setelah belasan tahun menjalani tantangan karir jalur struktural pada tautan https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/09/09/setia-di-kearsipan-demi-reformasi-birokrasi-di-lapan/?preview=true

Kearsipan pun tumbuh dan kembang tatkala mendapat sentuhan berbagai pendekatan kepemerintahan. Termasuk di dalam perencanaan, program anggaran kegiatan. Semoga berkenan. 

Teman

Mengartikan teman itu menerabas arti pertemuan beriringan waktu yang terus berjalan. Pada dua puluh tahun yang lalu, saat duduk di bangku sekolah bersama 239 remaja lain, aku mengalami pertemuan. Seragam putih abu abu menjadi memori belum terlupakan. Bahkan di usia yang beranjak empat puluhan. 

Jargon #LARE NDAO yang tertulis pada kaos 👕 kelas, bisa jadi menjadi candaan saat reunian. Kepulanganku ke Sleman di awal bulan Oktober, bertemu Inunk dan Exwan. Mengulas kembali masa SMA yang penuh dengan kenangan. 

Hampir lima jam dalam keceriaan. Saling mendalami arti perjalanan kehidupan. Akhirnya, aku pun terantuk pada perenungan tentang arti “teman”

Penomoran Naskah Dinas

Susunan penomoran peraturan terdiri tulisan NOMOR huruf kapital, nomor naskah (nomor urut dalam 1 tahun takwim), tulisan TAHUN huruf capital, dan tahun. Contoh format penomoran peraturan : NOMOR 1 TAHUN 2020. 

Susunan penomoran SOP terdiri nomor naskah (nomor urut dalam 1 tahun takwim), kode bentuk penuangan, kode klasifikasi, kode jabatan, dan tahun. Contoh format penomoran SOP : 002.SOP/04/SJU/2020

Susunan penomoran instruksi dan edaran terdiri nomor naskah (nomor urut dalam 1 tahun takwim), kode bentuk penuangan, kode klasifikasi, kode jabatan, dan tahun. Contoh format penomoran Instruksi : 100.I/KP.03/SJN/2020. Contoh format penomoran surat edaran : 104.E/KP.03.01/SJN/2020

Susunan penomoran Keputusan terdiri nomor naskah (nomor urut dalam 1 tahun takwim), kode bentuk penuangan, kode klasifikasi, kode jabatan, dan tahun.

Contoh format penomoran keputusan menteri : 100.K/KP.03.01/MEM/2020.

Meski disebut keputusan menteri, terdapat kemungkinan pelimpahan kewenangan kepada pimpinan. Dalam hal ini biasa disebut keputusan berdasarkan mandat menteri : contoh format penuanhannya adalah : 100.K/KP.03.01/DJM/2020.

Contoh format penomoran keputusan pimpinan unit organisasi berdasarkan delegasi/pelaksanaan tugas sehari-hari : 100.K/MG.01.01/DJM/2020
Susunan penomoran surat perintah dan surat tugas : nomor naskah (nomor urut dalam 1 tahun takwim), kode bentuk penuangan, kode klasifikasi, kode jabatan, dan tahun. Contoh format penomoran surat perintah : 102.Pr/PW.01.01/IJN/2020. Contoh format penomoran surat tugas : 18.Tug/HK.020.01/SJN/2020

Susunan penomoran nota dinas: nomor naskah (nomor urut dalam 1 tahun takwim), kode klasifikasi, kode jabatan, dan tahun. Contoh format penomoran nota dinas : 10/PR.02.01/SJN/2020

Penomoran Naskah Dinas Korespondensi Intern
Memorandum dan disposisi tidak menggunakan nomor. 

Susunan penomoran korespondensi ekternal yakni kode derajat klasifikasi keamanan dan akses, nomor naskah (nomor urut dalam 1 tahun takwim), kode klasifikasi, kode jabatan, dan tahun. Contoh format penomoran surat dinas menteri (bahasa Indonesia) : SR-110/PR.01/MEM.S/2020. Contoh format penomoran surat dinas pimpinan unit organisasi : Sekretaris Jenderal Nomor :  B-11/PR.02.01/SJN/2020, Inspektur Jenderal Nomor : B-11/PW.08.01/IJN/2020, Direktur Jenderal Nomor :  B-11/MG.01.02/DJM/2020, Kepala Badan Nomor : B-11/GL.01.01/BGL/2020

Contoh format format penomoran surat dinas menteri dan surat dinas pimpinan unit organisasi (bahasa inggris) Our Ref. 08/MG.010.01/MEM.M/2020, Our Ref. 09/PR.01.01/SJN/2020, Our Ref 10/MG.01.01/DJM/2020

Susunan penomoran surat undangan: nomor naskah (nomor urut dalam 1 tahun takwim) diikuti tanda titik (.), kode bentuk penuangan, kode klasifikasi, kode jabatan, dan tahun. Contoh format penomoran surat undangan : 15.Und/TU.03/SJN/2020

Susunan penomoran naskah dinas khusus: nomor naskah (nomor urut dalam 1 tahun takwim) diikuti tanda titik (.), kode bentuk penuangan, kode klasifikasi, kode jabatan, dan tahun. Contoh surat perjanjian :18.Pj/HK.02.01/SJN/2020, surat kuasa :18.Ks/HK.03.02/SJN/2020, berita acara :18.BA/PL.03.04/SJN/2020, surat keterangan : 18.Ket/PL.03.04/SJN/2020 pengumuman : 18.Pm/PL.03.08/SJN/2020, surat penyerahan tugas : 18.Pel/KP.05.02/SJN/2020, siaran pers : 18.Pers/KM.01.03/SJI/2020, sertifikat/tanda penghargaan : 8.Stf/DL.05.01/BSM/2020, surat pengantar : 18.Peng/HK.020.03/SJH/2020

Susunan penomoran laporan yakni nomor naskah (nomor urut dalam 1 tahun takwim), kode bentuk penuangan, kode klasifikasi, kode jabatan, dan tahun. Contoh format penomoran laporan :18.Lap/PR.06.01/SJN/2020

Penerapan kode jabatan untuk Nota Dinas, Surat Dinas, dan Surat Undangan yang ditandatangani oleh Menteri dengan pemrakarsa Unit Organisasi diatur yaitu MEM.S :Sekretariat Jenderal, MEM.M = Ditjen Minyak Dan Gas Bumi, MEM.L = Ditjen Ketenagalistrikan, MEM.B = Ditjen Mineral dan Batubara, MEM.E = Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, MEM.I = Inspektorat Jenderal, MEM.G = Badan Geologi, MEM.T = Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, MEM.D = Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral.

Rute Perjalanan ke Yogyakarta

Nyatanya, info rute penerbangan atau darat menuju ke Yogyakarta masih sering dibutuhkan loh.. Pilihan sarana transportasi seperti pesawat terbang, kereta api, kendaraan pribadi, tidak menyulitkan semakin untuk dapat kembali hadir ke Yogyakarta.

Namun demikian untuk teman yang berada di luar jawa, mungkin mendapatkan tantangan tersendiri terkait akses perjalanan. Berikut 38 kota dan kabupaten dengan catatan rute perjalanan baik moda udara Kereta dan darat sebagai akses ke Yogyakarta. 

  1. Jika temen temen dari Aceh Utara, dapat melalui Bandara  Kualanamu Medan, singgah sebentar di Bandara Palembang, kemudian langsung ke Yogyakarta. Sedangkan perjalanan kembali, Yogyakarta singgah di Jakarta dan ke Kualanamu Medan.
  2. Dari Kabupaten Biruen, perjalanan ke Yogyakarta sebagaimana rute diatas. 
  3. Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara ke Yogyakarta pun dapat ditempuh via Kualanamu dengan transit di Jakarta. 
  4. Serdang Bedagai Sumatera Utara ke Yogyakarta dengan mengawali dari Medan(Kualanamu) kemudian transit di Palembang
  5. Pelalawan Riau, via Bandara Pekanbaru maka sampai juga di Yogyakarta 
  6. Kampar Riau pun dari Pekanbaru, dimana harga transport mencapai 400 ribu untuk mencapai Bandara, meski dapat pula menjumpai sewa mobil seharga 600 ribu. 
  7. Begitu pula dari Kabupaten Indragiri Hulu. Just info saja, setelah sampai di Pekanbaru direkomendasikan menginap semalam sebelum terbang ke Yogyakarta. 
  8. Jika dari Batam, Kepulauan Riau, akses ke Jogja biasanya transit di CGK 
  9. Karimun, Kepulauan Riau pun melalui Bandara Hang Nadim Batam transit di CGK. 
  10. Sery kali y, perjalanan darat dari Ogan kemering ilir, 
  11. Perjalanan dari Ogan Ilir, Sumatera Selatan ke Yogyakarta dapat diawali daei Bandara Sultan Mahmoed Badarudin 2 (Palembang) 
  12. Dari Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ke Yogyakarta via Bandara Palembang 
  13. Bengkulu memiliki Bandara Fatmawati Soekarno. Namun demikian perlu transit di Jakarta, kemudian dapat meneruskan rute ke Yogyakarta
  14. Tuban ke Yogyakarta bisa jadi tidak terdapat kereta api, namun perjalanan darat dengan rental mobil dapat menjadi pilihan. 
  15. Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah ke Yogyakarta dapat diakses melalui Palangkaraya Tjilik Riwut, transit di Jakarta 
  16. Perjalanan dari Kab. Seruyan, Kalimantan Tengah ke Yogyakarta, menjadi perjalanan cukup panjang. Jarak antara Seruyan ke Banjarmasin, memerlukan penginapan sehari sampai dua di Banjarmasin. 
  17. Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan menuju ke Yogyakarta melalui bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. 
  18. Ke Yogyakarta dari Kabupaten Tanah Laut, Kalsel dapat pula melalui Banjarmasin landing Semarang untuk dilanjutkan perjalan darat. 
  19. Akses Tanah Bumbu ke Yogyakarta dapat ditempuh melaluo Bandara di Banjarmasin dan transit di Bandara Surabaya. 
  20. Kota Banjarmasin sebagai Ibukota Kalimantan Selatan menjadi kemudahan sendiri, tatkala akan menjalani perjalanan ke Yogyakarta via Pesawat Terbang. 
  21. Dari Bone, Sulawesi Selatan kudu melintas sampai kota makassar untuk mendapatkan Bandara ke arah Yogyakarta. 
  22. Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, naik pesawat dari makasar (lintas Kabupaten) 
  23. Menuju ke Yogya dari Kabupaten Kolaka, Sulawesi Selatan dapat melalui bandara Pomala jurusan Ujung Pandang atau Makassar. 
  24. Jika berjalan dari Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara menuju Yogyakarta maka dapat melalui Kendari. 
  25. Kota Palu yang telah memiliki Bandara yakni Palu Mutiara dapat langsung ke Yogyakarta dengan sebentar transit di CGK. 
  26. Wonogiri ke Yogyakarta, cukup via darat
  27. Cilacap pun sudah terdapat travel dengan jam tetap
  28. Ketapang, Kalimantan Barat memiliki Bandara dengan tujuan Pontianak. Kemudian ambil penerbangan ke Yogyakarta dimana transit di Jakarta. 
  29. Bengkayang, Kalimantan barat pun terlebih dahulu menuju pontianak. Perjalan darat berharga senilai  270 ribu. 
  30. Indramayu,
  31. Trenggalek,
  32. Orang yang berada di Kabupaten Gresik, via Stasiun Kereta Api Gubeng Surabaya dapat menuju ke Stasiun Yogyakarta
  33. Lamongan, Ke Yogyakarta lebih mudah diakses via Kereta Api meski sebagian orang lebih memilih Kendaraan Pribadi. Masa Pandemi sangat berpengaruh terhadap pilihan moda transportasi. 
  34. Akses sejak Bulungan ke Yogyakarta, cukup menarik untuk diperhatikan. Perjalanan darat dari Tanjung Selor menuju Tarakan. Setelah beristirahat semalam, akses Bandara Sepinggan Balikpapan menjadi pilihan untuk sampak ke Kota Pelajar.
  35. Maros, Sulawesi selatan, naik pesawat dari makassar (lintas Kabupaten) menuju jogja 
  36. Jeneponto, sebagai satu diantara Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan masih harus le ibu provinsi yakni Makassar. 
  37. Kepulauan Selayar, yang terpisah oleh laut memiliki bandara yang telah diisi oleh maskapai yang rutin melayani pengguna. Setelah mendarat di makasar, pilihan rute sambungan ke Yogyakarta terjadwal pada tiap pekan. 
  38. Wajo, Sulawesi Selatan melalui Makassar yang dulu nya bernama Ujung Pandang

Akhirnya, Yogyakarta masih sering dianggap istimewa bagi orang-orang yang menikmati pengalaman dan perjalanan tumbuh kembang di dalamnya. Bisa jadi berlaku pula dengan puluhan orang yang berasal dari ketiga puluh delapan daerah tersebut. Sejak 30 September sampai nanti di tanggal 3 Oktober di Yogyakarta.

Yogyakarta sebagai akhir Road Koordinasi persiapan Distribusi paket konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran di tahun 2020. Meski terdapat ketidakhadiran tiga daerah dari total 41 daerah antara lain Kota Balikpapan, Kutai Timur dan Singkawang, tentu tidak mengurangi semangat Bangkit untuk Indonesia Maju.